Kacang, Pramugari Tuntut Putri Bos Korean Air di NY CNN Indonesia Skandal Kacang, Pramugari Tuntut Putri Bos Korean Air di NY

Kacang, Pramugari Tuntut Putri Bos Korean Air di NY CNN Indonesia Skandal Kacang, Pramugari Tuntut Putri Bos Korean Air di NY

Dua anak perempuan Cho Yang-ho, Ketua Korean Airlines, dipaksa mundur dari perusahaan. Hal ini dilakukan setelah insiden yang mempermalukan nama maskapai keluarga ini, yang dilakukan adik-kakak tersebut. 

Kedua insiden itu dikenal dengan kasus “nutrage” dan “bottlerage” atau “waterrage”. Kedua kejadian itu membuat dunia melihat bagaimana konglomerasi Korea Selatan (Korsel) yang dikenal dengan istilah chaebol, merupakan segelintir yang menguasai ekonomi Korsel. Namun di sisi lain tak dapat dimungkiri para chaebol ini berperan mengangkat ekonomi Korsel.

Di tengah insiden penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan oleh anggota keluarga perusahaan, Yang-ho meminta maaf atas perilaku anak-anaknya ini. Dia mengatakan akan melucuti mereka dari tanggung jawab di perusahaan.

Dalam sebuah pernyataan, Cho Yang-ho menulis, “Saya dengan tulus meminta maaf karena telah membuat masyarakat umum dan karyawan di Korean Air terganggu atas masalah yang berkaitan dengan anggota keluarga saya.” Dalam pernyataan permintaan maaf itu, Yang-ho menyertakan jabatanya sebagai chairman (ketua). Chairman merupakan posisi kepemimpinan sebagai pemilik perusahaan, sedangkan CEO lebih sebagai pelaksana.

Empat tahun yang lalu, putri sulungnya, Cho Hyun-ah yang waktu itu menjabat Wakil Presiden Korean Air, harus meminta maaf secara terbuka kepada publik, setelah insiden dia marah besar hanya karena pramugari menyajikan kacang makadamia dengan cara yang menurutnya salah, dalam penerbangan New York-Korsel. Hyun-ah sampai menyuruh pesawat yang sudah terbang agar kembali ke Bandara John F Kennedy, New York, untuk menurunkan pramugari tersebut sebagai hukuman.

Postcomended   Takut Sesat di Jalan? Unduh Aplikasi Moovit!

Dalam insiden itu, Hyun yang juga dikenal sebagai Heather Cho, diketahui memaksa karyawan lainnya berlutut dan meminta maaf. Tak cukup, dia kemudian memukul anggota staf lain dengan tangannya. Akibat kejadian itu, Hyun-ah dihukum lima bulan penjara.

Tidak belajar dari kasus kakaknya, giliran Hyun-min yang bikin ulah. Dia, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (12/4/2018), telah melempar botol air mineral ke wajah seorang manajer perusahaan iklan yang disewa Korean Air.

Permintaan maafnya tak berhasil membendung kejatuhan saham Korean Air dan Jin Air saat media lokal pertama kali melaporkan dugaan insiden bottlerage tersebut pada Kamis, 12 April 2018. Saham maskapai penerbangan ini, yang sempat naik 0,9 persen, turun sekitar 6,3 persen pada awal perdagangan Senin (16/4/2018). Jin Air merupakan maskapai bujet yang juga dimiliki Hanjin Group milik keluarga Cho.

Hyun-Min yang juga dikenal sebagai Emily Cho, menjabat sebagai Senior Wakil Presiden Korean Air, yang juga anak bungsu Cho Yang-Ho. Perilaku kasar Hyun-min itu diungkap media-media lokal Korsel dua pekan lalu, antara lain oleh Kookmin Ilbo.

Surat kabar Korsel ini mengetahui insiden tersebut dengan mengutip postingan anonim pada aplikasi ponsel Blind, yang menyebut Hyun-min marah ketika manajer perusahaan iklan itu tidak mampu menjawab pertanyaan.

Postcomended   Apple Bakal Luncurkan Beragam Produk Baru pada 12 September 2018

Hyun-min disebut melemparkan sebotol air mineral ke dinding, dan satu botol lainnya dilemparkan ke wajah si manajer yang tidak disebut namanya. Sementara itu juru bicara Korean Air kepada Reuters menyebutkan botol air mineral itu dilemparkan ke lantai, bukan ke wajah si manajer.

Namun dalam postingan Facebook-nya, Hyun-min yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Jin Air ini, mengakui bahwa perilakunya (memang) “bodoh dan sembrono”, tanpa menuliskan perilaku yang mana.

“Meskipun saya memiliki kecintaan besar pada periklanan, jauh lebih penting untuk memiliki rasa hormat dan apresiasi terhadap orang lain. Jadi ini merupakan kesalahan besar saya ketika saya tidak mampu menahan perasaan saya,” tulis Hyun-min dalam postingannya itu. Disebutkan juga bahwa dia telah meminta maaf kepada para pejabat dan manajer tersebut.

Perusahaan Dinasti

Seperti halnya banyak perusahaan Korsel, Korean Air adalah bisnis keluarga. Dilansir Euronews, Grup Hanjin, pemilik Korean Air dan Jin Air, adalah salah satu “chaebol” di negara itu, alias kerajaan bisnis yang dikelola keluarga. Saudara laki-laki mereka adalah Presiden dan COO (chief operating officer) Korean Air. Chaebol lainnya yang terkenal antara lain Hyundai, Samsung, dan Lotte Group.

Banyak orang Korea Selatan merasa bahwa perusahaan semacam itu memusatkan kekuasaan dan kekayaan pada segelintir orang dalam satu keluarga yang terlalu kecil. Skandal politik baru-baru ini yang menimpa Samsung dengan Park Geun-hye, kala masih menjadi Presiden Korsel, menyoroti berbagai praktik korupsi dan kolusi di kalangan chaebol.

Postcomended   Wisata Petik Strawberry

Tapi chaebol bagaimanapun adalah salah satu komponen kunci ekonomi Korea Selatan yang sukses. Di sisi lain, ini membuat mereka sulit mengubah budaya mereka. Seorang pemilik aku Twitter, @yeungalexa, berkicau: “Setelah jatuhnya Park Geun-hye, tampaknya semua yang dibutuhkan sekarang adalah kontroversi untuk memulai mengakhiri perlakuan istimewa dalam keluarga Chaebol.”

Bloomberg menulis, investor dan pemerintah telah mengintensifkan tekanan agar para chaebol ini meningkatkan transparansi dan mengurangi kepemilikan saham silang yang telah menjaga kelompok-kelompok itu tetap di bawah kendali keluarga.(***/euronews/bloomberg/reuters)

Share the knowledge