Ekonomi

Cemas Brexit, Rolls-Royce Timbun Suku Cadang, Panasonic Bersiap Pindah ke Belanda

Share the knowledge

Para pebisnis mengirim pesan yang jelas kepada politisi Inggris: Berhenti main-main. Perusahaan dan kelompok industri di Inggris mengeluarkan peringatan keras terhadap gejolak politik lebih lanjut, Rabu (12/12/2018). Tak mau ambil risiko, produsen mesin pesawat Rolls-Royce mengatakan telah mengaktifkan rencana darurat. Panasonic ancam pindah ke Amsterdam. 

Ini dilakukan dengan alasan meminimalkan kerusakan akibat kontroversi Brexit. Rolls-Royce mengatakan, dilansir CNN, mereka telah mulai menimbun suku cadang untuk membantu meminimalkan kerusakan.

Hanya ada 107 hari sebelum Inggris dijadwalkan akan meninggalkan Uni Eropa (UE) atau tidak. Tetapi parlemen tetap sangat terbagi tentang bagaimana memutuskan hubungan dengan mitra-mitra dagang terbesar Inggris.

Rencana perceraian dengan UE masih menghadapi tantangan panjang di parlemen setelah lebih dari sepertiga partainya memberontak dalam pemungutan suara. Adam Marshall, direktur jenderal Kamar Dagang Inggris, dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Perusahaan kami khawatir, investor di seluruh dunia bingung dan kecewa, dan pasar menunjukkan ketegangan serius karena ‘saga’ politik ini terus berlanjut,” tambahnya.

Postcomended   Pengaruh Besar Diana pada Cara William dan Kate Membesarkan Anak-anaknya

Hijrah dari Inggris

Perusahaan di seluruh negeri telah mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan Brexit. Bank-bank besar termasuk Deutsche Bank (DB), Goldman Sachs (GS) dan Citi (C) telah memindahkan bagian dari bisnis mereka keluar dari Inggris.

Panasonic mengatakan pada Agustus bahwa mereka akan memindahkan markas besarnya ke Amsterdam. Perusahaan lain telah membuka kantor di UE untuk memastikan mereka dapat terus melakukan bisnis.
Dan kelompok teknik Jerman Schaeffler (SCFLF) mengatakan akan menutup dua pabrik di Inggris karena ketidakpastian.

Ketakutan atas ‘tidak ada kesepakatan”
Skenario yang paling mengkhawatirkan untuk bisnis adalah Inggris crash keluar dari UE tanpa kesepakatan, yang mengarah ke hambatan perdagangan baru.

Raksasa dirgantara Airbus, mengatakan, dapat dipaksa keluar dari negara itu jika tidak ada kesepakatan tentang pengaturan perdagangan UE. Pembuat mobil seperti Nissan, BMW, dan Jaguar Land Rover, juga terpapar kecemasan.

Postcomended   Pilot British Airways Laporkan Penampakan Sesuatu yang "Bergerak Cepat" #SURUHGOOGLEAJA

Mike Cherry, ketua Federasi Usaha Kecil, mengatakan, kepercayaan di antara anggota kelompok telah jatuh ke level terendah sejak krisis keuangan. “Kami tidak tahu apa lingkungan ekonomi yang akan kami operasikan hanya dalam waktu 100 hari… yang membuat perencanaan menjadi tidak mungkin,” katanya, menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan “menangis keluar untuk beberapa kepastian tentang masa depan.”

Keraguan mendalam tentang Brexit datang pada saat yang mengerikan bagi ekonomi Inggris. Data dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh hanya 0,1% pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Produksi industri turun 0,6% dan manufaktur merosot 0,9%.

Pemerintah Inggris mengatakan kesepakatan Brexit akan merugikan ekonomi. Kondisi perdagangan diramalkan akan cenderung memburuk ketika Inggris meninggalkan UE pada 29 Maret 2019. Analisis pemerintah Inggris sendiri menunjukkan ekonomi akan terpukul dari segala jenis Brexit. Menerjang tanpa kesepakatan akan menenggelamkan ekonomi Inggris ke dalam resesi.

“Rencana investasi telah dihentikan selama dua setengah tahun,” kata Dave Spicer, dekan Sekolah Bisnis di Universitas Salford. “Kecuali kesepakatan disepakati dengan cepat, negara berisiko meluncur ke arah krisis nasional.”***

Postcomended   Pendiri WikiLeaks Julian Assange Berhasil Dibekuk

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top