Internasional

AS Tekan Lagi Sekutu-sekutunya Larang Huawei, Uni Eropa Galau

Share the knowledge

Ketika Cina sukses bikin galau negara-negara Barat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cb8_kXgdKaw)

Ketika Cina sukses bikin galau negara-negara Barat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cb8_kXgdKaw)

Bagai menyiram bensin pada bara api, Presiden AS meneken perintah eksekutif yang meningkatkan kampanye pemerintahannya melawan raksasa telekomunikasi Cina, Huawei. Penandatanganan ini meningkatkan tekanan AS pada para sekutunya untuk melarang 5G Huawei.
Amerika Serikat (AS) mengklaim, raksasa telekomunikasi Cina, Huawei, merupakan salah satu perusahaan paling penting di Cina, yang memiliki risiko memata-matai infrastruktur teknologi Barat, laman CNN melaporkan.

Langkah terbaru melawan perusahaan itu terjadi di tengah memburuknya perang dagang antara Beijing dan Washington, setelah pembicaraan diperkirakan akan membawa terobosan yang berantakan, menghasilkan miliaran dolar dalam tarif lebih lanjut dari kedua belah pihak.

Selama kunjungan baru-baru ini ke Inggris dan Jerman, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dengan nada ancaman memperingatkan bahwa mengizinkan Huawei ke dalam infrastruktur telekomunikasi negara-negara sekutunya itu, akan membuat AS “lebih sulit” bermitra dengan merek.

Postcomended   25 Januari dalam Sejarah: Uganda Jatuh ke Tangan Seorang Bengis yang Dituding Kanibal

Beberapa sekutu AS, terutama Australia dan Selandia Baru, telah lebih vokal mengikuti jejak Trump terkait Huawei, namun sekutu lainnya di Eropa, seperti dikutip dari CNN, lebih pendiam. Eropa khususnya terpecah tentang apakah akan melarang Huawei; pemimpin pasar untuk teknologi 5G yang diharapkan menjadi darah kehidupan ekonomi baru.

Uni Eropa Galau

Masalah Huawei, memotong ke jantung ketegangan antara keamanan dan kepentingan ekonomi ketika berurusan dengan pengaruh Cina. Sementara banyak negara di seluruh dunia berbagi kecurigaan bahkan permusuhan Washington terhadap Beijing, mereka tidak mau menerima pukulan ekonomi yang akan terjadi secara terpisah dari Cina.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, memecat sekretaris pertahanannya, Gavin Williamson, setelah dituduh sebagai sumber laporan berita bahwa Inggris sedang bersiap untuk memberikan Huawei akses ke bagian-bagian jaringan 5G negara itu.

Postcomended   Marvel Bakal Bikin Debut Film Superhero Muslim(ah)

Masalah Huawei telah memunculkan ketegangan baru di dalam Partai Konservatif May yang baru saja “terbebas” dari masalah Brexit yang pembicaraanya ditunda lagi sampai Oktober 2019.

May dan sekutu-sekutunya diyakini mendukung keterlibatan terbatas Huawei dalam infrastruktur jaringan Inggris, tetapi bukan larangan penuh. Ini berdasarkan saran dari GCHQ, badan intelijen Inggris, yang bertanggung jawab atas pengawasan komunikasi, yang telah menyarankan pemantauan ketat terhadap Huawei.

Sementara itu Prancis cenderung berada di dalam pagar. Presiden Emmanuel Macron termasuk yang mendorong para pemimpin Eropa lainnya untuk mengambil sikap yang lebih kuat terhadap Cina, di saat negara-negara Eropa lainnya lebih skeptis.

Benua ini diketahui juga menjadi tuan rumah bagi dua pesaing terbesar Huawei dalam hal teknologi 5G, yakni Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia.

Kanselir Jerman Angela Merkel sejauh ini menolak tunduk pada tekanan AS untuk melarang Huawei, meskipun penentangan terhadap keterlibatan perusahaan ini di Jerman tumbuh di antara sejumlah lini keamanan negara.***

Postcomended   Belanda Akan Menyetop Impor Organ Tubuh dari Perusahaan Amerika

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top