Bagaimana Melakukan Restrukturisasi Penyelamatan Bisnis dari Krisis Covid-19

Bagaimana Melakukan Restrukturisasi Penyelamatan Bisnis dari Krisis Covid-19

Ekonomi Stik
Share the knowledge

pabri.id – Pusat Advokasi Bisnis dan Restrukturisasi Indonesia,
pengacara restrukturisasi, pengacara utang piutang, kurator restrukturisasi
Ivan Garda 08170011973

 

Mengandalkan fasilitas Restrukturisasi dari pemerintah sangatlah tidak cukup. Karena program Restrukturisasi dari Pemerintah bersifat stimulus sehingga tidak mempunyai kemampuan komprehensif untuk melakukan penyelamatan sektor riil.
Pada saat ini pemerintah sendiri sedang berusaha keras merealisasikan stimulus yang diantaranya berupa insentif fiskal, nonfiskal, keuangan, insentif bantuan langsung pada masyaraka
t terbawah, dan insentif pariwisata selain tentunya insentif langsung pada dunia kesehatan.

Sedangkan stimulus restrukturisasi hanya berupa relaksasi relasi perbankan dengan debitornya sangat terbatas, diantaranya berupa penilaian status Debitor serta penyediaan dana tambahan berdasarkan ketepatan pembayaran pokok atau kredit sampai dengan Rp. 10 Milyar, sementara untuk kredit di atas Rp. 10 Milyar penilain status debitor tetap mengacu pada ketentuan yang telah ada.
Restrukturisasi dari Pemerintah hanya te
rkait relasi parsial Debitor Pengusaha dengan Lembaga keuangan perbankan dan non perbankan, sedangkan pada kenyataannya relasi usaha jauh lebih kompleks karena mencakup juga relasi supplier, karyawan, perbankan asing, dan relasi-relasi kewajiban lainnya. Jika diilustrasikan pada mobil yang mogok, pemerintah hanya memberi stimulus berupa pelumas saja, sedangkan bensin, perbaikan mesin dan sebagainya harus diupayakan secara mandiri.

Bukan berarti Restrukturisasi yang ditawarkan pemerintah harus diabaikan, sebaliknya harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan sepanjang sesuai dengan kebutuhan debitor. Namun tentu langkah inisiatif restrukturisasi dari Debitor secara mandiri jauh lebih signifikan dalam menyelamatkan usaha.

Dalam melakukan inisiatif restrukturisasi mandiri dapat digunakan cara nonlitigasi dan litigasi. Untuk Debitor yang relasi kewajibannya sederhana misalnya hanya memiliki satu kreditor saja maka cara nonlitigasi bisa sangat efektif dengan tunduk pada asas-asas KUHPerdata.
Sedangka
n untuk Debitor Pengusaha yang memiliki kewajiban yang kompleks terhadap para kreditor maka cara litigasi sangat diperlukan dengan memanfaatkan berbagai fasilitas perlindungan hukum dalam Undang-Undang Tahun 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (disingkat “UUPKPU”).
Untuk saatini UUPKPU merupakan undang-undang yang paling komprehensif memfasilitasi restrukturisasi kewajiban debitor pada kreditor.

Langkah pertama-tama yang harus dilakukan dalam melakukan restrukturisasi adalah melakukan penilaian kemampuan usaha yang selanjutnya dikomparasikan terhadap kewajiban-kewajiban yang ada. Restrukturisasi digunakan untuk menjembatani kemampuan usaha dengan kewajiban-kewajiban yang ada. Ketika restrukturisasi tidak mampu menjembatani kemampuan dengan kewajiban maka restrukturisasi tersebut akan gagal, dan perusahaan mengarah pada kebangkrutan.
Langkah berikutnya adalah mengaktualisasikan proyeksi tersebut dalam proposal yang diajukan pada para kreditor dengan tujuan agar utang da
pat terkendali. Restrukturisasi yang baik mengarahkan debitor menjadi pengendali utang, sebaliknya restrukturisasi yang tidak berkualitas  justru menempatkan posisi utang sebagai pengendali debitor.
Langkah formil terakhir adalah menuangkan hasil Restruktu
risasi tersebut dalam bentuk kesepakatan atau jika ditempuh metode litigasi menuangkan dalam bentuk putusan pengadilan. Langkah formil ini penting untuk menjamin adanya kepastian hukum atas restrukturisasi tersebut.

Langkah-langkah diatas memang tidak mudah  dimana diperlukan kemampuan hukum yang detail sekaligus kemampuan perhitungan Bisnis  yang cermat. Apalagi jika dibandingkan dengan krisis gigantik akibat covid-19  yang sudah dikategorikan bencana nasional. Namun saat ini tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan sektor usaha, dimana langkah restrukturisasi adalah langkah yang paling signifikan.

Ivan Garda – Advokat Restrukturisasi

Pusat Advokasi dan Restrukturisasi Bisnis Indonesia

Office

Cilandak Appartement and Sport Centre R. 105

Cilandak Town Square Area

Jl. TB Simatupang No.17

Jakarta Selatan  

HP 08170011973


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work