https://truckerplanet.net/wp-content/uploads/2017/04/navya-2.jpg

Mobil-mobil kemudi mandiri atau autonomos, tampaknya masih memerlukan waktu panjang untuk diterapkan. Pada kasus tertentu, seorang yang mengalami sakit mendadak bisa tertolong oleh mobil autonomos ini. Namun dua kasus kecelakaan di Amerika Serikat (AS), terjadi pada mobil autonomos buatan Tesla. Insiden terbaru kendaraan autonomos, terjadi di Las Vegas, AS, justru pada hari bus swakemudi ini menjajal jalanan kota judi ini untuk pertama kalinya.

Bus yang di mukanya tertulis Navya ini, sedang mengangkut 15 orang. Saat sedang melaju, sebuah truk meluncur ke arahnya. Tabrakan tak bisa dihindari. Untung truk melaju dengan keceoatan rendah.

Postcomended   2019 Singapura akan Diramaikan Taksi-taksi Tanpa Pengemudi

Syukurlah tak ada yang terluka. Pihak berwenang menyebutkan kecelakaan lebih disebabkan kelalaian sopir truk. Kepada BBC, seorang juru bicara kota Las Vegas mengatakan, tabrakan ini cuma “senggolan” biasa.

Navya bisa melaju dengan kecepatan 45 km/jam, namun umumnya menggunakan kecepatan 25km/jam saja. Bus ini merupakan yang pertama dalam jenisnya yang digunakan di jalanan di AS.

Dia dirancang unuk mengantar para penumpang kapal feri ke kawasan wisata. Navya sendiri sebenarnya adalah nama perusahaan Prancis yang juga melakukan uji teknologi di London, Inggris.

Postcomended   Nama-nama Unik Ini Bikin Senyum-senyum

Juru bicara kota, Jace Radke, mengatakan, bus ulang alik swakemudi ini melakukan apa yang seharusnya, yakni berhenti. “Sangat disayangkan, elemen manusia yakni pengemudi truk tidak berhenti,” ujarnya, menyalahkan sopir truk.

Kendati mobil swakemudi yang sudah beredar di jalanan cukup sering mengalami kecelakaan, namun hasil investigasi menyebutkan semuanya terkait kesalahan manusia.

Para pakar berpendapat, teknologi swakemudi sudah berada di tingkat yang mampu membuat jalanan jauh lebih aman. Sebuah studi menyebutkan, mobil tanpa pengemudi harus diluncurkan terlepas dari sejumlah ketidak-sempurnaannya. Penundaan hanya akan mengurangi kesempatan menyelamatkan nyawa.***