Nasional

Aset First Travel Rp 900 M Dirampas Negara, Tapi Tak Dikembalikan ke Jamaah

Share the knowledge

HEADLINE: Ketok Palu untuk 3 Bos First Travel, Bagaimana Nasib ... Liputan6.com Empat Calon Jemaah Korban Penipuan Dihadirkan dalam Sidang First Travel

HEADLINE: Ketok Palu untuk 3 Bos First Travel, Bagaimana Nasib … Liputan6.com Empat Calon Jemaah Korban Penipuan Dihadirkan dalam Sidang First Travel

Pengadilan Tinggi (PT) Bandung merampas aset agen umrah First Travel. Aset itu dikatakan didapat dari uang jemaah. First Travel dinilai terbukti menipu 63.310 calon jemaah umrah dengan uang yang berhasil mencapai Rp 905 miliar. Ini belum termasuk yang sudah terpakai untuk membiayai gaya hidup sang boss,  suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, dan adik Anniesa, Kiki.

Menanggapi hal tersebut, Andika menulis surat yang dititipkan kepada kuasa hukumnya, Ronny Setiawan. Dalam surat itu, seperti dilansir laman Detikcom, Andika menulis: “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Surat tersebut ditandatangani Andika pada 27 Agustus 2018. Isinya sebagai berikut:

Bismillahirohmanirohim
Kejaksaan, pengadilan mendzolimi saya. Aset saya dihilangkan. Negara merebut aset saya.
Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel.
Parahnya, proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapatkan bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah.
Saya rela mati demi terbongkarnya SKANDAL hukum ini.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Depok, 27 Agustus 2018
Andika Surachman

Andika menulis surat itu dari dalam selnya di Penjara Cilodong, Depok. Ketiga terpidana tersebut ditahan di sana sejak Desember 2017. Seperti diketahui, mereka dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (30/5/2018). Andika Surachman divonis penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar (bila denda tidak dibayar akan diganti 8 bulan kurungan).

Postcomended   Studi Harvard: Gaya Hidup Ini Paling Penting Jika Ingin Berumur Panjang

Sang istri divonis 18 tahun penjara dengan denda sama berikut konsekuensinya jika tak dbayar. Sementara itu Kiki (yang memiliki nama asli Siti Nuraida) divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar (bila tidak membayar denda, diganti 6 bulan kurungan).

Meskipun asset dirampas, namun Hakim di Pengadilan Negeri Depok saat membacakan pertimbangan dalam putusan bos First Travel pada 30 Mei lalu menolak mengembalikan kepada calon jemaah umrah yang menjadi korban. Alasannya jika dikembalikan akan terjadi ketidakpastian hukum.

Postcomended   Kotawaringin Barat Jadikan Pariwisata Sebagai Leading Sektor

Sebelumnya, Jaksa Heri Jerman meminta majelis hakim mengembalikan barang bukti terkait aset yang dimiliki bos First Travel yang bernilai Rp 8,8 miliar. Menurut Heri, barang bukti itu berupa uang tunai sekitar Rp 4,189 miliar dan USD 346.393. “Kalau dirupiahkan total semua Rp 8,8 miliar,” kata Heri, 7 Mei silam, dilansir laman Detikcom.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Depok menjatuhkan vonis kepada tiga bos PT First Travel. Mereka dinyatakan bersalah melakukan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam pembacaan vonis, majelis hakim menyatakan para terdakwa menawarkan promo umrah dengan biaya Rp 14,3 juta, padahal baik Andika, Anniesa, maupun Kiki sangat sadar bahwa biaya sebesar itu tak akan cukup untuk beribadah umrah.

Menurut pernyataan saksi dalam rangkaian persidangan sebelumnya, biaya yang seharusnya dibutuhkan untuk satu orang jemaah adalah Rp 20 juta. Kementerian Agama (Kemenag) pun telah menetapkan biaya umrah sebesar sekira Rp 21 juta.

Postcomended   Menikmati Indahnya Danau Toba dengan "Rumah Batak Terapung"

Dua hari pasca-vonis dijatuhkan, Anniesa yang sempat menangis di ruang sidang, dikabarkan ngedrop. Kuasa hukum Andika, Muhammad Akbar, kepada Jawa Pos mengatakan, keadaan Anniesa baik-baik saja. “(Tapi) Orang udah divonis pasti ada rasa sedih juga,” ungkap Akbar.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top