Internasional

Belanda Akan Akui Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai (Sekadar) Tempat Lahir Warga Palestina

Share the knowledge

 

Perumahan warga Israel di Tepi Barat yang tidak diakui Belanda. Belanda akan mengakui Tepi Barat sebagai tempat kelahiran warga Palestina yang lahir setelah pendirian negara Israel secara sepihak pada 1948 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=fSjWCRZIAZM)

Perumahan warga Israel di Tepi Barat yang tidak diakui Belanda. Belanda akan mengakui Tepi Barat sebagai tempat kelahiran warga Palestina yang lahir setelah pendirian negara Israel secara sepihak pada 1948 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=fSjWCRZIAZM)

Belanda membuat terobosan. Meskipun tidak mengakui negara Palestina, pemerintah Belanda akan mulai mengakui Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, termasuk Yerusalem Timur, sebagai tempat kelahiran resmi warga Palestina yang lahir di negara itu setelah pendirian Israel.

Sekretaris Negara Belanda Raymond Knops, di Den Haag, mengumumkan, akan mengakui wilayah Palestina sebagai asal mula kelahiran bagi mereka yang lahir setelah 15 Mei 1948, ketika Mandat Inggris secara resmi berakhir.

Menurut rilis Kementerian Dalam Negeri Belanda yang diterbitkan Sabtu (9/2/2019), Knops mengatakan Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki akan ditambahkan ke daftar wilayah yang diterima oleh catatan sipil Belanda.

Menurut pernyataan itu, Knops mencatat bahwa kategori baru ini sesuai dengan sudut pandang Belanda bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah-wilayah yang disebutkan itu, namun di sisi lain tetap menolak mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Dia mengatakan kategori baru ini mencerminkan ketentuan yang disepakati dalam Kesepakatan Damai Oslo yang ditandatangani antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina pada 1990-an dan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB berikutnya.

Satu-satunya pilihan yang sebelumnya tersedia untuk Palestina di Belanda adalah “Israel” dan “tidak diketahui”. Pilihan terakhir ditambahkan sebagai pilihan pada 2014 karena Palestina memprotes menempatkan “Israel” sebagai tempat kelahiran mereka.

Menurut kantor berita Belanda, Nos, keputusan itu diambil setelah seorang pria Belanda asal Palestina menuntut Belanda di depan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, menuntut haknya untuk mendaftar sebagai kelahiran Palestina, bukan sebagai Israel.

Setidaknya, Majelis Umum PBB dan 136 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Namun sebagian besar negara-negara anggota Uni Eropa telah menahan diri untuk turut mengakui sampai seseorang dinyatakan dalam kerangka perjanjian damai dengan Israel.***


Share the knowledge
To Top