BMW dan Tencent Bangun Pusat Komputasi untuk Kembangkan Mobil Swakemudi di Cina

Ekonomi
Share the knowledge

Pabrik BMW di Cina (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cjlyW3h8xkg)
Pabrik BMW di Cina (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=cjlyW3h8xkg)

Ekonomi dunia sulit berpaling dari Cina. Raksasa mobil Jerman, BMW, dan raksasa game online Cina, Tencent Holdings, bekerja sama untuk meluncurkan pusat komputasi di Cina. Ini dilakukan untuk membantu mengembangkan mobil swakemudi di Cina, pasar mobil terbesar di dunia.

Jumat, seperti dilaporkan laman Reuters, pihak BMW mengatakan, pusat komputasi yang akan mulai beroperasi pada akhir 2019 ini, akan menyediakan mobil dengan kemampuan data-craking untuk membantu mobil-mobil ini mengemudi secara semi-otonom, dan akhirnya secara otonom (swakemudi).

Sumber yang mengetahui kesepakatan itu mengatakan, pusat itu akan dibangun di kota Tianjin timur. “Pembentukan pusat komputasi ini akan mendukung pengembangan dan inovasi mobil otonom BMW di Cina,” kata Jochen Goller, kepala operasi BMW di China, dalam sebuah pernyataan.

BMW mengatakan pusat komputasi baru ini akan memanfaatkan komputasi awan dan data besar Tencent, dan menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan pembuat mobil untuk mengembangkan mobil otonom.

Postcomended   Kanada Umumkan Pembalasan atas Tarif Amerika di “Ibukota Tomat”

Produsen mobil yang bermarkas di Munich itu mengatakan kemungkinan akan memperkenalkan mobil semi-otonom, atau klasifikasi L3, di Cina pada 2021, yang akan membutuhkan daya komputasi besar-besaran untuk menganalisis aliran informasi digital real time mengenai kondisi jalan dan lalu lintas.

Mobil tanpa pengemudi memerlukan kemampuan data yang rumit karena mereka mengandalkan apa yang disebut kecerdasan buatan (AI), atau teknologi jaringan-neuro, untuk membantu mereka “belajar” dari pengalaman dan pada akhirnya bisa mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia.

Pusat komputasi Cina yang direncanakan BMW ini mengikuti pembukaan pusat komputasi serupa di Munich pada awal 2019 ini.

Tencent adalah perusahaan konglomerasi Cina yang didirikan miliarder bernama Ma Huateng alias Pony Ma bersama rekannya. Tencent merupakan rival Alibaba yang didirikan Jack Ma dalam hal valuasi perusahaannya.

Postcomended   Membayangkan Nasib Marissa Mayer, Sang CEO Yahoo!

Tencent berkembang ketika pemerintah Cina melarang jejaring sosial seperti Facebook dan WhatsApp beroperasi di negeri komunis ini.

Perusahaan ini lalu membuat aplikasi pesan instan sendiri sebaga pengganti WhatsApp yang bernama WeChat. WeChat bahkan pernah sukses menyalip Facebook dalam hal valuasi perusahaan di Hong Kong Stock Exchange.

Sementara itu, raksasa otomotif BMW asal Jerman, diketahui merupakan perusahaan asing pertama yang menguasai lebih dari 50 persen saham atas perusahaan patungan di Cina. Sebelumnya, kepemilikan saham pabrikan mobil asing di Cina dibatasi tidak boleh lebih dari 50 persen.

BMW diketahui mulai membuka pabrik di Cina sejak 2004, tepatnya di timur lut Shenyang, setelah perusahaan mobil ini menandatangani kontrak joint venture dengan Brilliance Automotive pada 2003 untuk memproduksi sedan BMW di Cina.***


Share the knowledge

Leave a Reply