Internasional

Bunuh Diri Membunuh Satu Orang Setiap 40 Detik, Kata WHO

Share the knowledge

 

(gambar dari: http://www.thenorthlines.com/youth-hangs-self-watching-youtube-videos/)

(gambar dari: http://www.thenorthlines.com/youth-hangs-self-watching-youtube-videos/)

Di seluruh dunia, satu orang mengambil hidup mereka sendiri setiap 40 detik. Selain itu, lebih banyak orang mati karena bunuh diri setiap tahun daripada mati dalam perang. WHO mengatakan, membatasi akses ke pestisida sangat signifikan mengurangi kejadian.

Laporan terbaru ini disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (9/9/2019). Gantung diri, minum racun, dan menembak diri sendiri, adalah metode bunuh diri yang paling umum, sebut WHO.

Organisasi di bawah PBB ini lantas mendesak pemerintah-pemerintah untuk mengadopsi rencana pencegahan bunuh diri untuk membantu orang mengatasi stres dan mengurangi akses ke sarana bunuh diri.

“Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat global. Semua usia, jenis kelamin, dan wilayah di seluruh dunia terkena dampaknya (dan) setiap kehilangan, meskipun satu, terlalu banyak,” kata laporan WHO itu.

Bunuh diri adalah penyebab utama kematian kedua di antara orang muda berusia antara 15 dan 29 tahun, setelah kecelakaan di jalan. Sedangkan di antara remaja perempuan berusia 15 hingga 19 tahun, bunuh diri adalah pembunuh terbesar kedua setelah masalah maternal.

Postcomended   Yuk Cicipi Durian di di Festival Durian 2018 Yogyakarta

Pada remaja laki-laki, bunuh diri menempati urutan ketiga setelah kecelakaan di jalan dan kekerasan interpersonal. Secara keseluruhan, kata WHO, hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun; lebih banyak dibanding yang terbunuh oleh malaria atau kanker payudara, atau oleh perang atau pembunuhan.

Untuk tingkat global, angkanya jatuh dalam beberapa tahun terakhir dengan penurunan 9,8 persen antara 2010 dan 2016, tetapi penurunan tidak merata. Di wilayah Amerika Serikat-nya WHO, misalnya, angkanya naik sebesar 6% di antara 2010 dan 2016.

Postcomended   Mengenang Sukarno, Penonton Piala Dunia Asal Indonesia Nyanyikan “Indonesia Raya”

Laporan itu juga menemukan bahwa hampir tiga kali lebih banyak pria daripada wanita yang mati karena bunuh diri di negara-negara kaya, berbeda dengan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana nilainya lebih setara.

“Bunuh diri dapat dicegah,” kata direktur jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Kami menyerukan semua negara untuk memasukkan strategi pencegahan bunuh diri yang telah terbukti ke dalam program kesehatan dan pendidikan nasional.”

WHO mengatakan membatasi akses ke pestisida adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi angka bunuh diri dengan cepat.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top