Nyonya Meneer - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Wikipedia249 × 322Search by image Sejarah awal berdirinya perusahaan jamu[sunting | sunting sumber]

Nyonya Meneer – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Wikipedia249 × 322Search by image Sejarah awal berdirinya perusahaan jamu[sunting | sunting sumber]

Berdiri sejak 1919, Nyonya Meneer akhirnya tumbang juga. Padahal tinggal dua tahun lagi untuk menuju satu abad berdiri. Pada Kamis, 3 Agustus 2017, perusahaan jamu legendaris ini dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Negeri Semarang. Sang Presdir, Charles Saerang, heran. Dia merasa perusahaan cukup sehat.

Perusahaan jamu yang memiliki slogan yang mungkin paling banyak dicandakan oleh seluruh negeri tersebut, dinyatakan pailit dalam pengadilan yang dipimpin Hakim Nani Indrawati.

Dikutip dari Detikcom, vonis itu diambil setelah perusahaan ini digugat kreditor asal Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso. Nyonya Meneer dinyatakan terbukti tidak sanggup membayar utang sesuai waktu yang ditetapkan dalam proposal perdamaian yang disahkan hakim di Pengadilan Niaga Semarang pada 8 Juni 2015.

Waktu itu, debitor (Nyonya Meneer) dan 35 kreditornya setuju menunda pembayaran utang. Namun sampai waktu yang ditetapkan, Nyonya Meneer hanya sanggup membayar utang kepada Hendrianto sebesar Rp 118 juta dari total utang Rp 7,04 miliar.

Postcomended   Narkoba Zombie Sudah Masuk Indonesia #Flakka #highasfuck

Sudah sejak lama, yakni sejak 1984 hingga 2000, Nyonya Meneer digoyang sengketa perebutan antarkeluarga. Hakim Anggota, Wismonoto, seperti diberitakan Merdeka.com, menjelaskan, setelah dinyatakan pailit, aset yang dimiliki Nyonya Meneer akan dibekukan untuk kemudian dikelola kurator. Kurator ini akan mendata jumlah utang yang harus dilunasi debitor.

Nyonya Meneer sendiri adalah sosok dari pendiri perusahaan jamu ini yakni Lauw Ping Nio. Alkisah, saat Lauw Ping Nio masih di dalam kandungan, sang ibu ngidam beras sisa atau yang biasa disebut menir oleh orang Jawa.

Karena itulah sang Ibu kemudian menjuluki Lauw Ping Nio, Menir. Dipengaruhi era penjajahan Belanda, ditulislah kata menir ini menjadi meneer.

Lauw Ping Nio alias Nyonya Meneer lahir di kota Sidoarjo, Jawa Timur, pada 1893. Setelah menikah, dia bersama suaminya pindah ke Kota Semarang. Di Semarang, suaminya sering sakit. Rupanya Lauw Ping Nio memiliki resep membuat jamu turun temurun dan mengobati suaminya dengan jamu buatannya.

Postcomended   Di-endorse First Travel, Dua Artis ini Harus Siap Bolak-balik Kantor Polisi

Tanpa disangka penyakit suaminya sembuh dengan jamu racikannya itu. Lauw Ping Nio pun mulai sering membuatkan racikan jamu untuk orang-orang di sekitarnya, termasuk tetangga, yang mengalami demam, sakit kepala, masuk angin, dan penyakit ringan lainnya.

Dari sinilah Lau Ping Nio memulai usaha pabrik jamu yang terus membesar. Pada 1919 perusahan jamu ini resmi diberi nama dengan mencuplik nama julukannya, yang dipadukan potret sang Nyonya, yakni Jamu Cap Potret Nyonya Meneer.

Pabrik jamu ini pernah menjadi yang terbesar di Indonesia. Pangsa pasarnya merambah tiga benua yaitu Asia, Eropa, dan Amerika. Masa keemasannya tercapai pada 1990-an. Namun itu terjadi disela krisis operasional antara 1984-2000 akibat perebutan kekuasaan, hingga sempat dibawa ke meja hijau.

Untuk mengakhiri perebutan kekuasaan, operasional perusahaan yang saat itu dipegang lima cucu Lau Ping Nio, akhirnya diambil oleh salah seorangnya yakni Charles Ong Saerang dengan membeli jatah warisan mereka. Krisis pun sempat mereda. Charles kini diketahui menjabat Presiden Direktur PT Nyonya Meneer.

Postcomended   Mitos Suleten Bikin Sungai di Jatim Dicemari Tiga Juta Popok Bayi Sehari

Namun rupanya dalam perjalanannya perusahaan ini dibebani utang hingga puluhan miliar rupiah kepada 35 kreditor, hingga akhirnya perusahaan dinyatakan pailit karena tak sanggup membayar utang tersebut.

Pada Jumat (4/8/2017), Charles Saerang, kepada Kumparan menyatakan kaget atas putusan itu. “Saya juga bingung karena permintaan banyak, order banyak, kondisi pasar berkembang. Sayang dong, tahu-tahu dipailitkan. Itu pertanyaan saya, kan perusahaan masih sehat.”

Atas keputusan pengadilan tersebut, Charles mengatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum. Apakah Nyonya Meneer sanggup berdiri lagi? Kita lihat saja nanti.***(ra)