Ribuan Warga Baduy Meriahkan Tradisi ‘Seba Gede’ – Banten banten.co Banten.co – Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak berdatangan ke Kota Rangkasbitung untuk merayakan tradisi Seba di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, Jumat (28/4) petang. “Kami lebih...

Ribuan Warga Baduy Meriahkan Tradisi ‘Seba Gede’ – Banten banten.co Banten.co – Warga Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak berdatangan ke Kota Rangkasbitung untuk merayakan tradisi Seba di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, Jumat (28/4) petang. “Kami lebih…

Berwisata ke pantai ataupun tempat wisata yang sarat akan hiruk pikuk pastinya sudah menjadi hal yang umum dilakukan. Namun, pernahkan anda sempat berfikir untuk mengunjungi tempat wisata yang bisa dibilang sangat jauh dari jangkauan teknologi modern yang saat ini memang sedang menggila?


Jika anda tertantang untuk merasakan keseruan di lokasi wisata tersebut, kini saatnya anda berkunjung ke wisata desa Badui. Di lokasi ini, anda nantinya akan diajak untuk menelusuri ragam prinsip hidup masyarakatnya sembari menikmati pesona alam di lingkungan sekitar.
Perlu difahami bahwasannya, wisata desa Badui ini berlokasi di kaki Pegunungan Kendeng, Desa Kenekes tepatnya di kabupaten lebak, Rangkasbintung provinsi Banten. Disebutkan bahwa suku yang bermukim di wilayah ini ternyata memang sengaja menutup diri dari segala perkembangan teknologi yang ada di luar sana. Dengan mengisolasikan dirinya di tempat yang sangat terasing ini, pihak masyarakat setempat sangat memegang teguh atas adat istiadat masyarakat setempat yang berkembang dari zaman dahulu.
Bagi anda yang ingin mejelajahi dan merasakan keseruan berwisata di tempat wisata desa Badui ini, anda bisa memulai perjalanan dari stasiun tanah abang yang nantinya akan anda lanjutkan dengan menaiki kereta dengan jurusan rangkasbitung dengan durasi perjalanan selama 2 jam lamanya. Selanjutnya, perjalanan diteruskan ke lokasi dengan menaiki ELF yang bisa anda sewa dari stasiun Rangkasbitung.
Selama perjalanan ini, anda akan disuguhkan dengan pemandangan bukit dan jalan yang berkelok-kelok. Setiba di Cibeloger yang merupakan desa terdekat dengan Badui ini, anda akan disambut oleh dua patung yang menyerupai bentuk petani.
Sayangnya, perjalanan menuju tempat wisata desa Badui ini harus anda lanjutkan dengan berjalan kaki dari desa Cibeloger. Untuk rute yang dilewati juga sangatlah beragam dengan waktu tempuh yang juga tidaklah sama. Dalam hal ini, rata-rata para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini akan melewati rute Gajeboh dengan jarak perjalanan yang harus ditempuh sepanjang 11km dengan waktu tempuh setidaknya berkisar antara 3 – 6 jam perjalanan.
Namun, hal ini akan terbayar seutuhnya ketika anda telah sampai di lokasi suku Badui dalam. Di suku Badui dalam yang memang sangat berbeda dengan suku Badui luar yang masih menerima perkembangan teknologi sedikit demi sedikit ini, terbagi menjadi beberapa desa yaitu Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana.
Selama perjalanan ke wisata desa Badui ini, mulai dari Cibeloger, anda akan ditemani oleh beberapa orang yang akan menuntun anda untuk menjelajahi wilayah desa Cibeo. Jika anda merasa tidak kuat untuk membawa barang bawaan, anda bisa memanfaatkan jasa porter dengan membayar Rp 3000 saja. Selama perjalanan, disebutkan oleh pihak pengantar bahwa suku Badui dalam ini memang mempertahankan tradisinya dengan tidak diberlakukannya penggunaan shampoo atapun lainnya.
Jadi, keseluruhan yang dilakukan masih sangat erat kaitannya dengan alam. Selama di lokasi wisata desa Badui ini, anda akan bisa menyewa rumah sebesar rp 20,000 dengan pemandangan alamnya yang sangat asri. Tidak hanya itu saja, keramahan masyarakatnyapun juga patut untuk diacungi jempol. Bagaimana? Tertarik untuk berwisata ke sana?

Share the knowledge