Internasional

Berlomba ke Bulan: India Kehilangan Kontak Wahananya, Cina Temukan Sesuatu yang Aneh

Share the knowledge

 

India sangat berambisi mengacak-acak Bulan. Negara ini setidaknya menjadi satu dari tiga negara yang berg=hasil mendaratkan kapal di satelit Bumi tersebut. (gambar dari: YouTube)

India sangat berambisi mengacak-acak Bulan. Negara ini setidaknya menjadi satu dari tiga negara yang berg=hasil mendaratkan kapal di satelit Bumi tersebut. (gambar dari: YouTube)

Badan antariksa India mengatakan kehilangan kontak dengan pendarat lunar Vikram-nya ketika melakukan pendekatan terakhir ke kutub selatan Bulan untuk mengerahkan rover untuk mencari tanda-tanda air. Sementara itu di sisi terjauh satelit Bumi itu, Cina menemukan sesuatu yang aneh.

Wajah muram mewarnai ruangan Mission Control yang terdapat di Bangalore, India, ketika pendarat (lander) Indoa yang akan menjelajah kutub selatan Bulan, tak dapat dikontak. Bagaimana tak sedih, pendaratan yang berhasil akan membuat India menjadi negara keempat yang mendaratkan kapal di permukaan Bulan, dan satu dari tiga negara yang berhasil mengoperasikan robot penjelajah di sana.

Badan antariksa mengatakan bahwa pendarat itu dalam keadaan normal sampai 2 kilometer (1,2 mil) dari permukaan bulan. “Mari kita berharap yang terbaik,” kata Perdana Menteri India, Narendra Modi, Sabtu (7/9/2019), dari ruang Mission Control, seperti dilaporkan The Associated Press.

Seluruh yang berada di pusat kendali tesebut selama 10 menit pertama pendaratan wahana pendarat itu sangat gembira, dengan sesekali ilmuwan bersorak sorai. Suasana tiba-tiba berubah menjadi muram dan kemudian sedih ketika pendarat berhenti mengirim data pada menit-menit terakhir penurunannya.

K. Sivan, kepala badan antariksa India mengatakan data sedang dianalisis untuk mencari tahu apa yang terjadi. Misi senilai sekitar 140 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) yang dikenal sebagai Chandrayaan-2, dimaksudkan untuk mempelajari kawah Bulan yang secara permanen dianggap memiliki cadangan air yang dikonfirmasi oleh misi Chandrayaan-1 pada 2008.

Postcomended   17 September dalam Sejarah: Teroris Paling Dicari di Asia, Noordin M.Top, Tewas

Ambisi India

Prestasi India di ruang angkasa telah dipuji oleh Modi sebagai simbol ambisi negara yang meningkat sebagai kekuatan global. Bahkan setelah komunikasi terputus, para ilmuwan di kontrol misi meneriakkan “Kemenangan untuk Bunda India” sebagai tanggapan atas pidato Modi.

Ketua badan antariksa sebelumnya menyebut Chandrayaan-2 adalah “misi paling rumit yang pernah dilakukan” oleh badan itu. Misi itu berangkat pada 22 Juli dari pusat ruang angkasa Satish Dhawan di Sriharikota, sebuah pulau di lepas pantai negara bagian selatan Andhra Pradesh.

Setelah diluncurkan, Chandrayaan-2 menghabiskan beberapa minggu menuju bulan, akhirnya memasuki orbit bulan pada 20 Agustus. Pada 2 September, Vikram terpisah dari pengorbit misi, dan sang pendarat memulai serangkaian manuver pengereman untuk menurunkan orbitnya dan bersiap untuk mendarat.

Postcomended   HAARP: Hugo Chavez Menyebutnya "Senjata Tektonik"

Hanya tiga negara, Amerika Serikat, bekas Uni Soviet, dan Cina, yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan. Januari lalu, Cina mencapai pendaratan pertama di sisi terjauh bulan. Pada bulan April, sebuah pesawat ruang angkasa Israel yang mencoba mendarat jatuh beberapa saat sebelum mendarat.

Cina Temukan Jel Aneh di Sisi Terjauh

Sementara itu, penjelajah Bulan milik Cina, Chang’e-4, pada akhir Agustus lalu disebut telah menemukan zat “mirip-jel” yang berwarna tidak biasa selama kegiatan eksplorasi di sisi terjauh Bulan. Rover mereka, Yutu-2, tersandung pada kejutan itu selama hari lunar 8.

Dilansir laman NBC, Penemuan ini mendorong para ilmuwan di misi ini untuk menunda rencana mengemudikan rover lainnya, dan sebaliknya memfokuskan instrumennya pada mencoba untuk mencari tahu apa bahan aneh itu

Pada 28 Juli, tim Chang’e-4 sedang bersiap untuk mematikan Yutu-2 untuk “tidur siang” yang biasa dilakukan pada siang hari untuk melindungi rover dari suhu tinggi dan radiasi dari matahari yang tinggi di langit.

Postcomended   Dengan Sekitar Rp 500 Juta, Siapapun Bisa Mengkloning Hewan Kesayangan yang Mati

Seorang anggota tim yang memeriksa gambar-gambar dari kamera utama rover melihat kawah kecil yang tampaknya berisi bahan dengan warna dan kilau yang tidak seperti kondisi permukaan Bulan di sekitarnya. Chang’e-4 diluncurkan awal Desember 2018, dan melakukan pendaratan pertama di sisi jauh bulan pada 3 Januari 2019.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top