Memanjat Super Cepat Bak Spiderman! Atlet Panjat Tebing asal ... Tribun Jogja - Tribunnews.com Memanjat Super Cepat Bak Spiderman! Atlet Panjat Tebing asal Grobogan Jadi Jawara di Kejuaraan Dunia

Memanjat Super Cepat Bak Spiderman! Atlet Panjat Tebing asal … Tribun Jogja – Tribunnews.com Memanjat Super Cepat Bak Spiderman! Atlet Panjat Tebing asal Grobogan Jadi Jawara di Kejuaraan Dunia

Kabar membanggakan datang dari ajang Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018, yang diselenggarakan oleh Federasi Internasional Olah Raga Panjat Tebing (IFSC) di Chongqing, Cina. Dengan kecepatan memanjat yang memukau bak spiderwoman, atlet panjat tebing wanita Indonesia, Aries Susanti Rahayu, membuat Merah Putih berkibar untuk pertama kalinya di puncak tertinggi podium. Aries menyabet emas dengan mengalahkan atlet peringkat tiga dunia asal Rusia.

Situs resmi IFSC melaporkan, Indonesia, Jepang dan Rusia membawa pulang tiga medali Piala Dunia IFSC. Dalam perlombaan memperebutkan medali wanita untuk final kecepatan, di depan ribuan penonton yang memadati Huayan Climbing Park, Chongqing, Aries mengalahkan Elena Timofeeva (Rusia), dan meraih Piala Dunia IFSC pertamanya.

Aries mengalahkan Elena dengan catatan waktu 7,51 detik berbanding 9,01 detik. Catatan waktu yang diraih gadis asal Grobogan, Jawa Tengah, ini, hanya berselisih 0.05 detik dari rekor dunia yang dicetak pemanjat tebing berpengalaman Lulia Kaplina, yakni selama 7.46 detik.

Postcomended   Aplikasi Ini Akan Memaksa Anak Membaca Pesan dari Ortunya

Saat mengikuti Pelatnas panjat tebing, Aries sebenarnya pernah memecahkan rekor dunia tersebut dengan menorehkan catatan 6.96 detik di nomor speed. Diharapkan, catatan waktu saat latihan ini bisa menjadi patokan baru bagi Aries saat ajang Asian Games Agustus mendatang.

Di semifinal, rekan satu tim Indonesia, Puji Lestari, menyabet perunggu setelah kalah cepat dari Anna Tsyganova (Rusia). Puji menorehkan waktu 8,11 detik.

Postcomended   Minum 8 Gelas Sehari Ternyata Hanya Mitos (?)

Sedangkan di final kecepatan pria, Aspar Jaelolo menempati juara kedua dan menambahkan medali ketiga untuk Indonesia. Aspar kalah dari Dmitrii Timofeev dari Rusia yang tampil tanpa cacat di balapan terakhir. Dmitrii menang dengan catatan waktu 5,76 detik, sedangkan Aspar 6,80 detik.

Kenal Panjat Tebing Saat SMP

Aries Susanti Rahayu (kredit: Deskgram.org)

Aries (23) yang sebelum menyabet emas di Chongqing merupakan peringkat ke-13 dunia di nomor speed, sewaktu masih duduk di SD sebenarnya lebih menekuni atletik. Namun berubah haluan saat guru SMP-nya memperkenalkan olah raga panjat tebing.

“Kok ternyata ini menantang. Terus dari kecil juga memang sudah senang manjat-manjat pohon,” kisah bungsu dari tiga bersaudara itu, seperti dilansir situs Metrotvnews, Maret silam.

Ketekunannya menjajal panjat tebing membuahkan hasil dengan dipanggil masuk pelatnas usai menjuarai Kejurnas pada November 2017. Pelatih Timnas panjat tebing nomor speed, Hendra Basir, tertarik pada bakatnya.

Postcomended   Indonesia Nomor Wahid Gunakan Fitur "Stories" di Instagram

Untuk ajang Asian Games 2018 nanti, Aries dibebani untuk meraih target dua emas. Namun Aries yakin dia dan timnya bisa meraih itu. “Itu buat memacu diri sendiri untuk bisa membuktikan tim Indonesia bisa,” kata mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Semarang ini.(***/IFSC/metrotvnews/kompas)