Mayoritas Warga Australia Setuju Pernikahan Sejenis VOA Indonesia1023 × 575Search by image Para pendukung suara 'Ya' dalam pemungutan suara untuk persamaan kesetaraan perkawinan merayakan kemenangan mereka

Mayoritas Warga Australia Setuju Pernikahan Sejenis VOA Indonesia1023 × 575Search by image Para pendukung suara ‘Ya’ dalam pemungutan suara untuk persamaan kesetaraan perkawinan merayakan kemenangan mereka

Perayaan meletus di seluruh Australia setelah survei nasional via pos menunjukkan dukungan untuk pernikahan sejenis. Hasil yang dirilis pada Rabu (15/11/2017) oleh Biro Statistik Australia mengungkapkan 61% warga Australia menyetujui pernikahan sejenis. Hanya 38% yang menentang. Voting ini menunjukkan, hampir semua negara Eropa dan yang menggunakan bahasa Inggris, mendukung pernikahan sejenis. Di Asia Tenggara, tercatat hanya Vietnam; negara komunis yang tak memiliki akar melarang atau tak melarang isu seksualitas, melegalkan pernikahan sejenis.

Berbagai atribut warna pelangi; bendera, payung, hingga asap yang ditembakkan ke udara, mengiringi gemuruh sorak sorai di pusat kota Melbourne setelah pengumuman tersebut. Di lokasi ini, ratusan orang berkumpul untuk mendengar hasil voting.

Postcomended   Diskriminasi Terduga Pelaku Pesta Seks Gay?

Ketika pasangan lesbian: Jane Mahoney (28) dan Josie Lennie (26) mendengar hasilnya, mereka berciuman di tengah massa, seperti juga dilakukan pasangan sejenis lainnya yang hadir di lokasi tersebut. “Kita perlu menabung dan mendapat banyak ide menyenangkan dari pernikahan gay lainnya,” kata mereka kepada CNN.

Tokoh-tokoh Australia pendukung menonjol legalisasi pernikahan sesama jenis merayakan keputusan tersebut. CEO Qantas, Alan Joyce, menari-nari di atas panggung di Sydney bersama penulis dan aktor Magda Szubanski. Mereka mendesak Turnbull untuk “melanjutkannya”.

Juara Olimpiade Australia, Ian Thorpe, memperingatkan politisi konservatif agar tidak menunda pengesahan undang-undang tersebut.

Parlemen Australia Tolak Referendum Pernikahan Sejenis : Okezone News Okezone News800 × 547Search by image

Parlemen Australia Tolak Referendum Pernikahan Sejenis : Okezone News Okezone News800 × 547Search by image

Lebih dari 12,7 juta orang di seluruh negeri, atau 79,5 persen dari populasi, mengambil bagian dalam survei tersebut. Semua negara bagian memilih “ya”.

Kampanye yang memungkinkan perkawinan sejenis di Australia telah lama dilakukan. Australia tergolong lama memutuskan ketika sebagian besar negara-negara berbahasa Inggris di seluruh dunia sudah melegalkannya, termasuk Amerika Serikat (AS) di era Presiden Barrack Obama.

Postcomended   Seruan Boikot: Starbucks Tegaskan Lagi Dukungan Kepada LGBT

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengatakan, ini merupakan respon luar biasa untuk disahkan sebelum Natal. “Sekarang terserah kita di sini di Parlemen Australia untuk melanjutkannya,” katanya kepada wartawan di ibukota Aistralia, Canberra.

Pemimpin Partai Buruh Oposisi, Bill Shorten, mengatakan kepada The Melbourne Rally, pemilihan via pos ini seharusnya tidak pernah terjadi. Namun Shorten tampaknya pasrah menerima kenyataan. “Yang ditunjukkan oleh survei kesetaraan perkawinan ini adalah bahwa cinta tanpa syarat selalu memiliki kata terakhir,” katanya.

Ian Thorpe bahkan tak perlu cemas karena para politisi konservatif di dalam parlemen Australia pun bersiap untuk bagaimana legalisasi pernikahan sejenis ini akan dilakukan.

Pada 26 Juni 2015, Mahkamah Agung AS telah melegalkan pernikahan sejenis; tonggak bersejarah bagi kaum LGBT dunia. Pasalnya putusan yang dilakukan negara adidaya ini diyakini dapat memengaruhi banyak negara melakukan keputusan serupa. Namun di AS sendiri hingga 2016 lalu, baru 13 negara bagian yang melegalkannya termasuk New York dan Washington DC.

Postcomended   Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Kriminalisasi Pelaku Zina

Dikutip situs Sindo, hingga 2016 tercatat sudah 22 negara, belum termasuk Australia, yang melegalkan pernikahan sejenis bahkan ada yang melegalkan secara penuh di seluruh wilayah negaranya.

Negara-negara tersebut adalah, Norwegia 1993, Belanda 1996, Belgia 2003, Spanyol 2005, kanada 2005, afsel 2006, swedia 2008, portugal 2009, meksiko 2009, islandia 2010, argentina 2010, uruguay 2010, selandiabaru 2013, prancis, denmark, inggris 2013, skotlandia 2014, Brasil 2013, Luksemburg 2014, Finlandia 2014, Irlandia 2015, dan Amerika Serikat 2015.***

Australia Akhirnya Legalkan Pernikahan Sejenis Fajar Online708 × 531Search by image

Australia Akhirnya Legalkan Pernikahan Sejenis Fajar Online708 × 531Search by image

Share the knowledge