Pangkalan Militer Baru, AS Tuding China Perkeruh Konflik Seruu utama - Barometer Berita Terkini300 × 300Search by image Bangun Pangkalan Militer Baru, AS Tuding China Perkeruh Konflik

Pangkalan Militer Baru, AS Tuding China Perkeruh Konflik Seruu utama – Barometer Berita Terkini300 × 300Search by image Bangun Pangkalan Militer Baru, AS Tuding China Perkeruh Konflik

Djibouti, satu negara kecil di ‘tanduk” Afrika. Biar kecil, negeri ini sanggup menampung lima hingga enam pangkalan militer negara lain. Setelah Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia, Spanyol, dan Jepang, Cina akhirnya menggelar pangkalan juga di sana. Negara lain yang menyusul membangun pangkalan serupa di Djibouti adalah Arab Saudi.

Selasa malam (11/07/17), seperti dilansir Kantor berita resmi Cina, Xinhua, kapal-kapal yang membawa personel militer Cina telah diberangkatkan dari Zhanjiang, Cina selatan, untuk mengoperasikan pangkalan pendukung di Djibouti. Pangkalan ini akan menjadi yang pertama bagi Cina di luar negeri.

Namun Cina berdalih, pangkalan yang mulai dibangun sejak 2016 ini bukan pangkalan militer, melainkan hanya akan ambil bagian dalam misi penjaga perdamaian dan kemanusiaan. Beijing menggambarkannya sebagai fasilitas logistik.

Xinhua juga melaporkan, keputusan membangun pangkalan tersebut adalah hasil “perundingan ramah, dan sesuai dengan kepentingan bersama rakyat dari kedua belah pihak”.

Pangkalan ini juga, sebut Xinhua, akan mendukung tugas-tugas Cina di luar negeri termasuk kerja sama militer, latihan gabungan, pengungsian dan perlindungan penyelamatan Cina dari situasi darurat di luar negeri, serta menjaga keamanan jalur pelayaran strategis internasional.

Postcomended   Pacari Muslim, Remaja Israel Tewas di Tangan Ayahnya

Satu komentar di halaman depan Harian Militer Cina menyebutkan antara lain bahwa Cina tidak akan melakukan ekspansionisme militer atau masuk ke dalam perlombaan senjata.

Djibouti terletak di pintu masuk selatan Laut Merah pada rute ke Terusan Suez. Negara kecil ini diapit Ethiopia, Eritrea dan Somalia. (http://m.dw.com/id/cina-kirim-pasukan-ke-pangkalan-militer-luar-negeri-pertama-di-djibouti/a-39653540).

Lokasi Djibouti memang strategis, yakni terletak di dekat rute pelayaran yang sibuk di Samudera Hindia. Negara ini juga dianggap stabil di kawasan yang pada umumnya bergolak.

Dalam tahun-tahun terakhir, Cina diketahui telah menggenjot investasi di Afrika. Pangkalan ini dinilai sebagai langkah Cina meningkatkan kehadirannya di benua hitam ini.

India yang perairannya terbuka ke Djibouti, khawatir atas peningkatan pengaruh negeri tirai bambu ini di kawasan Samudra Hindia.

Pada 2015, dalam KTT negara-negara Afrika, Cina berjanji akan mengucurkan dana investasi 60 miliar dollar AS atau sekitar Rp 802 triliun untuk pembangunan Afrika.

Jasa Cina pada Afrika

Afrika sepertinya tak bisa menafikan peran Cina dalam pembangunan di sana. Dana dan sumber daya manusia telah digelontorkan negeri ini untuk investasi di bidang pengadaan air bersih, listrik, hingga sektor kebutuhan dasar.

Postcomended   Gempa Magnitudo 6,3 di Semenanjung Korea Diduga Akibat Uji Coba Bom Hidrogen Korut

Investasi dalam bidang infrastruktur seperti jalur kereta, adalah paling menonjol. Jalur-jalur kereta ini diketahui telah terbentang di Angola, Nigeria, Tanzania, dan Zambia, juga yang menghubungan Djibouti dengan Addis Ababa, ibu kota Etiopia. Ini belum termasuk investasi Cina dalam bidang konstruksi dan perminyakan di benua itu.

Sebagai imbalannya, Afrika memasok Cina dengan sumber-sumber daya alam, mineral,.dan energi, yang menjadi kekayaannya. (http://internasional.kompas.com/read/2017/07/13/06414311/djibouti-dijadikan-pangkalan-militer-pertama-china-di-luar-negeri).

Cengkeraman Cina di Afrika, telah menjadi perbincangan panas di kalangan pengamat ekonomi dan keuangan dalam satu dekade ini. Pada 12 Desember tujuh tahun lalu, dalam pertemuan di Johannesburg, Afrika Selatan, para ekonom itu yakin Cina sudah mendominasi sejumlah sektor vital di Afrika. Kondisi ini mau tak mau membuat AS ketar-ketir.

Dikutip dari berita di Kompas.com, tujuh tahun lalu Bank Dunia mengatakan, Benua Afrika membutuhkan dana investasi 93 miliar dollar AS per tahun selama 10 tahun ke depan untuk infrastruktur. Rupanya Cina mengambil peluang ini.

Martyn Davies, Chief Executive Frontier Advisory, perusahaan yang bergerak khusus di pasar negara berkembang, di Johannesburg, memuji kehebatan Cina dalam memobilisasi kekuatan bisnis dan investasi di Afrika. Davies mengatakan, yang dilakukan Cina ini merupakan rencana skala besar yang strategis. “Semua pihak dikerahkan,” serunya.

Postcomended   Korea Utara Klaim Misilnya Bisa Ngebom Trump Tower

Cina bahkan bisa menghamburkan uang dengan mudah ke perusahaan atau badan usaha milik negara untuk proyek pertambangan dan infrastruktur di Afrika. Hal yang tidak terpikirkan oleh negara-negara Barat dan para kompetitor lokal.

Kecemasan AS atas ekspansi Cina di Afrika pernah dibocorkan WikiLeaks. Dalam dokumen yang bocor ini AS disebut khawatir atas semakin kuatnya pengaruh Cina di Afrika, meskpipun AS mengaku tidak mengkhawatirkan kekuatan militer Cina.

Spekulasi memang merebak di kalangan para pengamat ekonomi maupun militer. Ada yang menganggap bahwa Cina sekadar ingin mewujudkan kapitalisme otoriter di Afrika, namun ada juga yang berpendapat bahwa kapitalisme hanya pintu masuk untuk sesuatu yang lebih besar. ***(ra)