Internasional

Belajar dari “Filosofi Monyet” ala Mahathir Mohamad

Share the knowledge

At 92+Mahathir Mohamad makes a comeback in GE-14 | Din Merican: the ... Din Merican - WordPress.com Image result for saifuddin abdullah and Dr.Mahathir

At 92+Mahathir Mohamad makes a comeback in GE-14 | Din Merican: the … Din Merican – WordPress.com Image result for saifuddin abdullah and Dr.Mahathir

Seperti tak punya pilihan lagi, Malaysia dalam pemilu yang digelar Rabu (9/5/2018), kembali memilih –meskipun tidak langsung– Mahathir Mohamad, yang merupakan kandidat perdana menteri dari koalisi partai oposisi. Bagaimanapun, ini mengejutkan karena Mahathir tak muda lagi untuk tak menyebut sangat tua. Juli mendatang, usianya akan menginjak 93. Bisakah seorang yang telah berusia sangat lanjut memimpin negara dengan benar, ketika orang kebanyakan akan mengalami hipertensi dan dementia.

Tak banyak memang, laporan yang menyebutkan tentang kondisi kesehatan Mahathir. Satu berita dilansir laman New Strait Times pada Desember 2017, yang menyebutkan, Mahathir tak bisa mengikuti suatu acara karena kondisi kesehatannya yang buruk. Namun dia disebut hanya terserang flu dan demam tinggi, dan diminta mengurangi pekerjaannya.

Sementara New York Times Februari silam menulis, Mahathir yang pernah memimpin Malaysia puluhan tahun dengan retorika tajam dan otokratis, telah berusia 92 dan dalam kondisi kesehatan yang lemah. Tapi dia ingin pekerjaan lamanya kembali.

Menariknya, isu usia tua dan kesehatan Mahathir tampak tak terlalu dipakai lawan politiknya untuk menjatuhkannya. Dilansir Bernama, Wakil PM malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, dalam konferensi pers yang digelar Minggu (6/5/2018), sekadar sesumbar bahwa pemilu 2018 akan menjadi yang pertama dan terakhir untuk Mahathir, terkait usia dan kesehatannya.

Postcomended   Amplop Raksasa Menyertai Pengumuman Trump bahwa KTT dengan Kim Dilanjut

Pada Januari 2017, situs Straits Times menulis, di usia yang akan menginjak 92, Mahathir hanya menunjukkan sedikit tanda penuaan, apalagi melambat. Dia bahkan disebut lebih aktif dari sebelumnya: menyebrangi negara untuk berkampanye dan berbicara menentang pemerintah yang pernah dia pimpin, dan bahkan menghadiri demonstrasi.

Meskipun mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 2003, dia mengatakan, “Saya tidak pernah benar-benar pensiun.” Aktivitas konstan ini membantunya tetap waspada secara mental. Dia juga berusaha mempertahankan berat badan antara 62-64 kg selama tiga dekade terakhir.

Dia mengatakan kepada The Sunday Times tentang penelitian baru-baru ini mengenai monyet yang melakukan diet rendah kalori rata-rata memiliki umur yang lebih panjang. “Mungkin, aku seperti monyet,” kata Mahathir.

Namun Mahathir mengakui dia memiliki masalah jantung dan pernah menderita radang paru-paru. “Saya memiliki periode ketika saya mendapatkan batuk yang buruk ketika paru-paru terinfeksi,” ungkapnya. Namun Mahathir menyatakan dia tidak merokok, tidak minum (alkohol), dan tidak makan terlalu banyak; hal-hal yang membebani organ hati.

Meskipun dia sempat meninggalkan politik aktif, kala itu dia tetap pergi ke kantor setiap hari. “Bagi saya, untuk mengatakan saya ingin pergi tidur dan pensiun dan mempersiapkan diri untuk hidup setelah mati, saya pikir itu sangat egois,” ujar Mahathir.

Postcomended   Vietnam Mengaku Miliki Vaksin Penawar Demam Babi Afrika, Pakar Meragukan

Usia Bertambah, Setiap hari Ada Sel Otak yang Mati
Mahathir mungkin agak anomali. Namun secara umum, saat usia bertambah ada sel otak yang mati setiap hari. Ini belum termasuk tekanan darah tinggi yang akrab dengan usia lanjut, terlebih Mahathir sendiri mengaku memiliki masalah jantung.

Dilansir madsci.org via laman Detik, kematian otak tidak dapat dicegah meski bisa diperlambat. Otak mengatur dan mengoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Diperkirakan, otak manusia terdiri dari 100 miliar sel otak (neuron) dan sekirar 1 triliun sel pendukung (glia) yang membantu neuron. Otak memiliki berat sekitar 1,4 kg (3 pound). Tapi setelah usia 20 tahun, secara alami orang akan kehilangan sekitar 1 gram massa otak per tahun.

Banyak faktor internal yang mempercepat dan memperbanyak kematian atau setidaknya merusak sel otak, terutama zat-zat kimia, obat-obatan dan makanan tertentu,

Ketamin, oksida nitrat (gas tertawa) dan inhalansia volatile (yang terkandung dalam lem, bensin dan thinner) dapat menyebabkan kematian sel otak sebesar 30 kali lipat dari tingkat normal atau hampir 300 ribu neuron per hari.

Postcomended   SUPER TRIP EXPLORE JAWA TIMUR

Selain itu, paparan asap rokok, alkohol, makanan cepat saji (junk food), dan obat-obatan terlarang juga dapat mempercepat dan memperbanyak kematian sel otak tiap harinya.

Untuk diketahui, kematian sel otak dapat menyebabkan penyakit terkait sel saraf seperti dementia (kepikunan), sindrom Asperger syndrome (ketidak mampuan berkomunikasi), trauma atau kerusakan batang otak (traumatic brain injury), down syndrome (keterbelakangan mental), Epilepsi, Autisme, ganguan jiwa, Alzheimer (penyakit disorientasi otak), Parkinson (kelainan otak kronis yang mengganggu pergerakan), Kelumpuhan, Kerusakan atau kematian sebagian otak (partial brain degenerative disorder), hingga Scizophrenia

Mungkin kebanyakan manusia harus belajar “filosofi Monyet” ala Mahathir Mohamad.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top