Top 5 Fashion E-commerce Websites That Change The Way You Shop Forbes1000 × 667Search by image

Top 5 Fashion E-commerce Websites That Change The Way You Shop Forbes1000 × 667Search by image

Lima tahun lalu, sektor e-commerce bukanlah bisnis yang dilirik. Sekarang dengan pertumbuhan dua digit setiap tahunnya, e-commerce tumbuh menjadi industri dengan dinamika cepat. Dengan melesatnya industri ini, pemain e-commerce tumbuh bak jamur dan mereka yang tidak kuat bersaing
harus gulung tikar. Namun, yang bertahan dan punya strategi tepat, bisa tumbuh sampai tiga digit setahun.

Dibanding ritel offline, proporsi sektor e-commerce baru di bawah 1%. Sebab itu, tidak ada kata slow down bagi para pemain. Bahkan, mereka harus berlari lebih kencang lagi. “Selama ini, pertumbuhan e-commerce pasti akan selalu dua digit, bahkan mungkin ada yang bisa menikmati sampai tiga digit. Para pemain sekarang berlomba-lomba menembus angka 30%,” kata CEO Alfacart Catherine Sutjahyo.

Ia menambahkan, sektor e-commerce di Indonesia baru masuk ke tahap perkenalan Apalagi, jika dibandingkan dengan negara seperti Tiongkok, Indonesia tertinggal puluhan kali lipat. Dengan kondisi negara berbentuk kepulauan, sektor e-commerce sangat cocok bagi masyarakat Indonesia.

Postcomended   16 November dalam Sejarah: Operasi Karpet Ajaib Terbangkan Yahudi Pertama ke Israel

Pernyataan Catherine diamini oleh CEO MatahariMall.com Hadi Wenas. Menurutnya, industri ini akan terus tumbuh minimal dua digit hingga bisa mencapai sekitar 39% per tahun. Hal ini lantaran berkat populasi negara ini yang besar yang membantu pertumbuhan e-commerce. Proporsi Indonesia di Asia Tenggara mencapai 32% dan diestimasi pada 2025 mendatang akan menjadi 52%. “Negara lain tumbuh cepat tapi mentok dalam waktu singkat. Indonesia railway-nya masih sangat panjang,” sambung Wenas.

Sementara, menurut CEO OLX Daniel Tumiwa, perkembangan e-commerce didorong oleh perkembangan smartphone, bukan lagi internet. Indikatornya cukup unik, yaitu orang Indonesia pemilik akun Facebook dan Instagram.

“Setelah mengenal media sosial, mereka inilah konsumen potensial e-commerce. Kemampuan berinteraksi di media sosial otomatis membuat mereka mengenal, bisa, dan sudah familiar dengan transaksi online,” jelas Daniel.

Tren dan Prospek

Lalu, bagaimana tren barang yang diperjualbelikan? Berdasarkan data Indonesia E-Commerce Association (iDEa), barang paling laris di industri e-commerce Indonesia ada tiga, mulai dari fesyen, gadget, sampai tiket perjalanan. Menurut ketua iDEa Aulia Marinto, yang punya prospek untuk terus tumbuh akan datang dari produk-produk elektronik di luar gadget, terutama rumah tangga. Selain produk baru, Aulia juga melihat perputaran barang bekas di platform online seperti OLX bisa menjadi salah satu driver e-commerce karena perputarannya dinilai sangat cepat.

Postcomended   Amazon tak Ingin Biarkan Alibaba Sendirian di Asia Tenggara

OLX yang merupakan platform e-commerce iklan baris untuk barang preloved, motor dan smartphone adalah bintangnya. Mobil dan properti pun masih banyak dicari. Sementara, barang-barang dengan tren musiman di OLX menjamur semisal penjual batu akik tahun lalu. Bahkan beberapa tahun lalu sempat ada yang menjual jenis tanaman dengan harga jutaan.

“Tahun 2016 adalah tahunnya burung. Banyak sekali yang listing burung, bisa sampai 200.000 penjual dengan harga bisa di atas Rp 100 juta. Saya sendiri tidak mengerti mengapa sangat mahal. Tapi, itu adalah tren di e-commerce. Tiap tahun ada tren baru dan kita lihat di 2017 nanti,” ungkap Daniel.

Share the knowledge