Loading...
Internasional

Catat! Perusahaan Minyak Total Bakal Sumbang Rp 1,4 Trilliun per Tahun untuk Hutan

Share the knowledge

Raksasa energi Prancis, Total, mengumumkan, perusahaan akan menginvestasikan 100 juta dolar AS setiap tahun untuk proyek pelestarian hutan dan reboisasi baru; sudah sepantasnya bagi perusahaan yang dalam praktik bisnisnya menyumbang karbon yang massif ke atmosfer.

Kepala eksekutif Total, Patrick Pouyanne  dalam pertemuan untuk membahas masalah ekonomi di Aix-en-Provence, Prancis, mengatakan, pihaknya ingin mendirikan unit bisnis untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang akan melestarikan hutan. Untuk itu, kata dia, perusahaan akan menghabiskan 100 juta dollar AS per tahun (sekitar Rp 1,4 triliun/kurs Rp 14 ribu).

Pouyanne mengatakan, dilansir AFP, cara paling efektif saat ini untuk menghilangkan karbon dengan harga kurang dari 10 dollar AS per ton, adalah (dengan) reboisasi. “Ini bukan filantropi. Ini tentang berinvestasi dalam jangka menengah dan panjang. Suatu proyek untuk hutan, yang harus bertahan lama untuk menjadi positif bagi planet ini,” katanya.

Pouyanne berbicara hanya beberapa hari setelah Total mengatakan mulai memproduksi biofuel di sebuah kilang di selatan Prancis, suatu proyek yang memicu kemarahan para pencinta lingkungan dan petani mengenai rencananya untuk mengimpor minyak kelapa sawit.

Postcomended   Beredar Tulisan Dokter Reisa Brotoasmoro Telah Mencoba Narkoba Digital, dan Mengaku “Fly”

Situs di La Mede dekat Marseille adalah bekas kilang minyak yang telah dikonversi dan sekarang menjadi salah satu biorefineri terbesar di Eropa. Satu studi yang dirilis Kamis (4/7/2019) mengatakan, kampanye reboisasi besar-besaran dapat membantu memerangi perubahan iklim.

Biorefineri adalah proses eksplorasi biomassa untuk diproduksi menjadi bahan bakar, energi, dan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam kehidupan. Biomassa adalah bahan biologis yang berasal dari organisme atau makhluk hidup, bias berupa bahan baku tanaman atau hewan yang baru mati (bukan fosil).

Studi yang dilakukan oleh ETH Zurich dan diterbitkan dalam Science, mengatakan, operasi skala besar dapat menangkap dua pertiga dari emisi karbon buatan manusia dan mengurangi tingkat keseluruhan di atmosfer ke level terendah dalam hampir satu abad.

Studi itu menemukan bahwa Bumi dapat mendukung 900 juta hektare pohon yang akan menyerap 205 miliar ton karbon. Beberapa aktivis lingkungan bereaksi dengan hati-hati terhadap penelitian ini.

Postcomended   Lamikro, Aplikasi Laporan Keuangan Sederhana Untuk Usaha Mikro

Menanggapi itu, aktivis lingkungan remaja, Greta Thunberg, di Twitter, Jumat (5/7/2019) menulis, “Ya, tentu saja kita perlu menjaga pohon yang ada tetap berdiri dan berkembang biak dan memulihkan alam. Tapi sama sekali tidak ada jalan lain untuk menghentikan emisi gas rumah kaca kita dan meninggalkan bahan bakar fosil di tanah.”

Pada 2017, satu laporan hasil kerja sama Carbon Disclosure Project (CDP) dan Climate Accountability Institute yang mempelajari Carbon Majors Database, menyebutkan, 71% gas rumah kaca (penyebab rusaknya lapisan ozon) disumbang oleh 100 prosuden bahan bakar fosil sejak 1988.

Riset ini menyebutkan, seperti dikutip dari laman Carbon Disclosure Project, perusahaan dengan emisi tertinggi selama periode sejak tahun 1988 itu termasuk Total. Perusahaan lainnya yang disebut adalah ExxonMobil, Shell, BP, Chevron, Peabody,  dan BHP Billiton.

Badan usaha milik negara seperti Saudi Aramco, Gazprom, Minyak Iran Nasional, Batubara India, Pemex, CNPC, dan batubara Cina, dimana Shenhua Group & China National Coal Group adalah pemain kunci. PERTAMINA juga termasuk dalam 100 daftar tersebut.***

Postcomended   Irma Ciptakan Eksodus Masal Terbesar dalam Sejarah Amerika
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top