Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Bagi AS, Garda Revolusi Iran Tak Ada Bedanya dengan al-Qaidah dan ISIS #beritahariini

Share the knowledge

 Bumi Rakyat - WordPress.com ISIS – Anak Didik Imperialisme yang Kini Membangkang | Bumi Rakyat Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Bumi Rakyat – WordPress.com ISIS – Anak Didik Imperialisme yang Kini Membangkang | Bumi Rakyat Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Amerika Serikat (AS) menyebut Korps Pengawal Revolusi atau juga disebut Garda Revolusi Iran, sebagai organisasi teroris. Ini adalah pertama kalinya AS menetapkan entitas pemerintah lain sebagai organisasi teroris, tak ubahnya al-Qaidah dan ISIS.

Sikap AS ini dinilai dapat mendorong pembalasan dan mempersulit diplomat Amerika dan perwira militernya untuk bekerja dengan sekutu di wilayah tersebut, bahkan juga dapat membuka ratusan perusahaan asing dan eksekutif bisnis ke larangan perjalanan AS dan kemungkinan penuntutan atas pelanggaran sanksi.

“Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini –dipimpin oleh Departemen Luar Negeri– mengakui kenyataan bahwa Iran bukan hanya sponsor negara terorisme, tetapi bahwa IRGC (Iran’s Revolutionary Guard Corps/Garda Revolusi Iran) secara aktif berpartisipasi membiayai dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan,” kata Presiden AS, Donald Trump, Senin (8/4/2019), dilansir AP News.

Sekretaris Negara Mike Pompeo mengatakan, penunjukan itu dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, mengisolasinya lebih lanjut, dan mengalihkan beberapa sumber daya keuangan yang digunakannya untuk mendanai terorisme dan aktivitas militan di Timur Tengah dan sekitarnya.

Tetapi diakui orang dalam, di samping menimbulkan potensi pembalasan Iran, ini telah mempersulit keseimbangan yang rapuh untuk para personel AS di setidaknya dua negara kunci.

Dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonimitas menyebutkan, ada ekspresi kekhawatiran “serius” oleh pejabat senior pertahanan dan intelijen tentang kemungkinan pembalasan, serta efektivitasnya terhadap organisasi yang sudah dikenai sanksi.

Pompeo mengatakan langkah itu adalah bagian dari upaya untuk memberikan “tekanan maksimum” pada Iran untuk mengakhiri dukungannya terhadap plot teroris dan aktivitas militan yang mengganggu stabilitas Timur Tengah.

Berbicara kepada wartawan, Pompeo mengeluarkan daftar serangan yang berasal dari tahun 1980-an di mana AS bertanggung jawab atas Iran dan IRGC, dimulai dengan serangan terhadap barak Korps Marinir di Beirut, Lebanon pada tahun 1983.

Postcomended   Satu Kota Besar Setara Zaman Neolitik Digali di Yerusalem

Tidak ada keringanan atau pengecualian terhadap sanksi yang diumumkan ini, yang berarti pasukan dan diplomat AS dapat dilarang berbicara dengan otoritas Irak atau Libanon yang berhubungan dengan pejabat Garda atau pengganti.

Kontak semacam itu terjadi sekarang antara pejabat AS di Irak yang berurusan dengan milisi Syiah yang berafiliasi dengan Iran dan di Libanon, di mana gerakan Hizbullah yang didukung Iran berada di parlemen dan pemerintah.

Pentagon Prihatin

Pentagon dan badan-badan intelijen AS telah menyuarakan keprihatinan tentang dampak penudingan oleh Trump  ini jika langkah tersebut membuat terhambatnya kontak dengan pejabat asing lainnya yang mungkin telah bertemu atau berkomunikasi dengan personel Garda.

Kekhawatiran itu sebagian telah membuat pemerintah sebelum Trump tidak mengambil langkah, yang telah dipertimbangkan selama lebih dari satu dekade.

Penafsiran yang ketat terkait ketentuan “melarang dukungan material” kepada IRGC, akan membuat ratusan perusahaan dan eksekutif Eropa dalam risiko larangan perjalanan AS atau hukuman pidana selain membatasi kemampuan para pejabat Amerika untuk berurusan dengan rekan-rekan asing yang memiliki hubungan dengan Garda.

