Nasional

Beras Melimpah, Harga ke Konsumen Seharusnya Bisa Rp 8.500

Salah satu Gudang beras milik Bulog (foto: ANTARA/via Liputan6)

Salah satu Gudang beras milik Bulog (foto: ANTARA/via Liputan6)

Di tengah kondisi rupiah yang kehabisan tenaga akibat kalah bergulat dengan dolar, pemerintah mengumumkan bahwa mereka kelebihan stok beras. Pejabat terkait menargetkan, setiap hari harus ada 15 ribu ton yang didistribusikan ke masyarakat. Jika tidak, maka pemerintah berencana akan mengekspornya, sementara gudang pelat merah sudah penuh.

Direktur Bulog, Budi Waseso, mengatakan, produksi beras nasional saat ini sedang melimpah, dan akan tetap banyak hingga akhir tahun. Apalagi menurutnya, di beberapa tempat panen masih berlangsung.

Saking melimpahnya, pihaknya sampai kebingungan mencari gudang lain selain milik Bulog. Untuk mengatasinya, kata Budi, beras harus terdistribusikan sebanyak 15 ribu ton per hari selain ke pasar-pasar, juga untuk kebutuhan raskin dan bencan alam.  Jika tidak berhasil mendistribusikan sebanyak itu setiap hari, mengekspornya akan menjadi solusi.

Postcomended   Cabang-Cabang Olah Raga Ini Pertama Kali Dikompetisikan di Asian Games

“Kami terpaksa harus menyewa gudang,” kata Budi di sela menginspeksi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (14/8). “Dolar sekarang lagi mahal, dan itu (menumpuk beras) justru akan menjadi beban negara,” tambah mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini. Budi memperkirakan, ekspor beras bisa dilakukan hingga akhir tahun.

Di gudang Bulog saat ini, kata Budi, ada sekitar 2,4 juta ton beras yang rill, yang nyaris tak tersentuh. Menurutnya, kapasitas gudang Bulog sebenarnya mencapai 3 juta ton, namun ada beberapa lokasi yang harus diperbaiki sehingga hanya bias menampung 2,2 juta ton. Karena itu, ujarnya, sebanyak sekitar 500 ribu ton harus disimpan di luar gudang bulog. Budi lalu menyebut telah meminjam gudang TNI dan Polri.

Di tempat yang sama, Bulog bersama Kementerian Pertanian (Kementan) bersepakat menurunkan harga beras dari Bulog kepada pengecer seharga Rp 8.250 dengan harapan sampai ke tingkat pembeli Rp 8.500.

Postcomended   Ibukota RI Tak Akan Lagi di Pulau Jawa

Baik Budi maupun Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, stok beras dalam negeri melimpah sehingga tidak diperlukan impor. Hal ini dibuktikan dengan data stok yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang saat ini mencapai 47 ribu ton dan data Perum Bulog yakni pengadaan tahun 2018 mencapai 1,5 juta ton sehingga stok yang ada di gudang mencapai 2,8 juta ton.

Karenanya, Budi mempertanyakan ada apa dibalik kebijakan impor beras yang mencapai 2 juta ton di tahun ini. Dia menilai, jika itu dilakukan, terdapat keuntungan yang sangat besar yang diraup yakni mencapai Rp 1.400 per kg bila dibandingkan harga beras impor di tahun 2016.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top