Cina memanfaatkan kerja samanya dengan Tesla untuk mengolok-olok Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam video bernada sarkastis yang dirilis media pemerintah Cina itu, Beijing “berterimakasih” kepada Trump telah membuat Cina lebih kuat dengan “membantu” Cina menarik investor asing. Dalam video itu, wajah Trump muncul dalam tumpukan sejumlah koran yang membentuk wajahnya yang sedang mengaga hingga menjuntai ke bawah.

Mengiringi video itu, muncul tajuk “Terima kasih Tuan Trump, Anda hebat!” Dalam video tersebut, seorang pembaca berita bisnis, Cheng Lei, membaca surat ucapan terima kasih yang panjang lebar kepada Trump.

Cheng seolah berterimakasih kepada AS telah membantu Cina menarik investor asing seperti Tesla dan menginspirasi Cina mencurahkan lebih banyak pembiayaan untuk penelitian di industri semikonduktor.

Dalam kesepakatan kerjasama pada Juli 2018, dilansir laman CNN, Tesla berhasil membuat Cina mengubah kebijakan bisnisnya untuk pertama kalinya, dengan membiarkan produsen mobil asing membuka cabang tanpa melibatkan mitra lokal.

Tesla memiliki rencana untuk membuka pabrik di Shanghai yang suatu hari akan menghasilkan 500.000 kendaraan per tahun – cukup untuk menyaingi pabrik utama perusahaan di Fremont, California. Tesla juga mengatakan akan menjadi pemilik tunggal pabrik.

Ketika perang perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat (AS) meningkat, outlet-outlet berita Cina bagaimanapun sebagian besar menahan diri untuk kompak menyerang pribadi Trump. Tetapi sebuah video baru yang dirilis minggu ini oleh China Global Television Network (CGTN), media berbahasa Inggris yang terafiliasi dengan pemerintah, sang penyiarnya mengarahkan pada pemimpin AS, menggambarkannya sebagai seorang kikuk yang secara tidak langsung memajukan kepentingan Cina.

Postcomended   Perempuan Berpakaian Minim Hebohkan Arab Saudi

Video ini dengan cepat menarik perhatian, namun secepat itu juga hilang; ditarik dari YouTube dan Weibo, platform microblogging Cina. Video itu, seperti dilansir laman New York Times,  mencerminkan kemarahan yang meningkat di Cina atas tarif 25 persen yang dikenakan pada barang bernilai puluhan miliar dollar, termasuk baja dan aluminium, dan berbagai produk teknologi.

Kerry Brown, profesor politik Tiongkok di King’s College London, mengatakan, kritik mungkin akan diredam pemerintah Cina untuk menghindari memprovokasi reaksi di Amerika Serikat. Dan memang benar bahwa para pejabat propaganda Cina memiliki pemikiran kedua.

Trump memberlakukan tarif yang diperlukan dengan alasan mengurangi defisit perdagangan AS dengan Cina. Namun upayanya itu rupanya telah mengguncang perasaan para pejabat Cina dan mendorong serangkaian tindakan pembalasan dari Beijing, yang mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Postcomended   Jalur-jalur KA Mati Priangan Selatan Bakal Diaktivasi Kembali

Gerai-gerai berita Cina, yang dikontrol ketat oleh Partai Komunis yang berkuasa, sering mengkritik AS secara terbuka. Namun dalam beberapa bulan terakhir, para komentator telah menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk memanggil Trump secara langsung, menuduhnya membuat pernyataan menyesatkan dan beralih ke “taktik kekanak-kanakan”.

Video yang dirilis minggu ini tersebut, yang ditujukan untuk pemirsa asing, adalah salvo terbaru dalam pertempuran untuk opini publik. Dalam video tersebut, seorang pembaca berita bisnis, Cheng Lei, membaca surat ucapan terima kasih yang panjang lebar kepada Trump.

Di antara hal-hal lain yang dibacakan, Cheng mengungkit ihwal Cina yang menarik investor asing seperti Tesla, yang juga telah menginspirasi Cina untuk mencurahkan lebih banyak pembiayaan untuk penelitian di industri semikonduktor.

Video yang panjangnya hampir tiga menit itu mengolok-olok Trump telah menjalankan Gedung Putih dengan kacau balau dan mengejar kebijakan luar negeri yang mengasingkan diri. Cheng juga mengemukakan,  bahwa dengan mendorong Cina memberlakukan tarif pada produk-produk AS, Trump membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. “Atas nama dokter,” kata Cheng, “terima kasih telah menunjukkan perlunya menyapih barang-barang Amerika seperti bourbon dan bacon.”***

Postcomended   Bagai Ingin Kucilkan AS, Jepang dan Eropa Tandatangani Perjanjian Dagang Raksasa

 

 

Share the knowledge