Ekonomi

CEO Nokia Bantah Kalah Bersaing dari Musuh Bebuyutannya

Rajeev Suri

Nama pemenang-pemenang bisnis telepon seluler di masa lalu masih eksis, bahkan kembali bersaing di medan sama, meskipun non ponsel. Nokia, Kamis, membantah tuduhan bahwa daya saing produknya memble sehingga mengakibatkan saham perusahaan tergerus,  terutama  karena persaingan dengan musuh bebuyutannya. Pada 2014, Nokia telah melepas unit bisnis ponselnya kepada Microsoft.

Chief Executive Officer (CEO) Nokia, Oyj Rajeev Suri, Kamis (26/7/2018) meminta agar anggapan bahwa perusahaannya kehilangan pangsa pasar atas saingan utamanya, Ericsson AB dari Swedia, dienyahkan jauh-jauh.

Dalam konferensi via telepon, perusahaan Finlandia ini mengumumkan laba kuartal kedua, seraya mengatakan Nokia memenangkan bisnis lebih dari Ericsson daripada sebaliknya. Pernyataan ini disampaikan Suri dalam komentar publik yang jarang terjadi terhadap pesaingnya, bertempat di sisi lain dari Laut Baltik.

“Setiap pernyataan bahwa Nokia kehilangan saham sebagai akibat dari masalah mendasar daya saing produk, adalah salah,” kata Suri. “Ini mungkin menjadi spekulasi yang menarik bagi pesaing, tetapi itu tidak mencerminkan kenyataan.”

Ericsson dan Nokia sama-sama mengalami kemerosotan dalam hal investasi yang dilakukan operator telepon seluler, namun perusahaan Finlandia tampaknya lebih siap ketika dihantam krisis pada 2016. Sejak itu, Ericsson telah menetapkan untuk memangkas biaya operasi dan mengatasi bisnis yang merugi, dan enam bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil membuat beberapa kemajuan substansial.

Postcomended   Kegemaran Warga Cina pada Durian Ancam Habitat Binatang Langka

Hal tersebut dikombinasikan dengan kemenangan kontrak Ericsson –misalnya kesepakatan dengan Verizon Communications Inc. yang diumumkan pekan lalu– yang telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah Nokia dapat kehilangan pangsa pasar dari saingan beratnya ini.

Sementara mengakui hilangnya “jumlah kecil” dari pasar Verizon, boss Nokia bersikeras bahwa perusahaan tidak kehilangan pangsa pasar di pasar Amerika Utara, yang didominasi oleh empat operator besar, dan mengisyaratkan bahwa perusahaan ini akan mengumumkan kontrak besar di sana dalam beberapa hari mendatang. Empat operator yang dimaksud adalah Verizon, AT&T, T-Mobile, dan Sprint Corporation.

“Kami masih memiliki posisi yang sangat kuat dengan Verizon dan bekerja sama dengan mereka di 5G,” kata Suri. Dengan dua operator besar Amerika Utara lainnya, Nokia “mendapatkan pangsa yang berarti dalam radio bergerak,” katanya.

Lepas Ponsel, Angkat Suri

Sejak 2014, Nokia telah melepas unit bisnis ponselnya kepada Microsoft dengan mahar senilai 7,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 96,8 triliun). Namun entah kenapa nama Microsoft tidak berhasil mendongkrak citra ponsel Nokia yang keburu runtuh. Pada 2017, alih-alih melakukan ekspansi, sang CEO, Satya Nadella, sibuk memecati ribuan pegawainya, termasuk warisan Nokia lama.

Postcomended   Kekayaan Boss Amazon Cetak Tonggak Baru

Sementara itu Nokia non ponsel yang berbasis di Espoo, Finlandia, kini mengandalkan tiga unit bisnis yang tersisa, dan telah menunjuk CEO baru, Rajeev Suri, sebagai nahkoda baru Grup Nokia.

Pada April 2014, Nokia mengumumkan bahwa Suri akan memimpin tiga bisnis: infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi (Nokia Solutions and Networks), layanan peta digital dan navigasi (Here), serta pengembangan teknologi dan lisensi paten (Advanced Technologies).

Chairman Nokia, Risto Siilasmaa mengatakan, Suri memiliki kemampuan dalam membuat strategi bisnis yang jelas, serta mendorong inovasi dan pertumbuhan bagi Nokia. “Dalam membuka bab baru bagi Nokia, direksi Nokia dan saya yakin bahwa Rajeev adalah orang yang tepat untuk memimpin perusahaan di masa depan,” kata Siilasmaa, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelum menjadi pemimpin puncak Nokia, sebelumnya Suri menjabat sebagai CEO Nokia Solutions and Networks (NSN). Suri bergabung dengan Nokia pada 1995 dan menjabat sebagai kepala bisnis peralatan seluler di NSN, yang kala itu bernama Nokia Siemens Network dan merupakan perusahaan patungan antara Nokia dan Siemens asal Jerman.(***/bloomberg/reuters)

Postcomended   Para Minions Masih Digemari: "Despicable Me 3" Rajai Box Office

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top