Internasional

Cina Bakal Maksimalkan Kemampuan Teleskop FAST untuk Temukan Planet Layak Huni

Share the knowledge

Teleskop FAST (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ndWrX0QyzHQ)

Teleskop FAST (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ndWrX0QyzHQ)

Cina telah meluncurkan rencana terbaru untuk teleskop radio terbesar di dunianya untuk mencari planet yang dapat dihuni di luar tata surya kita dengan mencari tahu apakah mereka memiliki medan magnet. Ambisinya ini termasuk memburu exoplanet, planet di luar Bima Sakti.

Diterbitkan dalam jurnal Research in Astronomy and Astrophysics, yang diteruskan laman Newsweek, tim di belakang teleskop tersebut yang diberi  nama Five-hundred-meter Aperture Spherical radio Telescope (FAST/Teleskop Spherical radio Aperture Lima ratus meter) telah mengumumkan ambisinya untuk dekade berikutnya, termasuk perburuan exoplanet tersebut.

FAST alias cepat seperti namanya, adalah teleskop selebar 1.600 kaki yang ditempatkan di lekukan Dawodang di Provinsi Guizhou dan mencapai cahaya pertamanya pada September 2016. Salah satu misi ilmiah utama FAST adalah mendengarkan pulsar dan sinyal radio antarbintang lainnya; termasuk yang berasal dari yang diduga sebagai makhluk luar angkasa.

“Secara teori, jika ada peradaban di luar angkasa, sinyal radio yang dikirimkannya akan mirip dengan sinyal yang dapat kita terima ketika pulsar (bintang neutron berputar) mendekati kita,” Qian Lei, dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, mengatakan kepada CCTV pada 2016.

Postcomended   Berupaya Sebarkan Agama, Pemuda 26 Tahun Tewas Dipanah Suku Asli Samudra Hindia

Banyak ilmuwan yang mencari planet yang berpotensi layak huni difokuskan pada komposisinya (berbatu), jarak dari bintangnya (sehingga mengandung air), dan atmosfernya. Ini adalah persyaratan agar kehidupan di Bumi memungkinkan untuk planet lain.

Namun dalam publikasi terbaru mereka, para peneliti FAST dari Cina dan Prancis mengatakan mereka berencana  mencari exoplanet dalam 100 tahun cahaya dari Bumi yang memiliki medan magnet. Medan magnet penting untuk melindungi Bumi dari hembusan angin matahari; aliran partikel bermuatan dari Matahari yang akan melepaskan atmosfer kita tanpa medan magnet untuk membelokkannya.

Tim percaya bahwa karena medan magnet Bumi memberikan perlindungan terhadap kehidupan di planet ini, masuk akal untuk berpikir hal yang sama mungkin berlaku di dunia lain yang jauh. “Ada bug ilmiah dalam film blockbuster sci-fi ‘The Wandering Earth’, yaitu, Bumi berhenti berputar. Jika itu terjadi, medan magnet akan hilang,” kata ketua ilmuwan FAST, Li Di, kepada Xinhua.

“Tanpa perlindungan medan magnet, atmosfer Bumi akan tertiup oleh angin matahari. Akibatnya, manusia dan sebagian besar makhluk hidup akan terkena lingkungan kosmik yang keras dan tidak dapat bertahan hidup.”

Postcomended   Guatemala Ikuti Jejak AS Bakal Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Li mengatakan mereka dapat mencari medan magnet di sekitar exoplanet dengan mencari interaksi angin matahari dengan magnetosfer; interaksi yang seharusnya menghasilkan radiasi radio: “Semua planet dengan medan magnet di tata surya kita dapat ditemukan menghasilkan radiasi seperti itu, yang dapat diukur dan dipelajari oleh teleskop radio,” kata Li.

Tetapi penelitian tentang medan magnet planet, lanjutnya, tidak dapat diwujudkan melalui pengamatan astronomi optik dan inframerah. “Apakah planet ekstrasurya memiliki medan magnet? Jika ada, mereka juga harus menghasilkan radiasi radio di bawah pengaruh angin bintang induknya,” kata Li.

Dia mengatakan jika mereka dapat mengonfirmasi keberadaan medan magnet menggunakan FAST, mereka akan dapat mempelajarinya untuk mengetahui apakah itu layak huni atau tidak. “Ini akan menjadi penemuan yang sangat penting,” katanya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top