Tips Agar Pengajuan Kartu Kredit BCA Anda disetujui UangTeman685 × 320Search by image kartu kredit bca

Tips Agar Pengajuan Kartu Kredit BCA Anda disetujui UangTeman685 × 320Search by image kartu kredit bca

Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada para pemilik kartu kredit dan kartu debit, agar memastikan kartu hanya digesek satu kali saat bertransaksi. Tujuannya adalah untuk menghindari penyalahgunaan, seperti misalnya penggandaan/duplikasi kartu. Hal ini disampaikan BI menyusul kasus pencurian data nasabah kartu kredit dan debit, saat bertransaksi di gerai The Body Shop Indonesia

Berdasarkan temuan, ada yang ketika bertransaksi kartu digesek pada mesin electronic data capture (EDC) hingga dua kali, ujar Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono. Saat berita ini diturunkan Jumat (29/3), BI masih sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Imbauan ini disampaikan BI terkait kasus penyalahgunaan kartu kredit dan kartu debit yang dialami nasabah Bank Mandiri, BCA, dan juga BNI. Setelah ditelusuri, Ini terjadi pada nasabah yang bertransaksi di gerai The Body Shop Indonesia. Penggesekan dua kali ini dilakukan pihak merchant dengan alasan untuk administrasi.

BI, Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), serta bank terkait, telah menemui pihak The Body Shop. Diketahuilah bahwa data kartu diduga dicuri di merchant The Body Shop karena adanya double swipe atau kartu digesek dua kali. �Latar belakang Body Shop melakukan double swipe adalah untuk kepentingan rekonsiliasi data transaksi melalui EDC, dengan pencatatan di sistem cash register, ” terang Kepala Grup Humas BI, Difi A Johansyah, Ahad (24/3).

Difi mengatakan, umumnya jika dilakukan penggesekan, data yang terekam dari kartu kredit adalah nomor kartu, expire date, dan Card Verification Value (CVV) berupa tiga angka di bagian belakang kartu kredit. “Sebenarnya yang diperlukan merchant hanya data nomor kartu, yang dapat diperoleh melalui input data/key in,” ujar Difi. Akan tetapi menurut pihak AKKI, praktik double swipe itu bukan penggesekan di mesin yang sama, melainkan setelah digesek ke mesin EDC kartu juga digesek pada alat lain untuk kepentingan merchant. General Manager AKKI, Steve Marta mengatakan, data hasil penggesekan kedua itu kemudian dimasukkan pihak tertentu ke dalam suatu jaringan kemudian disebarluaskan. “Ada penjahat di dalam jaringan itu,” ujarnya. Untuk pengamanan, kata Steve, industri akan membuat aturan apakah merchant boleh melakukan double swipe atau tidak. Sebagai tindak lanjut kasus ini, AKKI sudah menyurati sejumlah merchant yang diduga terlibat penyimpangan tersebut. Senior Vice President Consumer Cards Group Bank Mandiri, Boyke Yurista, mengatakan, pihaknya sudah melakukan tindakan pencegahan dengan memblokir sejumlah kartu debit dan kartu kredit yang berpotensi menjadi korban penggandaan kartu. Boyke memaparkan, kartu kredit yang diblokir berjumlah di bawah 20 kartu dengan nilai transaksi di bawah Rp 25 juta. Sedangkan kartu debit di bawah 100 kartu dengan nilai transaksi Rp 200 juta. Jumlah kartu kredit yang mengonfirmasikan terkena fraud tersebut, kata Boyke, tak banyak. Sebab, kartu Bank Mandiri sudah dilengkapi Europay-Mastercard-Visa (EMV) Compliance yang tidak lagi memakai magnetic stripe. Sementara itu Direktur Mikro dan Ritel Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, kartu yang diblokir hanyayang pernah bertransaksi di The Body Shop Indonesia. Kejahatan kartu kredit (fraud) ini terendus saat Bank Mandiri menemukan adanya transaksi mencurigakan. “Kartu yang biasa digunakan di Indonesia tiba-tiba dipakai untuk bertransaksi di Meksiko dan Amerika. Padahal setelah dicek ke nasabah, kartu-kartu itu tidak pernah digunakan di sana,” katanya.

Postcomended   Naik Trail, Khofifah Bawa Santunan Untuk Korban Meninggal Longsor Pangandaran

Kartu duplikat itu hanya bisa digunakan di negara-negara yang masih menggunakan sistem magnetic stripe. Di Indonesia, ada dua sistem yang digunakan pada kartu kredit, yaitu chip dan magnetic stripe. Penggunaan chip pada kartu kredit bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan kartu kredit. Adapun transaksi kartu kredit dengan magnetic stripe sebenarnya sudah dilarang. Sedangkan pada kartu debit, magnetic stripe ini baru dilarang mulai 1 Januari 2016.

Akibat kasus ini, Manajemen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menyatakan, nilai kerugian yang dialami tak sampai Rp 1 miliar. Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengungkapkan, kerugian nasabah itu sepenuhnya ditanggung bank.

Postcomended   #mudik2018 10 Destinasi Kota Jogja Yang Bisa Dikunjungi Dalam Sehari Saat Lebaran

Pihak The Body Shop yang diwakili Chief Financial Officer-nya, Jahja Wirawan Sudomo, mengatakan, jika ada karyawannya yang terbukti mencuri data nasabah, akan dipecat dan diserahkan ke kepolisian. Untuk mencegah kejadian serupa, The Body Shop tidak menerima pembayaran melalui kartu kredit dan debit. Berdasarkan laporan yang diterima dari perbankan, ada 30 data nasabah yang dicuri. Transaksi dilakukan sepanjang Maret 2013.

Berkaitan dengan terjadinya transaksi mencurigakan di luar negeri, sebagai produsen kartu alat pembayaran dunia, Visa mengaku sedang melakukan investigasi termasuk memantau jaringannya untuk menemukan kegiatan transaksi yang tidak wajar. Dalam siaran persnya Kamis (21/3), Visa bisa memastikan tidak menemukan kejanggalan pada sistem proses transaksi utama Visanet. Visa juga menganjurkan pemegang kartu untuk memantau rekening secara teratur, meneliti bukti-bukti transaksi, dan segera menginformasikan bank bila ada aktivitas tak wajar.

Postcomended   FPI dengan Branding Wonderful Indonesia Jadi Perhatian Bo Sang Umbrella Festival Thailand

Sebelumnya, BI meminta Visa bertanggung jawab terhadap kasus ini. “Dari informasi kami, di sistem kami tidak ada yang kena fraud. Ini memang data kartu kredit tersebut disalin dan disalahgunakan di luar negeri. Seharusnya Visa yang bertanggung jawab,” kata Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran BI, Boedi Armanto. BI mendata, hingga Februari 2013, penggunaan kartu kredit yang tidak sesuai ketentuan alias fraud mencapai 6.100 transaksi senlai Rp 7,5 miliar. Sedangkan total fraud kartu debet dan kredit sepanjang 2012 mencapai 24.363 transaksi senilai Rp 37,2 miliar.

Share the knowledge