Internasional

AS Tangkap Mantan Marinir yang Berupaya Mengkudeta Kim Jong Un

Share the knowledge

Kim Jong Un dibayangin pendongkelan oleh kelompok bernama Free Joseon (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=AxKHCEv6UzI)

Kim Jong Un dibayangin pendongkelan oleh kelompok bernama Free Joseon (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=AxKHCEv6UzI)

Diktator Korea Utara, Kim Jong Un, tak pernah kehabisan alasan untuk bersikap tiran. Meski terkesan kuat, upaya menggulingkannya selalu ada. Tak heran bila dia tak punya belas kasihan terhadap siapapun yang berupaya merongrong kekuasaannya, termasuk dari kelompok bernama Free Joseon.

Insiden penyerangan ke kedutaan Korea Utara (Korut) di Madrid, Spanyol, Februari 2019 lalu, berbuntut penangkapan seorang mantan Marinir (angkatan laut AS) –yang juga anggota kelompok Pertahanan Sipil Cheollima (Cheollima Civil Defense/CCD) atau yang dikenal juga sebagai kelompok Free Joseon– oleh otoritas Amerika Serikat (AS).

Laporan penangkapan ini dilansir The Washington Post, Jumat (20/4/2019), mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut. Sang mantan Marinir tersebut, Christopher Ahn, yang dilaporkan telah ditangkap pada Kamis (19/4/2019), bermaksud menggulingkan Kim Jong Un.

Ahn muncul di pengadilan federal, Jumat (20/4/2019), dengan seorang hakim setuju untuk menutup kasusnya, menurut laporan The Post. Sumber tersebut juga mengatakan, otoritas federal AS juga menggerebek apartemen pemimpin Free Joseon, Adrian Hong.

Postcomended   Korea Utara Klaim Misilnya Bisa Ngebom Trump Tower

Penangkapan itu terjadi setelah serangan di mana orang-orang bertopeng mengikat staf kedutaan, mengambil komputer, dan melarikan diri ke AS, kata sumber-sumber tersebut kepada The Post, seperti diteruskan laman The Hill.

BBC dalam laporannya Maret menyebutkan, mengutip dokumen Pengadilan Tinggi Spanyol, kelompok tersebut memasuki Kedutaan Korut pada 22 Februari bersenjatakan parang, pisau, pentungan besi, dan kabel. Para staf kedutaan dilaporkan diikat dan dipukuli.

Saat meninggalkan kedutaan, mereka membawa dua komputer, sejumlah hard drive, beberapa USB drive, dan sebuah telepon seluler. Barang-barang itu disebut telah diserahkan kepada Badan Investigasi Federal AS (FBI).

Pada Maret lalu, Free Joseon dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut setelah seorang hakim Spanyol menuduh Hong dan dua lainnya terlibat dalam serangan kedutaan itu. Namun organisasi itu menyangkal melakukan kekerasan terhadap staf kedutaan.

Seorang yang mengaku “Duta Besar Lee Wolosky” di situs web Free Joseon —The Post mengidentifikasi Wolosky sebagai pengacara Hong– menulis, “Kami kecewa Departemen Kehakiman AS telah memutuskan mengeksekusi jaminan terhadap orang-orang AS yang berasal dari pengaduan pidana yang diajukan rezim Korea Utara.”

Postcomended   Kaum Wanita Negara Kaya nan Indah Permai Ini Tuntut Upah Sama dengan Pria

Wolosky di situs itu menyebutkan bahwa warga AS terakhir yang jatuh ke tahanan rezim Kim pulang ke rumah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi cacat akibat penyiksaan. Warga AS yang dimaksud itu merujuk pada Otto Warmbier, mahasiswa yang kembali ke AS dari Korut dalam keadaan koma.

Siapa Free Joseon?

Free Joseon menyebut dirinya sebagai organisasi yang membantu para pembelot dan berkomitmen menggulingkan dinasti Kim Jong Un. Organisasi ini melambung namanya pada 2017 saat mengklaim memberi perlindungan kepada keponakan Kim Jong Un, yakni Kim Han Sol.

Han-sol adalah anak Kim Jong Nam; pria yang dibunuh menggunakan zat syaraf di bandara Malaysia; yang insidennya melibatkan warga Indonesia, Siti Aisyah, dan seorang perempuan Vietnam. Free Joseon diketahui melakukan vandalisme di tembok Kedutaan Korut di Kuala Lumpur saat sidang kasus pembunuhan Kim Jong Nam akan dimulai.

Postcomended   Trump Sangkal Sebut Istri Pangeran Harry "Nasty", Padahal Ada Rekamannya

Dalam pernyataan yang dirilis pada awal Maret 2019, kelompok ini mendeklarasikan diri sebagai pemerintahan sementara Korea Utara, dengan ikrar menggulingkan apa yang mereka sebut sistem penindasan oleh rezim Kim Jong Un.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top