Burberry Minta Maaf atas Tutup Kepala “Bunuh Diri”-nya

Lifestyle
Share the knowledge

 

Desain "suicide hoodie"-nya Burberry saat dipamerkan di London Fashion Week (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=wxlEkboQFgE)
Desain “suicide hoodie”-nya Burberry saat dipamerkan di London Fashion Week (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=wxlEkboQFgE)

Penonton di London Fashion Week mungkin telah dibikin canggung menyaksikan seorang peragawati berjalan di catwalk mengenakan kaos ber-hoodie (penutup kepala) dengan tali pengencangnya mengingatkan pada tali di tiang gantungan. Namun bukan mereka yang protes.

Merek fesyen internasional ini dikritik oleh salah satu modelnya sendiri, Liz Kennedy, dalam sebuah posting panjang di Instagram di mana dia berkata bahwa bunuh diri bukanlah mode. “Jangan lupa tentang sejarah mengerikan hukuman mati tanpa pengadilan,” tambahnya, seperti dilansir BBC.

Bos Burberry, Marco Gobbetti, mengatakan, Burberry sangat menyesal atas kesusahan yang disebabkan rancangan tersebut. “Itu tidak sensitif dan kami membuat kesalahan,” ujar Gobbetti.

Hoodie tersebut ditampilkan dalam koleksi yang disebut Tempest di “landasan pacu” di London Fashion Week pada hari Minggu (17/2/2019).

Acara ini menampilkan dinding “pemberontak kaum muda” di satu ruang, dan sutradara kreatif Burberry, Riccardo Tisci, mendedikasikannya untuk “pemuda masa kini”. Kennedy yang telah menjadi bagian dari pertunjukan Burberry tetapi tidak mengenakan hoodie, mengatakan desain itu “tidak glamor atau edgy”.

Postcomended   Bakteri Pemakan Daging Asal Afrika Menjangkit Lebih Parah di Australia

Di Instagram-nya Kennedy menulis: “Bagaimana mungkin ada orang yang mengabaikan ini dan berpikir akan baik-baik saja untuk melakukan ini terutama dalam garis yang didedikasikan untuk gadis-gadis muda dan remaja? Pemuda yang mudah dipengaruhi. Belum lagi meningkatnya angka bunuh diri di seluruh dunia.”

Kennedy mengatakan dia merasa sangat emosi setelah melihat desain hoodie tersebut, dan merasa, “Seolah-olah saya kembali ke tempat saya ketika saya sedang mengalami pengalaman bunuh diri di keluarga saya.”

Dia memberi tahu pengikut Instagram-nya bahwa dia telah mencoba mengemukakan masalah ini di ruang ganti tetapi disuruh menulis surat sebagai gantinya.

Kennedy menambahkan: “Saya melakukan percakapan singkat dengan seseorang tetapi ditanggapi dengan, ‘Ini mode. Tidak ada yang peduli tentang apa yang terjadi dalam kehidupan pribadi Anda, jadi simpan saja untuk diri Anda sendiri’.”

Postcomended   Gerakan Khas Michael Jackson Ini Mengherankan para Dokter

“Yah, saya minta maaf, tetapi ini adalah masalah yang lebih besar dari diri saya. Masalahnya bukan tentang saya yang sedang kesal, ada gambaran yang lebih besar di sini tentang apa yang dibutakan oleh fesyen, atau yang dilakukan untuk mendapatkan publisitas; pandangan yang disatukan begitu saja dan situasi yang ditangani dengan sangat buruk,” ujar Gobbetti dalam pernyataan permintaan maafnya.

Gobbetti mengatakan pengalaman Kennedy “tidak mencerminkan siapa kita dan nilai-nilai kita”. “Kami akan merenungkan ini, belajar darinya dan menempatkan semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Tisci juga meminta maaf dan mengatakan bahwa “sementara desainnya terinspirasi oleh tema bahari, saya menyadari bahwa itu tidak peka”. Burberry adalah merek fesyen terkini yang dikritik karena merilis desain yang dianggap tidak sensitif bulan ini.

Belum lama ini, Gucci juga dianggap tidak sensitive pada masalah rasisme, dengan menarik kaos leher tingginya dari penjualan setelah dikritik karena kaos itu “menyerupai wajah hitam”. Penyanyi pop Katy Perry juga pernah mengritik desain sepatunya yang rasis.***


Share the knowledge

Leave a Reply