Anthony Rapa, seorang pengacara perdagangan internasional dan keamanan nasional dengan Kirkland dan Ellis mengatakan, penudingan itu menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan atau individu non-AS dapat dituntut karena terlibat dalam transaksi komersial dengan perusahaan Iran yang dikendalikan oleh IRGC.

Kritik terhadap kebijakan garis keras juga melihatnya sebagai awal dari konflik. “Langkah ini menutup pintu potensial lain untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran secara damai,” kata Trita Parsi, pendiri Dewan Nasional Iran-Amerika. “Setelah semua pintu ditutup, dan diplomasi dianggap mustahil, perang pada dasarnya akan menjadi tak terhindarkan.”

Postcomended   15 Mei dalam Sejarah: Rakyat Maluku Angkat Senjata, van den Berg Tewas

Aksi Keamanan Nasional (National Security Action), kelompok yang sebagian besar terdiri dari mantan pejabat pemerintahan era Obama, mengatakan, ini akan menempatkan pasukan AS dalam bahaya, dan membahayakan perjanjian nuklir tahun 2015 yang masih dipatuhi Iran.

“Kita perlu menyerukan langkah hari ini untuk apa itu: taktik berbahaya dan self-defeating lain yang membahayakan pasukan kita dan tidak melayani apa-apa selain tujuan pemerintahan Trump menghancurkan perjanjian Iran,” katanya.

Apa Itu Garda Revolusi Iran?

IRGC adalah organisasi paramiliter yang dibentuk setelah Revolusi Islam 1979 Iran untuk membela pemerintah, dan hanya bertanggung jawab pada pemimpin tertinggi Iran. Organisasi ini beroperasi secara independen; di luar lembaga militer regular Iran, dan memiliki kepentingan ekonomi yang luas di seluruh negeri.

AS memperkirakan organisasi ini dapat mengendalikan atau memiliki pengaruh signifikan hingga 50% dari ekonomi Iran, termasuk sektor non-militer seperti perbankan dan pengiriman.

Iran telah lama ditunjuk sebagai “sponsor negara atas terorisme” oleh AS. Departemen Luar Negeri AS saat ini menunjuk lebih dari 60 organisasi sebagai “organisasi teroris asing”, tetapi tidak satupun dari mke-60 itu merupakan entitas militer yang dikelola negara.

Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Agungnya balik menuding Komando Sentral AS yang juga dikenal sebagai CENTCOM, dan semua pasukannya sebagai teroris, dan menyebut AS sebagai “pendukung terorisme”.

Dewan ini mengecam keputusan AS sebagai “ilegal dan berbahaya”, dan mengatakan pemerintah AS akan bertanggung jawab atas semua “akibat berbahaya” dari keputusannya ini. Dewan membela IRGC dengan menyebutkan mereka telah berperang melawan ISIS, sebagai kekuatan melawan terorisme.

Komandan militer Amerika berencana memperingatkan pasukan AS yang tersisa di Irak, Suriah, dan di tempat lain di wilayah itu mengenai kemungkinan pembalasan. Selain dari Irak; di mana sekitar 5.200 tentara AS ditempatkan, dan Suriah; di mana terdapat sekitar 2.000 tentara AS, Armada ke-5 AS yang beroperasi di Teluk Persia dari pangkalannya di Bahrain, dan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, disebut berpotensi berisiko.

Postcomended   Penjualan Menurun, Apple Ambil Langkah Langka di Awal Tahun Ini

Utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, dan koordinator kontraterorisme Departemen Luar Negeri AS, Nathan Sales, mengatakan keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan badan-badan di seluruh pemerintah.

PM Israel Berterimakasih

Menanggapi hal ini, melalui cuiotan di akun Twitter-nya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berterimakasih kepada Trump: “Terima kasih, sahabatku, Presiden AS, Donald Trump. Terima kasih telah menjawab permintaan penting saya yang lain yang melayani kepentingan negara kita dan negara-negara di kawasan ini.”

Anggota DPR AS dari Texas, Michael McCaul, seorang Republikan terkemuka di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengatakan penudingan itu secara terbuka sengakhiri rumor IRGC sebagai bagian dari militer normal.

Kelompok orang Iran oposan, Dewan Nasional Perlawanan Iran, yang berbasis di Prancis, menyebut tudingan Trump ini sebagai “suatu keharusan bagi keamanan, perdamaian, dan stabilitas Timur Tengah, dan langkah yang mendesak dan perlu untuk mengakhiri perang dan terorisme di seluruh wilayah dan dunia.”***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top