Ekonomi

Boeing Diminta Trump Lakukan “Rebranding” 737 Max, Konsultan Tak Setuju

Share the knowledge

 

Boeing 737 Max 8 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=o-2j15IBAZU)

Boeing 737 Max 8 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=o-2j15IBAZU)

Presiden AS meminta Boeing mengganti citra produk andalannya, 737 Max, setelah dua kecelakaan fatal yang menimpa pesawat ini. Maklum, Boeing adalah salah satu eksportir terbesar AS dengan Max yang merupakan produk terlaris di dunia. Namun konsultan merek tidak setuju ide Trump.

Senin (15/4/2019), Trump mendesak Boeing Co untuk memperbaiki dan “mengganti citra” 737 Max-nya setelah dua kecelakaan fatal yang menimpa pesawat satu lorong ini, dilansir Reuters. Apalagi, 737 Max adalah jet paling laris di dunia, dengan para regulator di seluruh dunia terus bekerja dengan pembuat jet asal Chicago ini untuk meninjau nasib Max-nya yang di-grounded (dihentikan sementara operasionalnya).

Lembaga pengawas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), telah bertemu dengan maskapai-maskapai penerbangan besar dan mengadakan tinjauan bersama dengan badan regulasi penerbangan dari negara lain, sementara jaksa federal, kantor inspektur jenderal Departemen Transportasi AS dan panel pita biru sedang meninjau sertifikasi pesawat ini.

Dalam sebuah postingan di Twitter, Trump –yang juga pernah memiliki maskapai penerbangan bernama Trump Shuttle dari 1989 hingga 1992 dan merupakan penggila penerbangan– mempertimbangkan sarannya sendiri.

“Apa yang saya ketahui tentang branding, mungkin tidak ada (tapi saya memang menjadi Presiden!). Tetapi jika saya Boeing, saya akan MEMPERBAIKI Boeing 737 MAX, menambahkan beberapa fitur hebat tambahan, & MEMULIHKAN pesawat dengan nama baru. Belum ada produk yang menderita seperti ini (sebelumnya). Tapi sekali lagi, apalah yang saya tahu?” cuit Trump.

Postcomended   Agen Intelijen AS Simpulkan Putra Mahkota Saudi Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Grounding pesawat ini juga mengancam musim perjalanan pada musim panas AS tahun ini, dengan beberapa maskapai menghapus 737 dari jadwal mereka hingga Agustus.

Trump mencuitkan itu ketika Boeing mencoba mengembalikan kepercayaan para pelanggan terhadap jet paling cepat terjualnya ini, yang merupakan mesin laba dan uang tunai produsen pesawat yang berbasis di Chicago ini. Boeing dilaporkan telah memenangkan sekitar 5.000 pesanan yang setara dengan tujuh tahun masa produksi.

Chief Executive Boeing, Dennis Muilenburg, telah meminta maaf atas nama Boeing untuk nyawa yang hilang dalam dua kecelakaan terakhir dan berjanji bahwa itu akan mengatasi risiko bahwa perangkat lunak penerbangan yang dimaksudkan untuk mencegah pesawat yang macet dapat diaktifkan oleh data yang salah.

Boeing juga telah mengadakan lusinan briefing dan sesi simulator untuk para eksekutif dan pilot maskapai penerbangan dan mengadakan pertemuan di seluruh dunia dengan staf komunikasi dan branding maskapai penerbangan.

Postcomended   R.E.M. Tak Sudi "Everybody Hurts" Dipolitisasi oleh Donald Trump

Pilot diharapkan memainkan peran utama dalam mendapatkan kembali kepercayaan publik terhadap pesawat ini. Namun bagaimanapun cuitan Trump menandai untuk pertama kalinya merek penopang keuntungan Boeing ini di tahun-tahun mendatang telah dipertanyakan di tingkat tinggi.

Konsultan Merek Tak Setuju Ide Trump

Brand Finance, konsultan yang melacak nilai merek global yang berbasis di Inggris, menolak gagasan bahwa Boeing harus meninggalkan merek Max tetapi mengatakan reputasi perusahaan ini berada di garis depan.

“Ini tanpa diragukan lagi telah merusak reputasi Boeing dan kami memperkirakan nilai merek (Boeing) lebih dari 12 miliar dollar AS (seitar Rp 170 triliun),” kata Kepala Eksekutif Brand Finance, David Haigh, melalui email kepada Reuters, menanggapi cuitan Trump tersebut.

“Ini adalah kesalahan sementara dalam jangka panjang untuk Boeing,” katanya, seraya menambahkan Toyota dan merek lainnya dapat pulih dari krisis profil tinggi serupa tanpa harus melakukan rebranding drastis. Brand Finance sebelumnya memperkirakan kerusakan pada nilai reputasi Boeing mencapai 7,5 miliar dollar AS.

Postcomended   Universitas Inggris dan AS Dominasi Peringkat Teratas, Cina Depak Singapura di Asia

Angka ini muncul segera setelah kecelakaan pada jet Ethiopian Airlines 10 Maret lalu; kecelakaan fatal kedua yang melibatkan 737 Max dalam lima bulan.

Boeing memiliki merek kedirgantaraan paling bernilai di dunia, setelah melihat nilai citra perusahaan secara keseluruhan naik 61 persen menjadi 32 miliar dollar AS pada 2018, menurut perusahaan pencitraan merek yang sama.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top