Babi Terjelek di Dunia Masih Berkeliaran di Jawa | KASKUS Kaskus Babi Terjelek di Dunia Masih Berkeliaran di Jawa

Babi Terjelek di Dunia Masih Berkeliaran di Jawa | KASKUS Kaskus Babi Terjelek di Dunia Masih Berkeliaran di Jawa

Pulau Jawa masih sanggup “memelihara” kekayaan fauna langka yang terancam punah. Januari 2018 lalu, kamera para peneliti menangkap kemunculan “babi paling jelek di dunia”. Orang Jawa menyebutnya dengan nama “babi kutil”

(Sus verrucosus).

Para peneliti mengatakan, temuan ini menawarkan jendela ke spesies yang kurang dikenal yang diyakini berada di ambang kepunahan.

Menurut Kebun Binatang Chester yang berbasis di Inggris, jumlah babi kutil Jawa telah jatuh sejak awal 1980-an. Penyebabnya tak lain karena perburuan dan hilangnya habitat hutan. Disebut “babi kutil” karena di wajah mereka terdapat kutil; babi jantan bisa dibedakan dari ukuran kutilnya yang lebih besar.

Postcomended   Coba Yuk, Nikmati Destinasi Wisata Dan Kuliner Saat Festival Bakar Tongkang

Para peneliti Inggris dan Indonesia, seperti dilansir AFP, memasang kamera jebak di hutan Pulau Jawa dengan harapan dapat menangkap gambar makhluk yang sulit dipahami itu. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan tingkat populasi yang lebih jelas dan menemukan cara untuk meningkatkan konservasi “spesies-spesies yang sangat terancam”.

“Bahkan dikhawatirkan bahwa banyak, jika tidak semua, populasi telah punah sampai keberadaan mereka dikonfirmasi oleh kamera kebun binatang,” kata pihak kebun binatang ketika merilis gambar.

Penelitian ini dapat digunakan untuk menetapkan undang-undang perlindungan baru untuk spesies yang sepertinta saat ini tidak dilindungi oleh hukum Indonesia.

Postcomended   Demografi “Menua” di Jepang Bikin Pemerintah Pusing Tujuh keliling

Jenis babi yang hanya ditemukan di Jawa ini, kata kebun binatang, memiliki ukuran sama dengan babi hutan Eropa tetapi lebih ramping, dan memiliki kepala yang lebih panjang. “Babi jantan memiliki tiga pasang kutil yang besar di wajah mereka,” kata Johanna Rode-Margono, koordinator program lapangan Asia Tenggara Chester Zoo.

“Karakteristik inilah yang menyebabkan mereka diberi julukan sayang sebagai ‘babi paling jelek di dunia’. Tetapi tentu bagi kami dan peneliti kami, mereka agak cantik dan mengesankan.”***

Share the knowledge