Pria berusia 104 tahun David Goodall terbang ke Eropa, Rabu (2/4/2018) untuk mengakhiri hidupnya pada 10 Mei (kredit: ABC)

Berumur panjang tak selalu diharapkan semua orang. Contohnya David Goodal, seorang ilmuwan Australia berusia 104. Dia bahkan mengaku sangat menyesal hidup hingga usia lanjut. Goodal pun merencanakan bagaimana dia akan mengakhiri hidupnya, yakni dengan melakukan perjalanan ke Swiss, ditemani perawat dari organisasi pro-euthanasia, dan merencanakan tanggal kematiannya.

Pendiri kelompok pro-euthanasia, Exit International, menyatakan, ahli botani dan ekologi tersebut akan melakukan perjalanan ke klinik Life Circle di Basel, Swiss. Berbicara pada hari ulang tahunnya yang ke-104, Goodall berkata, jika dia ingin mengucapkan satu permintaan di hari ulang tahunnya, dia hanya ingin mati.

“Tidak, saya tidak bahagia. Saya ingin mati… tidak ada kesedihan. Yang menyedihkan adalah jika seseorang dicegah (dari kematian),” katanya kepada stasiun televisi ABC, Rabu (2/4/2018)

Ilmuwan Australia, Profesor David Goodall (kiri), mengucapkan cucunya di Bandara Perth, Australia Barat pada 2 Mei (kredit: ABC)

Euthanasia masih ilegal di Australia, termasuk di negara bagian tempat Goodall bermukim yakni di Western Australia, meskipun negara bagian Victoria berencana mengizinkan kematian yang dibantu (euthanasia) mulai pertengahan 2019.

Postcomended   Pencak Silat Tak Membuat Pesinetron ini Jauhi Narkoba

Sementara itu untuk saat ini diketahui negara yang membolehkan bunuh diri yang dibantu dokter antara lain di tujuh negara bagian di Amerika Serikat (AS), juga di sejumlah kecil negara termasuk Jepang, Belgia, dan Swiss. Penyelidikan pemerintah Australia Barat terhadap kematian yang dibantu dijadwalkan akan dilaporkan kembali pada Agustus 2018.

Philip Nitschke, pendiri Exit International, mengatakan, pilihan ke Swiss untuk melakukan prosedur bunuh diri yang dibantu secara medis, terbuka bagi siapa saja, asalkan mereka memiliki alasan yang kuat dan memenuhi kriteria tertentu.

Goodal lahir di London, April 1914, beberapa bulan sebelum pecahnya Perang Dunia I. Menurut Exit International, Goodall adalah seorang profesor yang dihormati yang telah memegang posisi akademik di Inggris, AS, dan Australia. Setelah pensiun pada 1979, Goodall mengedit buku bunga rampai volume ke-30 berjudul Ekosistem Dunia, yang ditulis oleh lebih dari 500 penulis.

Postcomended   Misteri Danau Loch Ness Mungkin akan Terpecahkan

Sebelum keberangkatannya, Goodall kepada ABC mengatakan, meskipun secara teknis masih sehat, kondisi fisik dan kualitas hidupnya terus memburuk, dan itu membuatnya tidak bahagia seiring waktu berjalan.

Goodall telah menjadi anggota Exit International selama sekitar 20 tahun dan merupakan seorang penasihat kematian bagi mereka yang telah memilih untuk mengakhiri hidup mereka. “Jika seseorang memilih untuk membunuh dirinya sendiri maka itu harus cukup adil dan saya tidak berpikir orang lain harus ikut campur,” kata Goodall kepada ABC.

Nitschke mengatakan, Goodall akan menghabiskan beberapa hari di Prancis sebelum terbang ke Swiss untuk mengakhiri hidupnya pada 10 Mei. Kepergian Goodall ke Eropa dengan kelas bisnis, dibiayai sumbangan sebesar 20.000 dolar AS dari simpatisan yang menanggapi situs web GoFundMe yang didirikan atas namanya.

Postcomended   Ada 875 Stasiun Pengisian Listrik, Namun Indonesia Masih 10 Tahun Lagi Terapkan Mobil Listrik

Nitschke mengatakan, Goodall baru-baru ini berusaha bunuh diri, tetapi dia malah terbangun di rumah sakit. Para dokter di sana yang mengambil posisi jelas bahwa euthanasia tidak seharusnya dilakukan, mengatakan, Goodal berisiko bagi dirinya sendiri. Dia baru dibebaskan setelah pemeriksaan psikiatri independen yang ditugaskan oleh putrinya, kata Nitschke.

Share the knowledge