Bob Geldof says Aung San Suu Kyi has become 'one of the great ... TheJournal.ie390 × 285Search by image Bob Geldof says Aung San Suu Kyi has become 'one of the great ethnic cleansers'

Bob Geldof says Aung San Suu Kyi has become ‘one of the great … TheJournal.ie390 × 285Search by image Bob Geldof says Aung San Suu Kyi has become ‘one of the great ethnic cleansers’

Penyanyi dan aktivis Bob Geldof, memanfaatkan pidatonya pada acara konferensi kepemimpinan pemuda, untuk menyatakan rasa muaknya pada sejumlah pemimpin dunia. Tanpa menyebut namanya secara langsung, Geldof mengatakan Aung San Suu Kyi adalah salah satu pelaku pembersih etnis paling hebat di muka Bumi. Tak hanya Suu Kyi yang kena semprot Geldof, namun juga pemimpin Rusia, Amerika Serikat (AS), Cina, dan Turki.

“Satu (pemenang Nobel) di Myanmar, menghina mereka semua. Mengambil hadiah terbesar yang bisa diberikan manusia kepada orang lain… dan menjadi salah satu pembersih etnik terbesar di planet kita. Ini memalukan,” ujarnya Kamis (5/10/2017) pada acara pembukaan One Young World, di Bogota, Kolombia, satu acara merayakan dan mendorong para pemimpin muda di seluruh dunia.

Postcomended   Tercorengnya Nobel Perdamaian Si Anggrek Baja #StopKillingRohingyaMuslims

Acara ini menghasirkan sejumlah peraih Nobel Perdamaian di antara daftar pembicara, termasuk mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, dan aktivis hak asasi perempuan Arab, Tawakkol Karman.

Geldof dalam pidatonya menegaskan, dia sudah muak dengan apa yang telah terjadi dalam 12 bulan terakhir. “Saya muak dengan Vladimir Putin. muak dengan Xi Jinping, muak dengan (Donaldl) Trump. Aku muak dengan (Recep Tayyip) Erdogan,” ujar penyanyi yang terkenal sebagai penyelenggara “Live Aid”; konser untuk membantu wabah kelaparan di Ethiopia pada 1985.

Postcomended   Riz Ahmed, Muslim dan Asia Pertama yang Memenangkan Emmy Awards

Geldof baru-baru ini menggambarkan Presiden AS sebagai “vulgar”, dan mencatat bahwa keputusan Trump pada Juli lalu untuk menarik diri dari Konvensi Iklim Paris telah mendorong gerakan yang lebih besar untuk memerangi perubahan iklim di negara-negara tertentu.

Dia juga paling pedas mengritik keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa (Brexit), dan bertanggung jawab atas salah satu momen paling aneh dalam kampanye tersebut ketika dia mengendarai sebuah armada di sungai Thames, London, untuk bertemu dengan mantan pemimpin Partai Independen Inggris (UKIP) yang anti-imigran, dan aktivis anti-Uni Eropa, Nigel Farage.

Perubahan iklim dan hubungan global, keduanya akan menjadi salah satu titik fokus konferensi One Young World, dengan pembicara berprofil tinggi termasuk Cher dan Bruce Dickinson Iron Maiden. Mereka berbicara bersama pemenang Nobel, termasuk Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, dan juru kampanye pembelot Korea Utara, Yeonmi Park, tentang tantangan terbesar yang dihadapi dunia.(***/newsweek)

Postcomended   Biksu Radikal Tuntut Aung San Suu-kyi Mundur