Internasional

Berbicara di Gereja, Pemimpin “Nation of Islam” Sangkal Tudingan Facebook

Share the knowledge

Louis Farrakhan, kanan, dengan Pendeta Michael Pfleger yang mengundangnya berbicara di gerejanya setelah Facebook melarang akun Farrakhan katena dianggap anti-semit (sumber gambar: Ashlee Rezin/Chicago Sun-Times via AP/Associated Press, via https://www.dailyherald.com/article/20190509/news/305099842)

Louis Farrakhan, kanan, dengan Pendeta Michael Pfleger yang mengundangnya berbicara di gerejanya setelah Facebook melarang akun Farrakhan karena dianggap anti-semit (sumber gambar: Ashlee Rezin/Chicago Sun-Times via AP/Associated Press, via https://www.dailyherald.com/article/20190509/news/305099842)


Pemimpin gerakan “Nation of Islam”, Louis Farrakhan, akhirnya memberi reaksi atas tindakan Facebook yang melarang akunnya yang dianggap “berbahaya”. Pemilik nama asli Louis Eugene Wolcott ini
mengatakan, dia bukan pembenci Yahudi, bukan misoginis, bukan juga homofobik.

Pernyataan itu diungkapkannya saat berpidato di gereja Saint Sabina, gereja Katolik Roma, pada Kamis (9/5/2019), waktu Chicago, Amerika Serikat (AS), seperti dilaporkan laman AP News. Dalam pidatonya itu, Farrakhan menegaskan, orang-orang tidak boleh marah kepadanya jika “Saya berdiri di atas firman Tuhan.”

Farrakhan diundang untuk berbicara di gereja oleh Pendeta Michael Pfleger setelah Facebook melarang akunnya. Pelarangan juga dilakukan Facebook pada akun milik ahli teori konspirasi, Alex Jones, dan tokoh konservatif, Milo Yiannopoulos.

Facebook pada Kamis (2/5/2019) mengumumkan, mereka akan membersihkan platform-nya dari akun-akun yang dianggap berbahaya, termasuk milik ketiga tokoh tersebut, antara lain karena menggunakan bahasa anti-Semit.

Postcomended   Tarif Trump Bikin Harga Tak Masuk Akal, Ford Batalkan Impor Mobilnya Sendiri

Farrakhan mengatakan, mereka yang berpikir dia seorang pembenci, tidak mengenalnya dan tidak pernah berbicara dengannya. Dia mengatakan, mereka yang pada awalnya membencinya, kini datang untuk mencintainya.

Namun Farrakhan membenarkan istilah “berbahaya” yang disebut pihak Facebook, karena apa yang dia katakan dapat diteliti oleh para pendengarnya. “Media sosial Anda bertemu saya malam ini. Saya memohon kepada penguasa, biarlah kebenaran diajarkan,” katanya.

Keuskupan Agung Chicago mengaku tidak terlibat atas keputusan Pendeta Pfleger yang mengundang Farrakhan ke Gereja Katolik tersebut. Pfleger, kata pihak keuskupan, tidak berkonsultasi dengan Kardinal Blase Cupich atau pejabat keuskupan lain sebelum memperpanjang undangan.

“Tidak ada tempat dalam kehidupan Amerika untuk retorika diskriminatif dalam bentuk apa pun,” kata Keuskupan Agung dalam sebuah pernyataan. “Pada saat kejahatan rasial sedang meningkat, ketika orang-orang beragama dibunuh di tempat ibadah mereka, kami tidak dapat menyetujui pidato apa pun yang merendahkan manusia berdasarkan etnis, kepercayaan agama, status ekonomi, atau negara asal.”

Farrakhan mencatat bahwa pendahulu Cupich, Kardinal Francis George, mengunjunginya di rumahnya dan makan malam dengannya, dan ia bertemu dengan Kardinal Chicago, Joseph Bernardin.

Postcomended   Studi yang Disponsori Harley Davidson: Bersepeda Motor Kurangi Stres dan Tingkatkan Kewaspadaan

“Bagi mereka yang marah tentang aku karena datang ke St. Sabina, berapa banyak yang akan marah padaku ketika bertemu dengan Kardinal George dan dengan kardinal sebelumnya,” katanya. “Kebencian semacam itu adalah kegilaan.”

Pfleger membela undangannya pada Farrakhan, dengan mengatakan dia mereaksi larangan Facebook sebagai seorang pembela kebebasan berbicara. Beberapa jam sebelum Farrakhan dijadwalkan untuk berbicara, pejabat Museum Holocaust Illinois berbicara menentang Pfleger karena “memberi panggung untuk kebencian”.

Pimpinan museum yang juga seorang penyintas holokaus, Fritzie Fritzshall, mengatakan, ketika para pemimpin masyarakat seperti Pfleger menyediakan panggung untuk fanatisme dan antisemitisme, itu meningkatkan ancaman terhadap semua umat manusia.

Farrakhan telah dicap sebagai ekstremis oleh Liga Anti-Pencemaran Nama Baik dan Pusat Hukum Kemiskinan Selatan karena diduga membuat komentar anti-Semit, anti-kulit putih, dan anti-gay. Facebook mengatakan pihaknya selalu melarang orang atau kelompok yang menyatakan misi kekerasan atau kebencian atau terlibat dalam tindakan kebencian atau kekerasan, terlepas dari ideologi politik.

Dikutip dari Wikipedia, Nation of Islam adalah sebuah gerakan keagamaan sinkretik. Didirikan di Detroit, Michigan, AS, oleh Wallace Fard Muhammad pada Juli 1930. Sasarannya terutama adalah untuk memperbaiki kondisi spiritual, mental, sosial, dan ekonomi dari orang-orang Afrika-Amerika di AS.

Postcomended   Inggris Bakal Paksa Para Bos Jejaring Sosial Bertanggung Jawab atas Konten Berbahaya di Platform-nya

Organisasi ini sempat dibubarkan oleh Warith Deen Muhammad yang kemudian membentuk gerakan Islam ortodoks, namun didirikan lagi oleh Farrakhan pada 1981. Pemilik nama asli (sebelum amsuk islam) Louis Eugene Wolcott ini lalu memulai dengan mengakuisisi kembali markas besar NOI, Masjid Maryam, dan kembali membuka lebih dari 130 masjid di seluruh AS bahkan dunia.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top