Wali Kota Bogor membuktikan bahwa pabrik kopi legendaris Bogor ini tidak tutup (sumber foto: akun Twitter @BimaAryaS)

“Salam hangat untuk seluruh Liongers,” cuit Bima Arya, di akun Twitternya, Senin (20/11/2017). Cuitan Wali Kota Bogor ini untuk menjawab kecemasan penggemar kopi Liong Bulan di media sosial, bahwa pabrik kopi legendaris Bogor tersebut tutup. Pada Sabtu, Awang Satyana, seorang geologis yang mengaku penggemar kopi made in Kota Hujan ini, menulis di akun Facebook-nya bahwa toko kopi ini tutup.

Sebuah berita duka bagi saya dan bagi banyak orang Bogor, penggemar kopi Liong Bulan. Kopi legendaris ini tutup selamanya -tutup umur, setelah bertahan 72 tahun di kota Bogor,” tulis Awang di akun Facebooknya, seraya mengunggah foto toko dengan tulisan di depannya: PENGUMUMAN MULAI HARI INI KOPI LIONG BULAN TUTUP UDAHAN.

Namun kabar ini segera disangkal Bima Arya. Lewat akun @BimaAryaS, Walikota Bogor ini menulis: Kemarin beredar kabar tutupnya Kopi Liong Bulan yg didirikan oleh alm Linardi di Pasar Anyar thn 60an. Tadi saya mampir ke pabriknya ternyata masih eksis. Yang tutup adalah salah satu toko nya saja, karena pemiliknya sakit. Salam hangat untuk seluruh LIONGERS !”

Bima menulis sambil mengunggah foto dia sedang berada di pabrik kopi tersebut bersama seorang wanita yang tampaknya pemilik pabrik kopi yang sudah berdiri sejak 1945 tersebut.

Dari Mediabogor.com, Linardi Jap (alm), pendiri dan pemilik Kopi Liong Bulan, memulai usahanya di Jalan Pabrik Gas yang sekarang menjadi Jalan MA Salmun sejak 1945. Ketika dia meninggal pada 2004, usaha dilanjutkan oleh anaknya.

Awang Satyana, yang semula merasa bersedih atas isu tutupnya Liong Bulan, tampaknya memang hanya membahas salah satu toko kopi ini yang tutup, yang terdapat di kawasan Pasar Anyar Bogor. Pabriknya sendiri berada di kawasan Kedung Halang. Awang bahkan menduga tak ada pabrik lain.

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas

Menurut Awang, harga kopinya murah, Rp 12.500 per 1/4 kg. “Maka masyarakat kelas bawah selalu ramai berdatangan dari pukul 09 sampai pukul 15 saat toko buka. Belakangan saya sering menemukan toko ini tutup dan ditempeli kertas: tutup, sakit. Dan toko sering libur berhari-hari. Hm..ada nampak ketidakgairahan berbisnis,” tulis Awang. Hingga akhirnya Awang membaca tulisan pengumuman tutup di depan toko tersebut.

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas (2)

Awang mengaku mengenal Kopi Liong Bulan sejak kanak-kanak. “Saya akhirnya berkawan dengan ‘Sang Naga’ saja setelah mencicipi banyak kopi Nusantara dari Aceh ke Papua, bahkan luar Indonesia dari Eropa, Timur Tengah sampai Amerika Selatan.” Sang Naga yang dimaksud Awang adalah gambar naga liong pada kemasan kopi.

Postingan Awang tersebut sudah diberi reaksi oleh 6.900 Facebooker. Pemilik akun Chefi menulis: Ah mau ke bogor ah, sapa tau masih ada yg jual kopi liong…penasaran pingin icip kopinya…

Pemilik akun Facebook lainnya, Babay, menulis: Waduuuhh… Saya Tinggal di Cilegon dr tahun 91… Setiap pulang ke Rmh Orang Tua Saya di Jalan Krukut Raya-Depok, saya Selalu Bawa Kopi Liong ke Cilegon Buat Stock Kopi saya… Kehilangan doong….

Tampaknya isu ini berhasil menjadi promosi gratisan buat pemilik pabrik.***

Postcomended   Agar Tetap Bugar Saat Puasa, Banyaklah Minum

 

Share the knowledge