Sahur on The Road (SOTR) akan diubah jadi Sahur on The Mosque (SOTM) – foto kriminalitas.com

Jika Anda termasuk orang yang suka melaksanakan sahur di luar rumah, bersiaplah untuk sahur on the mosque (SOTM) di Ramadhan tahun 2017 ini!

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana menyebutkan bahwa salahsatu hal yang disoroti oleh pihak kepolisian adalah terkait adanya kebiasaan Sahur On The Road (SOTR) adalah keributan yang biasa terjadi di penghujung kegiatan itu.

Dalam kesempatan terpisah, Adib Syarif Abdullah selaku Ketua Dewan Syuro PBNU turut menyayangkan SOTR yang sering dilakukan dengan tujuan hura-hura semata.

Postcomended   1 NIGHT 2 DAY TRIP

“Masalah SOTR ini yang saya disayangkan kalau digunakan bukan untuk sahur, tapi untuk hura-hura. Ini tidak ibadah lagi. Maka pak Wakapolda ini mengarahkan kepada sahur di masjid. Jadi arahnya untuk ibadah kalau ke masjid, enggak akan ada hura-hura di masjid. Pasti ada zikir, ada pengkaji Al-Quran, ada khataman atau apa. Itu yang lebih bermanfaat daripada di jalanan,” Ujarnya selaras dengan Brigjen Suntana.

Atas dasar keamanan itulah, maka Brigjen Suntana menyarankan untuk mengubah SOTR menjadi SOTM.

“Kami akan ubah konsep SOTR itu menjadi Sahur on The Mosque (SOTM). Kami akan bikin program bersama para ulama, kami sama-sama nanti sahur kami pindahkan ke masjid. Kita sama-sama sahur di masjid,” ujar Suntana kepada kumparan.com.

Postcomended   Naik Trail, Khofifah Bawa Santunan Untuk Korban Meninggal Longsor Pangandaran

Program makan sahur di masjid itu akan berupa bersama dengan orang-orang yang kurang mampu. Berbagai organisasi kemasyarakatan akan turut dirangkul untuk semakin memperlancar jalannya program tersebut. Brigjen Suntana menyebutkan, kepolisian akan mendata jumlah masyarakat yang kurang beruntung.

Sahur on the mosque merupakan salahsatu terobosan mengantisipasi tawuran. Program ini diharapkan berlangsung serius dan tidak sekadar pencitraan berbau keagamaan belaka.***