aaaaa-5a56ed645e13737db411b462.jpg

aaaaa-5a56ed645e13737db411b462.jpg

Prefektur Mie merupakan salah satu prefektur di Jepang yang letaknya berdekatan dengan Nagoya, Osaka dan Kyoto. Menyajikan berbagai macam wisata mulai dari wisata religi di Kuil Ise Jing yang terkenal, wisata alam dan kebun bunga di Hokusei, sampai dengan wisata budayanya yang unik di salah satu semenanjung Mie.

Jepang saat ini ternyata sedang gencar mengadakan promosi wisata bagi para wisatawan muslim. Salah satunya wisata yang berada di daerah Hachiman Prefektur Mie ini. Di Hachiman Prefektur Mie ini terdapat para penyelam wanita yang disebut dengan ‘Ama’. (wanita penyelam), merupakan sebuah profesi yang sudah dilakukan sejak lama, bahkan tercatat dalam sejarah yaitu pada sebuah literatur di abad ke-7. Namun saat ini hanya berada di wilayah Mie, Iwate dan Prefektur Ishikawa saja.

Ama sendiri artinya adalah wanita laut dalam bahasa Jepang. Ama-san berarti woman divers yang merupakan salah satu aset budaya di Hachiman. Jadi, Ama-san ini adalah wanita-wanita pemburu kerang dengan cara tradisional yang memiliki teknik kemampuan pernapasan yang luar bisa karena bisa menyelam selama satu menit. Ama-san ini juga merupakan salah satu pendukung sustainable fishery karena selain cara mengambil kerang (terkadang mereka juga mengambil ikan, gurita, dan rumput laut) tidak menggunakan cara yang merusak seperti bom, mereka juga memiliki waktu yang ketat untuk berburu demi menghindari overfishing.

Postcomended   Genjot Wisman Tiongkok, Menpar Arief Yahya Tebar Pesona Indonesia di INAWEEK Shanghai 2018.

Kini, untuk melestarikan kebudayaan ini, Ama menjadi salah satu tourist attraction di Hachiman yang selain karena unik, juga sebagai pembelajaran mengenai pemanfaatan hasil laut yang ramah lingkungan. Ama-san juga disebut-sebut sebagai pekerjaan tertua bagi wanita di Jepang (sebagian besar Ama-san adalah wanita). Rata-rata usia para Ama-san berumur 70 hingga 82 tahun, namun jangan salah usia boleh tua tapi kelincahan dan kegesitan seakan masih berusia 60 tahun. Para Ama-san ini memang awet muda karena mereka banyak terkena mineral dari laut dan rumput laut.

aa-5a56ed59cf01b46feb437644.jpg
aa-5a56ed59cf01b46feb437644.jpg

Kota Hachiman di Prefektur Mie ini masih sangat melestarikan profesi Ama. Saat ini tercatat masih ada 1,000 perempuan yang menjadi Ama disana, angka tersebut diperkirakan mewakili setengah jumlah Ama yang ada di Jepang sekarang ini. Prefektur Mie dikenal juga sebagai tempat berkembangnya budaya Ama. Bagi kamu yang ingin mengunjungi para amas-an, kini amagoya (pondok untuk para penyelam ama) dibuka untuk umum, bahkan bagi wisatawan muslim yang berkunjung wisata di Hachiman ini adalah pilihan yang tepat.

Di gubuk ama-san, para wisatawan dapat melihat secara langsung keunikan kehidupan para ama-san ini, mengenai profesi, budaya, dan kehidupan mereka. Seafood-nya fresh, hasil tangkapannya Ama-san, dan dimasak langsung di bara api di depan pengunjung.
Untuk menu yang ditawarkan di wisata ini adalah halal meski memang belum halal certified, tapi mereka memastikan bahwa menu yang ditawarkan adalah full seafood dan tidak  mengandung alkohol termasuk mirin. Mulai dari oyster, Ise Lobster, sashimi, scallops, hingga hijiki (sejenis rumput laut yang dimasak dengan rasa agak sedikit manis).

Share the knowledge