Cekal Setya Novanto Diperpanjang, dan Bisa Tersangka Lagi ... Forum Keadilan640 × 426Search by image Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) didampingi Wakil Ketua Laode M Syarif bersiap memberikan keterangan media tentang revisi UU KPK di Jakarta, Rabu (3/2).

Cekal Setya Novanto Diperpanjang, dan Bisa Tersangka Lagi … Forum Keadilan640 × 426Search by image Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) didampingi Wakil Ketua Laode M Syarif bersiap memberikan keterangan media tentang revisi UU KPK di Jakarta, Rabu (3/2).

Ketua DPR, Setya Novanto, terus berupaya mengelak dari upaya hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjeratnya. Seorang warga bernama Sandy Kurniawan, melaporkan dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, ke Bareskrim Polri, atas dugaan pemalsuan surat permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap Setya. KPK menyatakan, surat pemintaan perpanjangan pencegahan ke luar negeri terhadap Setya yang dikirim ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, sah secara hukum.

Hal tersebut dikemukakan sebagai respon terkait pelaporan seorang warga bernama Sandy Kurniawan ke Bareskrim Polri terhadap dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang atas dugaan memalsukan surat permintaan pencegahan ke luar negeri tersebut.

Postcomended   Mitos Suleten Bikin Sungai di Jatim Dicemari Tiga Juta Popok Bayi Sehari

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, lalu membeberkan sejumlah undang-undang (UU) yang menguatkan upaya pemintaan perpanjangan pencegahan ke luar negeri terhadap Setya. UU tersebut antara lain, UU KPK Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK Pasal 12 ayat 1 huruf b, yang memerintahkan kepada instansi terkait untuk melarang seseorang bepergian ke luar negeri.

Lalu pada putusan praperadilan yang diajukan oleh Setya, juga menegaskan bahwa Hakim Tunggal, Cepi Iskandar, tidak mengabulkan petitum ke-4. Isi petitum ini adalah permintaan pemohon untuk mencabut penetapan pencegahan terhadap Setya yang dilakukan KPK.

Jadi, kata Febri, pelaksanaan pencegahan seseorang, dalam hal ini Setya, ke luar negeri adalah tindakan yang sah secara hukum, bukan penyalahgunaan wewenang apalagi pemalsuan surat.

 

Antara.com melaporkan, terkait kasus e-KTP, KPK sudah melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap sembilan orang. Mereka adalah Vidi Gunawan, adik Andi Narogong;.Dedi Prijono, kakak dari Andi Narogong; Made Oka Masagung, pengusaha sekaligus mantan bos PT Gunung Agung; Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Setya Novanto yang juga mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Esther Riawaty Hari, seorang ibu rumah tangga; Setya Novanto; Inayah, istri Andi Narogong; Raden Gede, adik Inayah; dan Anang Sugiana Sudihardjo, Dirut PT Quadra Solution.

Postcomended   Anggita Diguyur Berbagai Materi oleh Patrialis Akbar

Seperti diketahui, usai memenangkan sidang praperadilan yang bersifat membatalkan tuduhan KPK terhadap keterlibatan Setya Novanto dalam mega korupsi e-KTP, Setya sembuh dari sakitnya. Belakangan bahkan mulai kembali berdinas memimpin rapat-rapat di DPR.

Namun KPK tak menyerah, kendati lingkaran dekat Setya seringkali mengingatkan KPK untuk “menghormati” keputusan pengadilan yang memenangkan praperadilan Setya.

Pelaporan pimpinan Agus dan Saut ke bareskrim ini, jika berhasil, maka akan menambah panjang daftar upaya pembungkaman pimpinan KPK sejak era Antasari Azhar, disusul Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, dan terakhir terhadap Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.***

Postcomended   "Pahlawan Jembatan Timbang" ini Terganjal Kasus Korupsi e-KTP