Noa Jansma berselfie bersama para “catcaller”-nya (credit: screenshoot @dearcatcaller)

Noa Jansma, seorang pelajar Amsterdam, Belanda, berusia 20 tahun, sangat muak dengan celetukan-celetukan para laki-laki di jalanan saat dia melakukan kegiatan sehari-hari. Alih-alih lari menghindar, Noa malah menemukan metode berani untuk menghadapi “siulan-siulan” pelecehan tersebut atau yang dikenal dalam Inggris dengan istilah catcalling, yakni dengan berfoto selfie bersama para pria penggodanya itu.

#dearcatcallers "hmmmm you wanna kiss?"

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Sebagai bagian dari misinya untuk menyeimbangkan situasi tak nyaman di jalanan tersebut secara terbuka, Noa memilih berbagi foto di akun Instagram @DearCatcallers; akun yang tampaknya dibuat khusus oleh Noa.

“Saya tidak pernah tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang ‘menyiuli’ saya,” kata Noa kepada BBC Newsbeat. “Jika saya melawannya, situasi akan memanas, dan itu malah akan membuat saya benar-benar ketakutan.”

"Ey sexy Chiquita! A donde vas sola?/Ey sexygirl, Where are you going alone?" #dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Di akun itu, Noa berbagi foto selfie bersama para penggodanya, dilengkapi “transkrip” mengenai apa yang diucapkan para catcaller kepadanya, seperti, “Hmm, kamu ingin ciuman?” dan “Gadis seksi! Mau pergi ke mana? Dapatkah saya ikut denganmu?”

Postcomended   Aplikasi Ini Akan Memaksa Anak Membaca Pesan dari Ortunya

Saat pertama kali diberitakan oleh sejumlah media, akun @DearCatcaller telah mengumpulkan 155 ribu follower. Pada Senin (9/10/2017), jumlahnya sudah meningkat 120 ribu lebih follower. Komentarpun banjir. Mereka antara lain berdebat tentang Noa yang menarik secara fisik sehingga wajar saja digoda.

slowly following me 2 streets shouting "sexy!" and "wanna come in my car?" #dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Noa mengatakan, dia lebih fokus untuk membuat “pesan yang kuat” daripada untuk mempermalukan para pria catcaller tersebut. “Jika orang-orang ini meminta saya untuk mencabut fotonya dari Instagram, saya akan melakukannya karena saya tidak ingin menghancurkan hidup mereka,” katanya.

Postcomended   Anggita Diguyur Berbagai Materi oleh Patrialis Akbar

“Ini lebih seperti cermin; mereka masuk ke privasi saya di jalanan di depan umum, jadi saya masuk (juga) ke dalam privasi mereka,” kata Noa berusaha menjelaskan makna pembuatan akunnya ini.

Dari sekian foto selfie bersama pria yang meng-catcaller Noa, umumnya mereka menunjukkan wajah nyengir dan ikut berpose. Menurut Noa, hanya ada satu yang bertanya mengapa Noa ingin melakukan selfie dengannya. Saat dia diberitahu alasanya, pria iti kata Noa, setuju melakukannya.

Noa merencanakan admin akun ini akan diserahkan kepada wanita berbeda di seluruh dunia. Dia berharap ini akan menjadi kampanye kepada dunia bahwa bukan tanggung jawab para wanita saja mengenai bagaimana merespons tindak pelecehan (catcall) di jalanan.

#dearcatcallers "meisjeeeeee!" *gefluit* / Girlllllllll! *whistling*

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Wanita, kata Noa, tak seharusnya kebingungan mengatasi sendiri perasaan tak nyaman tersebut. Dengan proyek publik Noa ini, diharapkan para catcaller sadar bahwa hal itu tidak dapat diterima dalam segala situasi.(***/BBC/Cosmopolitan)

Postcomended   Lebih Suka "Inkwell" daripada "Valencia"? Anda Mungkin Depresi!