Outrage over push to give pedophiles ‘child sex dolls’ nypost.com A charity in the UK has sparked outrage by calling for so-called ‘child sex dolls’ to be made available for pedophiles on prescription. StopSo, which aims to prevent sex offending through...

Outrage over push to give pedophiles ‘child sex dolls’ nypost.com A charity in the UK has sparked outrage by calling for so-called ‘child sex dolls’ to be made available for pedophiles on prescription. StopSo, which aims to prevent sex offending through…

Anggota Komisaris Anak-anak Inggris mengatakan, raksasa pengecer daring, Amazon, harus memastikan boneka seks anak “menjijikkan” tidak kembali dijual di situsnya. Hal ini dikemukakan setelah adanya penyelidikan BBC yang menemukan benda-benda itu dijual di platform-Amazon. Ada sekitar selusin boneka seks anak ditemukan dijual di Amazon Marketplace.

Setelah BBC mengontak Amazon tentang satu boneka, boneka itu dihapus. Tetapi tiga hari kemudian, boneka tersebut kembali nongol di situs web. Amazon mengaku sekarang telah menghapus semua produk khusus itu yang menarik perhatian BBC tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Amazon mengatakan, “Semua penjual di Marketplace harus mengikuti pedoman penjualan kami dan mereka yang tidak mau tunduk, akan menjadi ditindak termasuk dengan penghapusan akun mereka. Produk yang dipermasalahkan (sekarang sudah) tidak lagi tersedia (di Marketplace).”

Postcomended   Akun Milik Seorang Nasionalis Kulit Putih Lenyap Usai Mark Zuckerberg Berbicara di Kongres

Menanggapi penyelidikan BBC, Anne Longfield, anggota Komisaris Anak-anak Inggris mengatakan, boneka itu jelas berbahaya. “Boneka-boneka ini menjijikkan dan jelas dimaksudkan untuk terlihat seperti anak-anak.”

“Tidak hanya saya sebagai anggota Komisaris Anak, tetapi masyarakat yang lebih luas juga memiliki hak untuk mengharapkan perusahaan besar seperti Amazon untuk tidak hanya menghapus produk-produk ini dari platform mereka, tetapi juga untuk menjelaskan mengapa mereka ada di sana, di tempat pertama. Dan pastikan mereka tidak bisa dimuat ulang begitu saja,” kata Longfield, sengit.

Boneka semacam itu, kata Longfield, jelas dibuat untuk satu tujuan, dan tujuan itu adalah bahaya yang jelas terhadap keselamatan anak-anak,” tambahnya.

Pasukan Perbatasan Inggris telah menyita 179 boneka seks anak-anak sejak Maret 2016 sebagai bagian dari Operasi Shiraz; operasi khusus yang dibentuk bersama dengan Badan Kriminal Nasional.

Pada Juli 2017, seorang hakim memutuskan bahwa boneka seks anak adalah barang-barang cabul dan karenanya dilarang oleh Undang-undang Manajemen Bea dan Cukai tahun 1979.

Postcomended   Jimny Terbaru Segera Mengaspal di Indonesia

Namun memproduksi atau memiliki boneka seks anak bukan pelanggaran pidana. Individu hanya dapat dikenakan biaya untuk mengimpornya.

Amazon Marketplace adalah area dari situs web ritel di mana bisnis pihak ketiga dapat menjual produk. Amazon tidak menjual produknya sendiri melainkan menerima uang dari penjual.

Boneka yang ditemukan di situs web biasanya berukuran tiga atau empat kaki dengan ukuran pinggang sekitar 16 inci (41 cm). Dalam foto-foto yang menyertainya mereka ditempatkan dalam pose sensual dengan penggambaran seperti “Mannequin Sexy” dan “100% meniru tubuh perempuan”. Beberapa boneka digambarkan memakai pakaian dalam yang seksi.

Sepasang suami istri dari Durham, Inggris, merasa ngeri ketika menemukan bahwa boneka seks anak muncul dalam hasil pencarian online mereka untuk mainan seks. “Kami merasa jijik dan kami langsung melaporkannya ke Amazon,” kata mereka kepada BBC.

Kelompok National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) telah memperingatkan bahwa penggunaan boneka (seks) dapat menyebabkan orang menyakiti anak-anak. Boneka tersebut dirancang sehidup mungkin, terbuat dari jenis bahan silicon, dengan berat badan mirip anak-anak.

Postcomended   Kabupaten Batang Kembangkan Wisata Alam Untuk Berdayakan Masyarakat

Boneka dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan tindakan seks dilakukan padanya. Kepala kebijakan amal untuk anak-anak di NSPCC, Almudena Lara, mengatakan, “Sama sekali tidak ada bukti bahwa menggunakan boneka itu dapat menghentikan para pelaku yang berpotensi menyalahgunakan anak-anak.”

“Hingga kesenjangan dalam hukum bisa melegalkan pembuatan, penjualan, dan pendistribusiannya, pengecer seperti Amazon harus menolak menjual boneka keji ini,” katanya.(***/BBC)