Presiden Jokowi bertemu Raja Swedia menggunakan baju khas Betawi – http://foto.kompas.com/photo/detail/2017/05/22/1495454762-791bd49d-519/

Presiden Joko Widodo menyambut Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Istana Kepresidenan, Bogor, Senin (22/5/2017) siang. Dalam acara penyambutan tersebut, Presiden Jokowi menggunakan pakaian khas Betawi.

Presiden Jokowi menggunakan beskap hitam lengkap dengan rantai emas yang terpaut di antara kantung dan salah satu kancingnya. Pakaian bawahnya kain bercorak merah putih yang terjuntai sampai paha dipadu celana panjang hitam. Peci hitam tersemat di kepala sang presiden.

Sementara itu, Ibu Negara Iriana mengenakan kebaya, kain, dan selendang yang serba merah. Ia menenteng sebuah tas clutch berwarna hitam.

Tepat pukul pukul 11.30 WIB, Raja Gustaf serta sang ratu masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Limousine yang ditumpangi Raja berhenti tepat di sisi timur Istana. Di sana, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sudah menunggu. Setelah disambut di halaman Istana, Jokowi dan Iriana kemudian membawa Raja Gustaf serta sang ratu mengikuti prosesi upacara penyambutan dengan mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara dan upacara jajar pasukan.

Postcomended   Samsung, Perkasa di Tengah "Tradisi" Skandal Keluarga

Pakaian yang dikenakan Presiden Jokowi biasa disebut baju ujung serong, pakaian khas Betawi yang biasa digunakan oleh bangsawan. Pakaian itu adalah pakaian resmi yang di zaman dahulu hanya dikenakan oleh para demang. Kini, pakaian yang bernama baju ujung serong itu telah resmi digunakan sebagai pakaian PNS Pemda DKI Jakarta untuk hari-hari tertentu.

Baju ujung serong terdiri atas dalaman kemeja putih, jas tutup berwarna gelap, batik geometris yang dikenakan dipinggang sebatas lutut, dan celana pantolan yang warnanya sama dengan jas.

Adapun aksesoris pelengkapnya yaitu tutup kepala berupa kopiah, kuku macan, pisau raut atau senjata semacam badik yang diselipkan di pinggang, jam rantai untuk hiasan saku, serta alas kaki berupa sepatu pantopel. Baju ujung serong hanya dikenakan oleh para bangsawan pria, sementara untuk wanita digunakan varian baju yang sama dengan baju keseharian yaitu baju kurung, kain batik, selendang, dan kerudung, serta dilengkapi dengan pernik perhiasan emas mulai dari kalung, gelang, giwang, dan cincin.

Postcomended   Kim Jong Un Disebut "Sangat Gugup" atas Isu Rencana Pemenggalan Kepalanya

Meski secara historis suku Betawi bukanlah suku asli DKI Jakarta, kebudayaan dan adat istiadat dari suku ini semenjak dahulu terlanjur telah dikenal luas sebagai simbol atau ikon budaya Jakarta. Keputusan Presiden Jokowi menggunakan pakaian khas Betawi adalah sebuah pilihan yang tidak hanya bertujuan estetis, tetapi juga sebuah upaya untuk mengenalkan salahsatu kebudayaan Indonesia pada dunia.

Jokowi sempat mengajak Raja Gustaf untuk mengikuti upacara kenegaraan. Di upacara itu, lagu kebangsaan Swedia dan Indonesia Raya dikumandangkan oleh marching band Paspampres diiringi dengan letusan meriam sebanyak 21 kali. Baju ujung serong mengantarkan penandatanganan nota kesepahaman kedua negara dan pernyataan pers bersama.***

Postcomended   Aktor Nicholas Saputra Menghadang Pemotor yang Naik ke Trotoar

Share the knowledge