Internasional

Berlomba ke Bulan: Hewan Reptil Ini Selamat dari Dikirim Cina ke Bulan

Share the knowledge

Pesawat ruang angkasa Cina, Chang'e-4, dengan wahana penelitiannya, sedang beraksi di sisi terjauh Bulan. (gambar dari: YouTube)

Pesawat ruang angkasa Cina, Chang’e-4, dengan wahana penelitiannya, sedang beraksi di sisi terjauh Bulan. (gambar dari: YouTube)

Sisi terjauh Bulan sudah “dikuasai” Cina. Sekarang negeri ini sedang berpikir untuk mengirim kura-kura ke sisi terjauh Bulan sebagai bagian dari misi Chang’e-4. Namun kapasitas oksigen diperkirakan tak cukup mendukung kehidupan kura-kura untuk waktu yang diinginkan.

Karenanya, ungkap salah satu ilmuwan yang terlibat, rencana itu dibatalkan. Para peneliti mengakui, mereka hanya akan memiliki cukup oksigen untuk membuat mereka tetap hidup selama sekitar 20 hari saja, padahal waktu yang dibutuhkan pesawat ruang angkasa Chang’e-4 hingga mendarat di permukaan Bulan saja lebih dari itu.

Xie Gengxin, dari Institut Penelitian Teknologi di Universitas Chongqing yang bertugas merancang eksperimen biologis di dalam Chang’e-4, dalam wawancara dengan majalah teknologi IEEE Spectrum seperti dilansir Newsweek, mengatakan, tim awalnya ingin mengirim spesies kecil kura-kura ke Bulan.

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Ini kata Xie, bisa memberikan informasi penting tentang bagaimana reptile tersebut bereaksi terhadap kondisi gravitasi di permukaan Bulan; temuan yang dapat membantu misi berawak di masa depan di sana. Namun, kendala di sekitar bobot di atas pesawat ruang angkasa mencegah mereka mendaratkan reptil pertama ke Bulan.

“Bobot penyelidikan Chang’e-4 menuntut agar bobot (percobaan) tidak melebihi tiga kilogram,” katanya kepada majalah itu. “Meskipun sangat berarti untuk memilih kura-kura, oksigen di dalam muatan hanya dapat digunakan selama sekitar 20 hari untuk kura-kura.”

Chang’e-4 diluncurkan pada 7 Desember 2018, dan memasuki orbit Bulan lima hari kemudian. Pesawat ruang angkasa ini berhasil mendarat di permukaan Bulan pada 3 Januari 2019. Dua bulan sebelum lepas landas, percobaan biologis diintegrasikan dengan pesawat ruang angkasa; agar apa pun yang terlibat harus tetap hidup selama sekitar tiga bulan sebelum mencapai Bulan.

Postcomended   Menakutkan! Begini Ketatnya Pengamanan Royal Wedding Prince Harry-Meghan Markle

Xie mengatakan mereka tidak mengesampingkan pengiriman hewan untuk misi Chang’e di masa depan. Mereka berharap untuk mengirim lebih banyak muatan biologis di sana di masa depan, dan jika mereka diberi alokasi muatan yang lebih besar, dimungkinkan untuk mengirim hewan di masa depan.

Hewan-hewan “Astronot”

Ada sejarah panjang tentang hewan yang dikirim ke luar angkasa, termasuk kura-kura. Pada 1968, Uni Soviet mengirim kura-kura pertama ke angkasa menggunakan pesawat yang akan mengorbit Bulan. Mereka selamat dari perjalanan kembali ke Bumi.

Pada 19972, lalat buah pertama dikirim 62 mil ke atmosfer Bumi. Dua tahun kemudian, monyet pertama –Albert I dan Albert II– dikirim dengan roket V-2. Namun keduanya mati akibat benturan setelah terjadi kegagalan pada parasut.

Uni Soviet juga diketahui telah membuat anjing pergi ke luar angkasa. Pada 1957, Sputnik 2 menerbangkan Laika menuju orbit Bumi, untuk tak kembali ke Bumi hingga sekarang dan menjadi sampah di ruang angkasa. Sputnik 2 memang tidak dirancang untuk dapat kembali ke Bumi. Laika mati kepanasan setelah sempat mengelilingi Bumi sembilan kali.(***/dariberbagaisumber)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top