Berapakah harga yang harus dibayar untuk Asian Games yang upacara pembukaannya disebut mendapat elu-elu dunia? Rp 24-30 triliun! Tapi jangan bete dulu. Dari keberhasilan penyelenggaraan acara ini secara keseluruhan, termasuk efeknya ke luar negeri, Indonesia disebut akan meraup keutungan ekonomi lebih besar. Seberapa besar?

Pada 2017, Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai melakukan rapat bersama Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) kepada wartawan menyebutkan rincian kasar pembiayaan Asian Games 2018 yang telah usai sekitar dua pekan lalu. Anggaran tersebut meliputi biaya penyelenggaraan, pembangunan infrastruktur, dan sarana transportasi pendukung Asian Games 2018.

Kalla menyebutkan, biaya untuk infrastruktur sekitar Rp 7 triliun, perbaikan di Palembang dan DKI Jakarta sekitar Rp 3 triliun, infrastruktur jangka panjang, seperti transportasi di Palembang Rp 7 triliun sedangkan di Jakarta Rp 10 triliun. “Total keseluruhannya bisa mencapai Rp 30 triliun,” ujar Kalla.

Sementara itu informasi lebih anyar dari yang langsung “memegang” dananya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebut angka yang lebih miring. Di akun Facebook-nya Sri menulis bahwa setidaknya dibutukan total dana sekitar Rp 24 triliun yang harus dikeduk dari kocek APBN 2015-2018.

Postcomended   Wisata di Dubai

Rinciannya sbb: penyelenggaraan Asian Games yang mencakup acara pembukaan, penyelenggaraan, hingga penuntasan penyelenggaraan Asian Games, mencapai sekitar Rp 8,2 triliun. Penyiapan/pembinaan atlet termasuk bonus atlet, pelatih, dan official, mencapai Rp 2,1 triliun. Biaya lainnya yang paling menguras kocek adalah untuk investasi sektor konstruksi sekitar Rp 13,7 triliun.

Dari jumlah spekta yang harus dirogoh itu, pemerintan tentu berharap penyelenggaraan Asian Games tak hanya sebatas balik modal, melainkan untung, yakni adanya ada efek berganda alias multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Sehabis menyelenggarakan Olimpiade 2012, Inggris atau setidaknya London sebagai kota penyelenggara, disebut berhasil mendulang sukses keuntungan ekonomi, Belajar dari London, Brasil berharap penyelenggaraan Olimpiade 2014 di Rio de Janeiro juga akan mendatangkan keuntungan ekonomi terhadap negerinya.

Hasil Studi terhadap Olimpiade mengungkap, Olimpiade akan menghasilkan 51,1 miliar dolar dalam perekonomian Brazil dari 2009 sampai 2027. Mereka memprediksi akan ada 55 sektor yang akan mendapatkan keuntungan. Misalnya saja sektor konstruksi yang diharapkan bisa tumbuh hingga 10,5 persen pada 2016. Real estate dan sewa rumah akan tumbuh mencapai 6,3 persen pada 2016, sector migas akan tumbuh mencapai 5,1 persen pada 2016.

Postcomended   Nikmati Sunset Sipinsur di Titik Finish Toba Cross Run 2017

Salah satu penyelenggara yang disebut sudah mendulang untung dari penyelenggaraan games olahraga adalah Beijing. Panitia Olimpiade Beijing 2008 disebut telah meraup untung Rp 1,5 triliun, ini belum termasuk dampak ekonomi secara keseluruhan.

Namun para penyelenggara “games” juga harus belajar dari Yunani. Negeri ini dibebani utang setelah jor-joran menggelar Olimpiade 2004 yang dananya jauh melampaui yang telah dianggarkan (9 miliar dollar AS). Enam tahun kemudian, negara ini dinyatakan bangkrut ketika pada saat jatuh tempo di 2015, mereka tidak bisa membayar hutang sebesar 1,7 miliar dollar AS.

Bagaimana dengan yang diharapkan Indonesia seusai menyelenggarakan Asian Games 2018? Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, memperkirakan total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018 terhadap ekonomi di Indonesia mencapai Rp 45,2 triliun.

Angka tersebut diperkirakan berasal dari pengeluaran para atlet dan pengunjung Asian Games, biaya akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, dan biaya belanja dan hiburan. Hitung-hitungan tersebut kata Bambang baru kajian awal. Dia memperkirakan dampak tidak langsung dan dampak setelah Asian Games ini akan lebih besar.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge