Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Bom Srilanka Disebut Balas Dendam atas Pembantaian Christchurch

Share the knowledge

 

Kamera CCTV salah satu gerejadi  Sri Lanka menangkap penampakan pembom bunuh diri, sesaat sebelum meledakkan dirinya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=-TtX2QM2eEM)

Kamera CCTV salah satu gerejadi Sri Lanka menangkap penampakan pembom bunuh diri, sesaat sebelum meledakkan dirinya (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=-TtX2QM2eEM)

Seorang pejabat tinggi Sri Lanka menyebutkan, serangan ke gereja di negara itu sebagai “pembalasan” atas pembantaian di masjid di Selandia Baru (NZ) bulan lalu. Ada pengakuan kegagalan intelijen besar-besaran. 

Ruwan Wijewardene, menteri pertahanan negara bagian Sri Lanka, Selasa (23/4/2019) mengatakan kepada Parlemen bahwa pemerintah memiliki informasi bahwa pemboman itu dilakukan “oleh kelompok fundamentalis Islam” dalam menanggapi insiden pembantaian oleh seorang supremasi kulit putih di dua masjid di Christchurch, NZ, bulan lalu.

Dia juga mengakui adanya “kelemahan” dalam aparat keamanan Sri Lanka yang gagal mencegah kesembilan pemboman tersebut. “Sekarang telah ditetapkan bahwa unit intelijen mengetahui serangan ini dan sekelompok orang yang bertanggung jawab diberitahu tentang serangan yang akan datang,” kata Wijewardene. “Namun, informasi ini hanya beredar di antara beberapa pejabat saja.”

Komentar Wijewardene ini disampaikan tak lama sebelum kelompok Negara Islam (ISIS) tersebut menyatakan bertanggung jawab atas pemboman di gereja dan hotel di Sri Lanka tersebut, yang hari ini (23/4/2019) dilaporkan AP News telah menewaskan lebih dari 320 orang.

Tetapi baik Wijewardene maupun ISIS tidak memberikan bukti untuk segera mendukung klaim mereka, dan pihak berwenang sebelumnya menyalahkan “kelompok ekstremis Islam (lokal) yang kurang dikenal” di negara pulau tersebut atas serangan itu.

Postcomended   Tom Cruise Kembali Buktikan Menjadi Pembiak Box Office Melalui"Fallout"

Enam serangan hampir bersamaan terhadap tiga gereja, tiga hotel mewah, dan tiga ledakan terkait lainnya pada Minggu (21/4/2019), adalah kekerasan paling mematikan di Sri Lanka dalam satu dekade ini. Wijewardene mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu sekarang mencapai 321 orang, dengan 500 lainnya luka-luka.

Informasi Intelijen Diabaikan

Ketika para pemimpin Sri Lanka berselisih mengenai implikasi serangan militan dan kegagalan intelijen besar-besaran, keamanan ditingkatkan untuk hari berkabung nasional. Militer dikerahkan untuk melakukan penangkapan; yang terakhir digunakan selama perang saudara keji yang berakhir pada 2009.

Informasi dari badan-badan intelijen internasional bahwa sebuah kelompok lokal merencanakan serangan tampaknya tidak sampai ke telinga orang-orang kantor perdana menteri sampai setelah insiden terjadi. Ini seperti mengungkap adanya kekacauan politik di tingkat tertinggi pemerintah Sri Lanka.

Pada 11 April 2019, Priyalal Disanayaka, wakil inspektur jenderal polisi Sri Lanka, menandatangani surat yang ditujukan kepada direktur empat lembaga keamanan Sri Lanka, memperingatkan mereka bahwa sebuah kelompok lokal sedang merencanakan serangan bunuh diri di negara itu.

Laporan intelijen yang dilampirkan pada suratnya itu, yang telah beredar luas di media sosial, menyebut kelompok yang diduga merencanakan serangan, National Towheed Jamaar, mengidentifikasi pemimpinnya sebagai Zahran Hashmi, dan mengatakan pihaknya menargetkan “beberapa gereja penting” dalam serangan teroris bunuh diri. yang direncanakan berlangsung “segera.”

Postcomended   Terobosan di Bidang Laser Mendaratkan Nobel Fisika untuk Tiga Ilmuwan

Laporan itu menyebutkan enam orang yang kemungkinan terlibat dalam plot itu, termasuk seseorang yang katanya telah membangun dukungan untuk Zahran dan bersembunyi sejak kelompok itu bentrok dengan organisasi keagamaan lain pada Maret 2018.

Senin (22/4/2019), menteri kesehatan Sri Lanka mengangkat salinan laporan intelijen sambil menjelaskan isinya, memicu pertanyaan tentang apa yang telah dilakukan polisi Sri Lanka untuk melindungi masyarakat dari serangan.
Tidak segera jelas langkah apa yang diambil oleh salah satu direktur keamanan ini.

Di antara 40 orang yang ditangkap karena dicurigai terkait dengan pemboman itu adalah pengemudi sebuah van yang diduga digunakan oleh para penyerang bunuh diri dan pemilik rumah tempat beberapa dari mereka tinggal. Ketujuh pembom adalah orang Sri Lanka, tetapi pihak berwenang mengatakan mereka sangat mencurigai adanya hubungan asing.

Selasa, ISIS yang telah kehilangan semua wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah, mengklaim serangan melalui kantor berita Aamaq, tetapi tidak menunjukkan foto atau video para penyerang yang berjanji setia kepada kelompok terror itu, sebagai jaminan kesalingterkaitan.

Sejarah Konflik Sri Lanka

Sri Lanka yang berpenduduk 21 juta dengan mayoritas Buddha yang juga dihuni minoritas Hindu, Muslim dan Kristen, adalah negara yang sarat konflik etnis dan sektarian. Dalam perang saudara selama 26 tahun di negara itu, Macan Tamil –pasukan pemberontak yang kuat yang dikenal menggunakan cara-cara bom bunuh diri– memiliki sedikit sejarah menarget umat Kristen dan telah dihancurkan oleh pemerintah pada 2009.

Postcomended   Bocah yang Dipercaya Reinkarnasi Buddha Digerebek Polisi Tibet

Namun fanatisme anti-Muslim dari kaum nasionalis Buddha, masih meradang setidaknya tahun lalu. Pada Maret 2018, gerombolan Buddhis mengobrak-abrik bisnis dan membakar rumah di lingkungan Muslim di sekitar Kandy, satu kota di Sri Lanka tengah yang populer di kalangan wisatawan.

Setelah serangan massa, pemerintah Sri Lanka juga memblokir beberapa situs media sosial, berharap memperlambat penyebaran informasi palsu atau ancaman yang dapat memicu lebih banyak kekerasan.
Sri Lanka, bagaimanapun, tidak memiliki sejarah militansi Islam. Komunitas Kristennya yang kecil “hanya” korban insiden pelecehan sporadis.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top