Bagi media asing di luar Asia, adalah menarik mengetahui bahwa ajang olahraga internasional sekelas Asian Games, memiliki tambahan beberapa cabang olahraga (cabor) yang tidak dikenal di benua lain. Cabor apakah itu?

Kompetisi Asian Games 2018 yang akan dimulai Sabtu (18/8/2018) di Jakarta akan menunjukkan keberagaman yang ada di benua terbesar di dunia ini.

The Guardian melaporkan, bersamaan dengan olahraga yang biasa dikenal oleh penonton global, medali pada Asian Games 2018 juga akan dibagikan untuk cabor memanjat dan skateboard. Dua cabor ini bagai diujicobakan, karena akan mulai masuk dalam Olimpiade musim panas untuk pertama kalinya pada 2020.

Memanjat dan skateboard bukan barang baru secara global, namun beberapa sangat khas Asia, yakni pencak silat dan sepak takraw.

Postcomended   Polisi Jerman Temukan Ekstasi Berbentuk Donald Trump

Pencak silat menurut media Inggris ini, adalah seni bela diri kuno asli Indonesia, dan membuat debut Asian Games-nya pada tahun ini.

Seni bela diri kuno ini bisa meniru gaya perkelahian antara macan dan elang raksasa, dan kemudian menggunakan teknik yang sama untuk menangkis sekelompok pemabuk.

Seni bela diri ini kemudian segera menyebar ke seluruh negeri dan ke bagian lain di Asia Tenggara. Dan sekarang, pencak silat –istilah payung yang digunakan untuk menggambarkan berbagai disiplin terkait, yang kadang-kadang menampilkan pisau dan mengambil 800 gaya berbeda– telah mulai mendapat perhatikan di tempat lain.

Di sejumlah wilayah Indonesia, pencak sikat menjadi atraksi selama upacara pernikahan dan hari libur umum. Cabor ini untuk pertama kali tampil di Asian Games, tetapi di SEA (Southeast Asia) Games, telah lama dikompetisikan.

Postcomended   Freeport Harus Ikuti Aturan, atau Hengkang dari Indonesia

Cabor khas Asia lainnya adalah Sepak Takraw. Permainan ini dapat digambarkan sebagai bola voli kaki. The Guardian menyebut, cabor ini memiliki ambisi yang tinggi untuk menjadi olahraga pada ajang Olimpiade; tetapi tampaknya masih perlu upaya untuk memperluas daya tariknya.

Cabor ini menampilkan kelincahan seorang pemain yang meluncurkan diri ke udara, memuntir tubuh mereka dengan sudut yang luar biasa untuk menendangnya ke area lawan. Bola rotan yang digunakan juga dimainkan menggunakan sundulan kepala, dada, atau lutut.

Secara tradisional, Thailand kuat untuk cabor ini dan telah memenangkan 22 dari 33 medali emas yang ditawarkan sejak olahraga itu dimasukkan dalam turnamen 1990. ***

Share the knowledge