Anti-vaxxer Kent Heckenlively smiles in a profile photo.Kent Heckenlively (credit: ABC)

Pentolan anti-vaksin dunia, Kent Heckenlively, ditolak masuk Australia oleh otoritas berwenang di sana, seperti dilaporkan ABC, Kamis (31/8/2017). Kent berencana mengunjungi Australia akhir tahun ini untuk satu tur internasional yang meminta orang tua berhenti memvaksinasi anak-anaknya. Kent adalah salah seorang yang percaya bahwa vaksinasi bertanggung jawab pada autisme. Donald Trump adalah salah seorang pendukung pemikiran ini.

Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton, membuat keputusan untuk menolak masuknya Kent, dengan mengatakan bahwa pandangannya tidak bisa diterima di Australia.

“Orang-orang ini yang mengatakan kepada orang tua bahwa anak-anak mereka tidak boleh divaksinasi, adalah orang-orang yang berbahaya,” katanya kepada stasiun radio Sydney, 2GB.

Juru bicara kesehatan partai Buruh, Catherine King, meminta pemerintah pekan lalu untuk melarang Kent masuk Australia. Dia menggambarkannya Kent sebagai “orang fanatik” yang berbahaya.

Postcomended   Saatnya untuk Berbaikan dengan Kolesterol

Dua juru kampanye anti-vaksinasi lainnya, Polly Tommey dan Suzanne Humphries, juga telah dilaporkan dilarang kembali ke Australia setelah menayangkan film kontroversial “Vaxxed: From Cover-Up to Catastrophe”. Film dokumenter ini mengaitkan vaksin campak-gondok-rubella dengan autisme.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, berulang kali mengritik pendukung anti-vaksinasi. Dia menekankan bahwa vaksinasi aman dan penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit.

Postcomended   From Aceh with Ganja: Ironisitas Tanah Syariah

Pejabat medis Australia, Profesor Brendan Murphy, mengatakan, penelitian yang menyebutkan bahwa autisme mungkin terkait dengan vaksin “benar-benar salah dan telah ditolak”.

 

Murphy mengatakan,  penyakit seperti polio yang sudah diberantas, bisa menyebar lagi jika tingkat imunisasi turun. “Imunisasi sangat aman, dan ini menyelamatkan nyawa,” tegas Murphy.

Untuk diketahui, Donald Trump, saat belum menjadi Presiden AS, bercuit di akun Twitter-nya, “menjajakan” teori yang menyatakan bahwa vaksinasi menyebabkan autisme. “Kombinasi inokulasi besar-besaran terhadap anak-anak kecil adalah penyebab peningkatan besar kasus autisme,” kicau Trump.

Postcomended   Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018

Ahli kesehatan, Dokter Richard Besser, Kepala Kesehatan ABC News dan editor medis, menyebutkan bahwa pernyataan Trump ini “memalukan”.***