Internasional

Cina Klaim Berhasil Terbangkan Pesawat Hipersonik Pertamanya, AS Ketar-ketir

Akademi Aerodinamika Aerospace Cina telah berhasil menguji pesawat hipersonik pertamanya (© Akademi Aerodinamika Aerospace Cina)

Cina mengklaim telah berhasil menguji pesawat hipersonik pertamanya. Kendaraan yang diluncurkan roket ini disebut dapat melakukan perjalanan setidaknya lima kali kecepatan suara; cukup cepat untuk melakukan perjalanan melintasi Amerika dalam waktu sekitar 30 menit. Foto-foto peluncurannya dipublikasikan via WeChat. Tentu saja AS cemas berat, terlebih kabar ini muncul setelah Juli lalu Rusia juga mengklaim telah berhasil meluncurkan rudal hipersonik pertamanya.

Akademi Aerodinamika Aerospace Cina (CAAA) yang berbasis di Beijing dan bagian dari perusahaan Sains dan Teknologi Aerospace Cina milik negara, dikabarkan melakukan uji coba pesawat yang diberi nama Starry Sky-2 tersebut Jumat (3/8/2018) lalu.

Menurut pernyataan CAAA yang dirilis Senin (7/8/2018), Starry Sky-2 mencapai kecepatan tertinggi Mach 6 – enam kali kecepatan suara, atau 7.344 kilometer per jam. “Tes itu berhasil sepenuhnya,” kata CAAA, yang memosting foto-foto peluncuran uji coba tersebut di platform media sosial WeChat.

“Proyek pengujian penerbangan Starry Sky-2 sangat inovatif dan sulit secara teknis, menghadapi sejumlah tantangan teknis internasional yang canggih,” imbuh pihak CAAA. CAAA tidak mendeskripsikan lebih lanjut pesawat itu, atau apa teknologi yang digunakan, selain mengatakan mereka berharap untuk terus berkontribusi pada industri kedirgantaraan Cina.

Postcomended   Riset Vaksin HIV Terbaru: Reaksi Kekebalan Muncul pada Manusia dan Monyet Rhesus #HariToleransiInternasional

Militer di seluruh dunia telah berpacu selama bertahun-tahun untuk mengembangkan senjata hipersonik. Pada 2015, Angkatan Udara AS mengumumkan tujuan mereka untuk mengembangkan senjata hipersonik pada 2023. Baru tahun ini, Rusia mengklaim telah berhasil menguji rudal hipersonik pertamanya, dan merilis video senjata tersebut pada Juli lalu.

Teknologi hipersonik dapat digunakan untuk tujuan yang lebih ramah. Boeing, produsen pesawat terbesar di dunia, sedang mengonsep pesawat penumpang hipersonik yang dapat membawa pelancong dari New York ke London dalam 120 menit.

Starry Sky-2 diluncurkan ke luar angkasa oleh roket multistage, sebelum memisahkan dan memulai penerbangan independennya. Menurut CAAA itu dilakukan dalam beberapa putaran dan gerakan lain selama penerbangannya, dan berhasil mendarat sesudahnya.

“Penguji penerbangan dapat dikontrol, dan data ilmiahnya valid. Pemulihan lengkap roket itu menandai keberhasilan penyelesaian tes penerbangan Star-2, juga menandai prestasi ‘waverider’ Cina yang pertama,” kata pernyataan itu.

Postcomended   Setelah Lebih dari 20 Tahun, Robert de Niro Kembali Bercerai

Waverider adalah jenis pesawat hipersonik yang menggunakan gelombang kejutnya sendiri sebagai permukaan pengangkatan, sehingga meningkatkan rasio angkat-ke-tarikannya. Selain mencapai kecepatan supercepat, CAAA mengklaim pesawat ini juga berhasil menguji sistem proteksi keseimbangan panas yang canggih.

Tes ini menandai pertama kalinya Cina secara resmi mengonfirmasi penelitiannya tentang waverider, China Daily melaporkan, seperti diteruskan CNN.

AS sebenarnya juga telah bereksperimen dengan pesawat hipersonik tak berawak selama bertahun-tahun, dan berhasil menguji Boeing X-51 Waverider pada 2010-2013. Ini mencapai kecepatan tertinggi di atas Mach 5 sebelum kemudian menabrak samudera.

Namun, klaim baru Cina ini dapat memberikan tekanan tambahan pada AS, seperti diakui Jenderal John Hyten dari Komando Strategis AS awal tahun ini. “Kita akan membutuhkan seperangkat sensor yang berbeda untuk melihat ancaman hipersonik. Musuh kita tahu itu,” kata Hyten.

Mantan Deputi Menteri Pertahanan, Robert Work, menurut USNI (US Naval Institute) News, juga pernah memperingatkan Juni  lalu bahwa AS berada dalam bahaya jika dilampaui Cina dalam hal teknologi militer.

Postcomended   Putra Mahkota Saudi Sebut Khashoggi Anggota Ikhwanul Muslimin

Bicara di sebuah forum, Work menunjukkan pembelanjaan Beijing yang meningkat, yang telah menyebabkan kemajuan signifikan dalam peperangan perangkat elektronik, data besar, dan senjata hipersonik. “Perlombaan ini adalah salah satu yang harus kami menangkan,” tambahnya.(***/CNN)

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top