Internasional

Begini Nasib Juru Kamera Wanita yang Menendang Migran Suriah pada 2015

Share the knowledge

 Marko Djurica / Reuters

Osama Abdul Mohsen yang berusaha melepaskan diri dari hadangan polisi, dijegal Petra Laszlo sampai tersungkur Bersama anak yang digendongnya (Marko Djurica / Reuters)

Masih ingat jurnalis wanita yang menendang dan menjegal para migran yang berusaha melepaskan diri di perbatasan Hongaria-Serbia pada 8 September 2015? Aksinya yang terekam juru kamera lain dan menjadi viral di internet, telah menimbulkan kemarahan di media sosial di seluruh dunia, pasalnya dia tak hanya menendang orang dewasa melainkan juga anak-anak dan seorang ayah yang sedang menggendong anak kecil. Begini nasib sang juru kamera itu sekarang.

Memanasnya perang di Suriah pada 2015, telah memaksa warganya melarikan diri ke negara-negara lain. Dengan tujuan Eropa Barat, mereka melintasi negara-negara Balkan hingga tiba di Hongaria. Di titik perbatasan negara ini dengan Serbia, para migran berjubel melepaskan diri dari hadangan polisi Hongaria.

Ketika beberapa berhasil lolos dari hadangan barikade polisi, seorang juru kamera wanita bernama Petra Laszlo, tertangkap kamera wartawan Jerman seolah ikut membantu polisi menghadang para migran. Dia terlihat menjegal langkah seorang gadis kecil dan menendang seorang bapak yang menggendong anak kecil –yang belakangan diketahui sebagai pelatih sepak bola di Suriah.

Postcomended   Otak Remaja Perokok Ganja Tertinggal Tiga Tahun di Belakang Rekan-rekannya

Kontan saja aksinya menimbulkan gemuruh warganet di seluruh dunia. Warganet sampai membuat grup khusus yang membahas kejadian itu dengan tajuk “The Petra Laszlo Wall of Shame” (kelakuan memalukan Petra Laszlo). Reuters melaporkan, di Hongaria sendiri kata kunci “Laszlo menendang anak-anak” menjadi berita utama.

Akibat kelakuannya itu, seperti dilaporkan laman BBC pada 13 Januai 2017, Laszlo divonis hukuman percobaan tiga tahun. Dia juga dipecat dari pekerjaannya di stasiun televisi Hongaria sayap kanan, N1TV. Pengadilan di Kota Szeged, dekat perbatasan Serbia, menyatakan, Laszlo bersalah melakukan pelanggaran hukum setelah didengar keterangannya, yang disampaikan melalui jaringan video.

Laszlo sempat mengajukan banding. Di persidangan, Laszlo sesekali meneteskan air mata. Menurutnya, dia sudah menerima ancaman pembunuhan sejak insiden tersebut dan menjadi sasaran dari sebuah “kampanye kebencian”.

Postcomended   5 November dalam Sejarah: Khomeini Berpidato, Sebut AS sebagai "Setan Besar"

Laszlo Dibebaskan

Informasi terbaru mengenai nasib Laszlo, seperti dilansir laman BBC, Rabu (31/10/2018), Mahkamah Agung Hongaria telah membebaskan juru kamera tersebut. Namun pengadilan tinggi negara itu memutuskan, Selasa (30/10/2018) bahwa dia seharusnya dituduh melakukan pelanggaran ringan bukan tindak kriminal, dan membersihkan namanya. Meskipun begitu, dikatakan bahwa tindakannya yang telah menarik perhatian internasional “salah secara moral dan terlarang” namun tidak cukup parah untuk digolongkan sebagai kriminal.

Sementara itu, Osama Abdul Mohsen, bapak yang dijegal saat menggendong anaknya, Zaid, dilaporkan memperoleh suaka di Spanyol, dan ditawari bekerja sebagai pelatih sepak bola di Getafe. Saat di Suriah, Mohsen melatih tim divisi satu Al-Foutwa. “Saat kisah Mohsen dipublikasikan di surat kabar, kami merasa sangat prihatin dengan itu,” kata Presiden Cenafe, Miguel Angel Galan pada surat kabar Spanyo, El Pais, pada 18 September 2015. Tidakkah Mohsen seharusnya “berterimakasih” juga kepada Laszlo?***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top