Scott Michael Johnson (sumber gambar: Daily Mail)

Sisa-sisa jasad seorang pria yang tewas dalam serangan teror 11 September 2001 (9/11) di New York teridentifikasi 17 tahun kemudian. Kantor Pemeriksa Medis New York, Rabu (25/7/2018), mengidentifikasi korban sebagai Scott Michael Johnson (26), pegawai perusahaan perbankan investasi di gedung kembar World Trade Center (WTC).

Johnson menjadi satu dari 1.642 orang korban terror 9/11 yang secara resmi telah diidentifikasi. Peristiwa serangan gedung WTC menyebabkan hampir 3.000 orang tewas. Kepala Pengamat Medis Barbara Sampson mengatakan dalam sebuah pernyataan, Johnson diidentifikasi setelah DNA-nya diuji ulang menggunakan teknik baru dan lebih baik.

“Pada 2001, kami membuat komitmen kepada keluarga korban bahwa kami akan melakukan apa pun yang diperlukan, selama diperlukan, untuk mengidentifikasi orang yang mereka cintai,” kata Sampson. “Identifikasi ini adalah hasil dari dedikasi yang tak kenal lelah dari staf kami terhadap misi yang sedang berlangsung ini.”

Postcomended   18 Juli dalam Sejarah: Adolf Hitler Terbitkan Manifesto Politiknya dalam "Mein Kampf"

Kantor pemeriksa medis menerima sekitar 20.000 sisa-sisa jasad manusia, yang sebagian besar tidak termasuk tubuh utuh atau torso. Lembaga ini telah bekerja untuk mengidentifikasi sisa-sisa –beberapa ukurannya sekecil ujung jari– terutama melalui pengujian DNA. Lebih dari 1.100 korban tetap tidak teridentifikasi, kata Sampson.

Dalam peristiwa serangan teroris hampir dua dekade lalu, 19 pria membajak empat pesawat komersial AS dan menabrakkan pesawat-pesawat ini di New York City, Washington (Pentagon), dan di luar Shanksville, Pennsylvania. Insiden ini menewaskan total 2.977 orang.

Sebagian besar sisa jasad sulit untuk diidentifikasi karena efek panas dan bahan kimia dari bahan bakar jet. “Sistem DNA baru membantu pengujian sampel yang terdegradasi,” kata Sampson.

Postcomended   16 September dalam Sejarah: Diancam Hukuman Mati, Seorang Rabbi yang Pernah Mengaku Messiah Masuk Islam

Pada 2005, Kantor Pemeriksa Medis menyatakan telah menghentikan proses identifikasi sisa-sisa jasad manusia korban serangan 9/11. “Kami sudah kehabisan semua teknologi DNA yang ada saat ini,” kata Ellen Barakove, juru bicara pemeriksa medis, kepada CNN, Selasa. “Kami berhenti.” Tetapi mereka menegaskan, jika teknologi DNA baru muncul, proses identifikasi dapat dengan mudah dilanjutkan.(***/CNN)

Share the knowledge