Internasional

Begini Jadinya Jika Tukang Kue di Amerika Menolak Pesanan Kue Pernikahan Gay #HariToleransiInternasional

Share the knowledge

Seperempat abad lamanya Jack Philips (62) dengan tenang menjalankan toko kue Masterpiece Cakeshop-nya di sebuah mal di pinggiran kota Denver, Amerika Serikat (AS). Ketenteramannya mendadak terganggu ketika pada 2012, satu pasangan gay memintanya membuatkan kue pernikahan.

Philips, dengan mengutip keyakinan agamanya, menolak permintaan mereka. Tidak terima diperlakukan begitu, pasangan gay tersebut melaporkan Philips ke Komisi Hak-hak Sipil AS yang berpihak pada mereka.

Namun kelegaan meliputi kalangan konservatif di Denver khususnya, ketika Philips akhirnya memenangkan kasus –walau baru sebagian– dari pengadilan tinggi.

Dilansir Associated Press (AS), kemenangan Phillips dianggap suar bagi kalangan konservatif yang takut bahwa perubahan menuju hak-hak gay bisa membuat mereka menjadi minoritas yang tertindas.

“Saya sangat bersyukur bahwa pengadilan melihat ketidakadilan yang ditimpakan pemerintah pada saya,” kata Phillips dalam sebuah pernyataan yang disampaikan para pengacaranya.

“Ini adalah hari yang luar biasa bagi keluarga kami, toko kami, dan bagi orang-orang dari semua agama, yang seharusnya tidak takut pada permusuhan (oleh) pemerintah, atau terhadap hukuman yang tidak adil. Keputusan hari ini membuat jelas bahwa toleransi harus datang secara dua arah,” imbuhnya.

Postcomended   Astronom Harvard: "Cerutu Misterius" Itu Mungkin Pesawat Alien yang Dikirim Selidiki Bumi

Hakim yang mengutip bias anti-agama di bagian Komisi Hak Sipil Colorado, mengatakan bahwa meremehkan keyakinan agama Phillips adalah tidak adil.

Tapi pengadilan berupaya tidak masuk ke masalah berkerikil tentang apakah orang dapat menghindari menyediakan layanan untuk pernikahan sesama jenis dengan alasan keyakinan agamanya.

Setelah keputusan turun, warga berdatangan ke toko kue Phillips; memeluknya. Di saat yang sama, telepon ucapan selamat mengalir tiada henti. Mereka memandang Philips sebagai pahlawan mereka.

Seorang pendukungnya membawa balon ucapan selamat ke toko roti Philips. Dia membandingkan keberanian Phillips dengan orang-orang yang menentang Perang Vietnam.

Kasus ini mencuat ketika pada 2012, Phillips kedatangan Charlie Craig dan Dave Mullins. Pasangan gay ini baru saja menikah di Massachusetts dan menginginkan kue untuk perayaan di pinggiran Lakewood.

Phillips mengatakan kepada mereka bahwa dia akan senang menjual produk-produk yang lain, tetapi dia tidak membuat kue untuk pernikahan pasangan gay.

Tersinggung atas alasan penolakan Philips, pasangan gay ini mengajukan keluhan kepada komisi hak sipil negara. Komisi pelat merah AS ini alih-alih bersikap adil, malah mengeluarkan larangan bagi Phillips untuk melakukan penolakan lagi dengan alasan serupa.

Postcomended   Ketika Supir Taksi Lulusan SD Terima Tantangan Mengobrol dalam Inggris: Balada Tarnedi

Phillips tak tinggal diam; dia melawan melalui Mahkamah Agung; suatu tindakan yang awalnya seperti tidak mungkin (bahkan di AS).

Pengacara Philips, Kristen Wagoner, mengatakan, untuk menghindari pertanggungjawaban di masa depan, Philips terpaksa berhenti membuat kue pernikahan. Dia mengalami penurunan omzet bisnis kuenya hingga 40 persen. Dia juga terpaksa memangkas jumlah staf toko bakery-nya 6-10 orang.

Kasusnya adalah satu dari sejumlah kasus sejenis lainnya ketika para profesional –produsen video, toko bunga, seniman grafis, dll– menolak menyediakan layanan untuk pernikahan sesama jenis. Kasus Phillips adalah yang pertama mencapai pengadilan tinggi.

Kasus ini telah membuat seorang tukang roti menjadi sorotan nasional. Pada November, tepat sebelum argumen dalam kasusnya terdengar hingga Washington, Phillips menggelar unjuk rasa di Colorado Christian University, tidak jauh dari toko rotinya.

Di tengah warga yang hadir, dengan canggung dia berkata, “Saya suka menggunakan kue sebagai kanvas. Salah satu bagian favorit saya adalah membuat kue pernikahan karena itu memungkinkan saya untuk menumpahkan kecintaan saya pada seni – melukis, mematung, menyiram– untuk menciptakan sesuatu yang indah dan unik untuk menandai awal dari sesuatu yang disakralkan oleh banyak orang.”

Postcomended   GRAND KEMANG JAKARTA Promo Spirit of Ramadan & Idul Fitri

Pada akhir dari ceramah lima menitnya di panggung unjuk rasanya itu, banyak warga mengerumuni Phillips, menyentuhnya, dan mendoakannya.(***/AP)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top