Internasional

Beri Penghargaan kepada Steve Irwin, Google Dikecam PETA Namun Warganet Balik Kecam PETA

Share the knowledge

 

Google Doodle untuk merayakan hari ulang tahun pegiat lingkungan Steve Irwin (almarhum) ini dikecam kelompok advokasi satwa (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6lWTS7DkFCI)

Google Doodle untuk merayakan hari ulang tahun pegiat lingkungan Steve Irwin (almarhum) ini dikecam kelompok advokasi satwa (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=6lWTS7DkFCI)

Ingat Steve Irwin, pegiat lingkungan yang pernah menuai kontroversi karena memberi makan buaya sambil menenteng anaknya yang baru lahir, dan yang kemudian meninggal karena disengat ikan pari?  Google merayakan ulang tahunnya dengan membuatkan Google doodle. Itikad Google ini rupanya memancing kecaman kelompok advokasi binatang. Namun warganet balik mengecam kelompok ini.

 

Kelompok advokasi hak-hak binatang, PETA, dikecam pengguna Twitter setelah mengeluarkan pernyataan tentang pesan berbahaya di balik penghargaan ulang tahun Google kepada almarhum Steve Irwin. Kelompok itu mengritik cara Irwin meninggal, dan mengatakan almahum Irwin telah melecehkan hewan yang membunuhnya tersebut.

Kritik tersebut, dibagikan di akun Twitter PETA, Jumat ( 22/2/2019). Kelompok ini dalam cuitannya mengkritik “Google Doodle of Irwin”, yang menghiasi halaman pencarian Google pada hari yang sama. mereka menulis: “#SteveIrwin terbunuh saat melecehkan ikan pari; dia menggantung bayinya sambil memberi makan buaya & bergulat dengan binatang liar tanpa sebab.”

“#GoogleDoodle hari ini mengirim pesan yang berbahaya dan menjilat. Hewan liar berhak ditinggal sendirian di habitat alami mereka,” seru PETA dalam cuitannya, seperti dilaporka laman Newsweek. Akan tetapi kritik PETA itu rupanya menuai amarah pengguna Twitter.

Postcomended   Waspadalah, Serangan "WannaCry" Berikutnya Mungkin Lebih Besar

Wartawan Fox News, Caleb Parke, merefleksikan pengaruh Irwin di masa kecilnya. “Sebagai catatan, Steve Irwin adalah pahlawan masa kecil saya, dan saya menangis di latihan sepak bola ketika saya tahu dia meninggal. Dia sangat menginspirasi saya –cintanya untuk kehidupan, untuk hewan, untuk orang-orang, dan untuk dunia ini,” kicau Parke.

Warganet lain menunjukkan hal-hal positif yang dilakukan Irwin dan keluarganya, dan terus dilakukan, untuk satwa liar. “Di mana habitat Anda untuk menyelamatkan hewan?” tanya koresponden politik Kambree Kawahine Koa.

Postcomended   Twitter Bakal Hapus Cuitan Tidak Manusiawi yang Menyasar Kelompok Agama

“Kamu punya cagar alam di mana saja? Apakah Anda memiliki 1.000 hektar yang melindungi hewan dari kepunahan? Steve Irwin menghabiskan seluruh hidupnya ingin menyelamatkan hewan. Kamu semua menjadi ‘semakin’ menyedihkan. Benar-benar buaya,” tulis Koa.

PETA bergeming. Menurut mereka, tindakan Irwin tidak tepat sasaran dengan pesannya yang seharusnya melindungi satwa liar.  Organisasi itu juga mengatakan Irwin mengeksploitasi hewan-hewan yang masih bayi untuk acara televisinya.

Irwin terbunuh di Batt Reef pada 2006 saat berenang dengan ikan pari. Dia berusia 46 pada saat kematiannya dan meninggalkan dua anak. Kematian Irwin difilmkan oleh seorang juru kamera. Pertunjukannya The Crocodile Hunter yang dibawakan Irwin secara resmi berakhir di saluran Animal Planet pada 2004.

Meskipun ayahnya sudah meninggal, keluarga Irwin kini masih terlibat di Suaka Margasatwa Steve Irwin yang berlokasi di Semenanjung Cape York, Queensland. Tempat ini dikelola Bersama pemerintah Australia sebagai situs konservasi hukum. Anak-anak Irwin, Bindi dan Robert yang kini telah dewasa, mengikuti jejak ayahnya sebagai pelestari alam liar.***

Postcomended   Pengecer Ponsel di Sejumlah Negara Asia Tolak Jual Perangkat Huawei


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top