Cina, negeri komunis yang kian menyukai modal, tampaknya tidak keberatan dengan gaya flamboyan Jack Ma; gaya yang pada dasarnya berseberangan budaya konservatif negeri Tirai Bambu ini. Tentu karena sumbangan Ma bagi negeri ini juga sangat besar. Tak heran jika pemerintah Cina membiarkan saja Ma merayakan ulang tahun Alibaba dengan agak ugal-ugalan: Ma belagak menjadi Michael Jackson. Situs berita Telegraph menyamakan keflamboyanan Ma dengan orang kaya lainnya di dunia: Richard Branson. Apa yang tidak bisa buat orang kaya…

Pendiri dan CEO Alibaba Group, Jack Ma (53) mengubah perayaan ulang tahun ke-18 perusahaan tersebut, menjadi sebuah thriller dengan pertunjukan tari yang terinspirasi Michael Jackson.

Ma naik panggung dengan mengendarai motor Harley, mengenakan sarung tangan putih, melakukan tarian ala Michael Jackson, namun mengenakan topeng berwarna emas.

Postcomended   Sekali Dayung, Jack "Alibaba" Ma Dapat Tokopedia dan Digaet Pemerintah Indonesia

Awalnya penonton tak menduga bahwa Michael Jackson gadungan ini adalah Ma. Setelah mendebarkan kerumunan penonton dengan beberapa gerakan dan pose King of Pop, Ma lalu melepas topengnya yang disambut gemuruh yang hadir.

Sekelompok karyawan Alibaba bergabung dengan Ma di atas panggung, menari dan bertepuk tangan dengan iringan medley lagu-lagu Jackson. “Gerakan tarian Papa Ma sangat menarik,” kata seorang netizen mewakili pujian netizen Cina lainnya, di situs media sosial Cina.

Tanggal ulang tahun Alibaba sebenarnya jatuh pada 4 April. Namun perayaan tahun ini baru dilakukan pada Jumat (8/9/2017), yang digelar di kota asalnya, Hangzhou, Cina.

Tingkah Ma yang berlagak bak Michael Jackson ini mengingatkan pada perayaan ulang tahun Alibaba pada 2009. Waktu itu Ma berpakaian ala penyanyi heavy metal, meskipun kemudian menyanyi lagu Elton John, “Can You Feel The Love Tonight”.

Postcomended   Facebook Diblokir di Cina, Zuckerberg Diam-diam Rilis "Colourfull Balloons"

CNBC mengulas, dalam lingkungan bisnis Cina yang didominasi birokrat konvensional dan konservatif, Ma tentu jadi tampak menonjol.

Telegraph, situs berita asal Inggris, menyamakan Ma dengan Richard Branson, miliuner pendiri Grup Virgin yang menyukai publisitas ugal-ugalan, terutama saat harus berdandan.

Pada Agustus lalu, lembaga pemberitaan ekonomi, Bloomberg, menetapkan Ma sebagai orang terkaya di Asia. Sementara itu, lembaga pemberitaan ekonomi lainnya, Forbes, mencatatkan kekayaan mantan guru bahasa Inggris tersebut mencapai sebesar 38,5 miliar dolar AS.

Masih menurut Forbes, Alibaba Group adalah salah satu institusi e-commerce terbesar di dunia. Pendapatannya dalam 12 bulan yang berakhir pada Maret 2017, meningkat sebesar 56 persen menjadi 23 miliar dolar AS.***

 

Postcomended   Temuan Gigi Purba di Padang, Ahli: Sejarah Harus Ditulis Ulang