Nasional

Cincin Api Bertanggung Jawab atas 90 Persen Gempa Bumi di Seluruh Dunia

Muncul secara berseri, bencana gempa Lombok menjadi perhatian dunia. Terlebih lagi, magnitudo gempa-gempa susulan tidak lantas lebih kecil, bahkan masih mematikan. Magnitudo gempa Minggu (19/8/2018) misalnya, nyaris menyentuh 7 (6,9 SR), dan masih memakan korban jiwa hingga 16 orang. Efek gempa juga meluas ke Pulau Sumbawa. Ada apa dengan Lombok (dan sekitarnya)?

Gempa yang dimulai pada tanggal 29 Juli yang menewaskan lusinan jiwa, awalnya masih cukup aman bagi kondisi Lombok. Ini ditandai dengan masih berjalannya aktivitas pariwisata di sana. Namun gempa pada 5 Agustus benar-benar membuat pariwisata Lombok mati kutu, terlebih kemudian gempa-gempa susulan membuat pemulihan makin tersendat.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya, 8 Agustus telah mengungkapkan kerugian pasca gempa hebat 5 Agustus di Lombok. Dia mengatakan, Indonesia merugi hingga Rp 1,4 triliun, akibat banyak wisatawan asing yang menunda atau membatalkan keberangkatan ke Lombok. Meskipun kata dia, pembatalan ini hanya melibatkan 100 wisatawan, jauh lebih kecil dibanding saat Gunung Agung meletus yang menyebabkan pembatalan hingga 1000 wisatawan.

Postcomended   Barracuda Siaga di Sidang Ahok

Lembaga Ilmiah Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) mengatakan, gempa terakhir yang terasa pada 19 Agustus 2018 –setelah gempa besar beberapa jam sebelumnya di 64 km barat Sumbawa Besar yang mencapai 7 SR– merupakan yang ke-22 kali mengguncang kawasan Lombok dalam 24 jam.

Serangkaian gempa bumi kuat di Lombok sejak 29 Juli itu telah menyebabkan kematian hampir 500 orang hingga beberapa minggu terakhir di seluruh wilayah. Gempa berkekuatan 6,4 pertama pada 29 Juli menyebabkan 20 orang tewas sebelum yang lebih besar 6,9 SR pada 5 Agustus dan ratusan lainnya tewas. Sebanyak 14 orang lagi tewas akibat gempa berkekuatan 6,9 pada Minggu (19/8/2018).

Kepulauan Indonesia dikenal sering mengalami gempa karena terletak di area Cincin Api, area utama di cekungan Samudera Pasifik di mana gempa Bumi dan letusan gunung berapi marak terjadi.

Garis Cincin Api ini berbentuk tapal kuda, dengan panjang 40.000 km, yang bertanggung jawab atas sekitar 90 persen gempa Bumi di seluruh dunia. Ini termasuk tsunami Samudra Hindia 2004 yang menewaskan 226.000 orang di 13 negara. Jumlah korban terbesar berasal dari Indonesia, di mana 120.000 orang meninggal.

Postcomended   1.425 Napi di Sulteng, Termasuk Napi Koruptor, Kabur Menyusul Robohnya Tembok Lapas

Cincin Api menyebabkan begitu banyak gempa Bumi karena lempengan tektoniknya yang besar.
Indonesia terletak di perbatasan lempeng antara Australia dan lempeng Sunda yang mempengaruhi sebagian besar Asia Tenggara.

Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, upaya bantuan dan rekonstruksi telah “diintensifkan” menyusul putaran terbaru gempa.
Dia mengatakan: “Pembangunan kembali fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah sedang dipercepat.”

Gempa hari Minggu membuat para penduduk ketakutan berlarian mencari perlindungan.
Pihak berwenang memperkirakan gempa 5 Agustus saja telah menyebabkan kerugian akibat kerusakan yang mencapai lebih dari 342 juta dollar AS.

Badan amal internasional Save The Children mengatakan, seperti dilansir laman Daily Express, pihaknya siap untuk meningkatkan respon kemanusiaan mereka. Caroline Haga, spesialis komunikasi kemanusiaan dan darurat Palang Merah, mengatakan: “Penduduk merasa seperti ada karpet yang ditarik dari bawah mereka dengan gempa baru ini.”***

Postcomended   Defisit Neraca Transaksi Berjalan RI Menggelembung ke Posisi Tertinggi

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top